Monday, 21 November 2016 00:00

Ini Persiapan Donald Trump Menuju Gedung Putih

Written by  Redaksi

FILE - In this Wednesday, Nov. 9, 2016 file photo, President-elect Donald Trump smiles as he arrives to speak at an election night rally, in New York.AS, Laporannews - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai terlihat sedang membentuk upaya transisi menuju gedung putih. Trump reuni dengan mantan saingannya Rick Perry yang dijadwalkan Senin ini sebagai bagian dari upaya nyata untuk memperbaiki hubungan dan membangun kesatuan partai menjelang Hari Peresmiannya sebagai Presiden AS.

 

Minggu (20/11), Gubernur New Jersey Chris Christie, saingan utama Trump yang kini berubah menjadi pendukung, menjadi salah satu dari parade pejabat yang mengunjungi Presiden terpilih.

Kunjungan tinggi yang paling akhir pada pekan ini adalah kedatangan mantan calon Presiden dari Partai Republik Mitt Romney. Kedua pria ini melakukan pertemuan sekitar 90 menit yang berjalan dengan baik. Namun tetap unlcear, apakah mereka berdua saling sepakat dengan ketertarikan Romney untuk menjabat sebagai sekretaris negara.

"Mereka memiliki beberapa waktu pribadi bersama-sama, dan Anda dapat meminta penjelasan salah satu dari mereka apa yang mereka bicarakan," kata Wakil Presiden terpilih Mike Pence.

Namun, Pence mengkonfirmasi secara luas bahwa Romney memang sedang dipertimbangkan untuk menjalankan Departemen Luar Negeri. Hingga saat ini Trump masih mencoba untuk melengkapi kursi kabinet dan posisi tinggi lain yang akan membantu perjalanan pemerintahannya.  Dia juga mengatakan bahwa Trump "ingin fokus keluar dari gerbang" dan membatalkan "ObamaCare." Selain Romney, beberapa pesaing lain yang akan menempati posisi sekretaris negara seperti mantab Duta Besar U.N. John Bolton, Senator Tennessee Bob Corker dan Gubernur Carolina Selatan Nikki Haley, yang bertemu dengan Trump, Kamis (17/11).

Trump pada Sabtu (19/11) juga bertemu dengan pensiunan Korps Marinir Jenderal James Mattis, salah satu calon Menteri Pertahanan. Dia kemudian mengatakan di Twitter bahwa Mattis "sangat mengesankan" dan menyebutnya "luar biasa!"

Pada Minggu (20/11), Trump bertemu dengan investor miliarder Wilbur Ross, yang kemungkinan akan menduduki posisi Sekretaris Perdagangan, mantan Walikota New York Rudy Giuliani, yang juga konon dipertimbangkan menjadi sekretaris negara; dan Sekretaris Kansas Negeri Kris Kobach. Kobach menjabat sebagai penasihat kampanye Trump pada isu-isu imigrasi dan memiliki latar belakang dalam merancang undang-undang.

Senator Texas Ted Cruz, pekan lalu mengunjungi Trump di Trump Tower di tengah Kota Manhattan. "Saya pikir kami memiliki percakapan yang sangat baik dan produktif tentang bagaimana kita dapat bekerja sama untuk benar-benar memberikan bukti dari janji-janji yang dibuat untuk orang-orang," kata Cruz mengutip dari Fox News.

Pada hari Jumat, Trump menunjuk Senator Alabama Jeff Sessions untuk menjadi Jaksa Agung dan Kansas Rep. Mike Pompeo untuk kepala CIA. Trump juga menunjuk seorang pensiunan Letjen Michael Flynn sebagai penasihat keamanan nasionalnya. Seorang mantan kepala intelijen militer, Flynn telah menuduh pemerintahan Obama bersikap terlalu lunak pada terorisme dan telah melemparkan Islam sebagai "ideologi politik" dan sopir ekstremisme.


 

Reza Ahmad Ghifari

Read 559 times

Related items

back to top