Utama

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews - Presiden Joko Widodo menyempatkan diri kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah. Dalam kunjunganya, Kepala negara mendistribusikan langsung Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi para pelajar yang tinggal di panti asuhan. KIP tersebut digunakan untuk akses kepada layanan pendidikan merata yang sampai saat ini terus diupayakan oleh pemerintah. Turut mendampingi Presiden dalam pembagian KIP di dua lokasi yang berbeda, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko.

Sebanyak dua lokasi disambangi Presiden saat mendistribusikan KIP tersebut. Lokasi pertama yang ia tuju ialah SMK Negeri 2 Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sana, 1.037 KIP dibagikan Kepala Negara bagi para pelajar SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Adapun lokasi berikut yang dikunjungi ialah SMK Syubbanul Wathon, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Di lokasi tersebut diberikan sebanyak 1.083 KIP.

Besaran bantuan yang didapatkan para siswa penerima bantuan ialah sebesar Rp450 ribu per tahun untuk yang berada di tingkat SD, Rp750 ribu bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp 1 juta bagi pelajar SMA atau SMK. Di setiap lokasi yang dikunjunginya, Presiden pun mengingatkan agar para siswa dapat lebih bijak dalam membelanjakan bantuan pendidikan tersebut.

"Ini untuk beli apa nanti? Beli tas, perlengkapan sekolah, baju seragam, dan sepatu boleh. Tapi ingat, tidak boleh untuk beli pulsa. Kalau ada yang gunakan untuk beli pulsa ini dicabut. Janji ya?" ujar Presiden kepada para pelajar penerima bantuan.

Kepala Negara kemudian menitipkan pesannya kepada para pelajar agar terus semangat dalam menuntut ilmu. Sebab, dalam era persaingan seperti sekarang ini, dibutuhkan sumber daya manusia Indonesia yang berkemampuan prima. "Ingat anak-anak, persaingan ke depan semakin lama semakin sulit. Persaingan semakin ketat, jadi harus belajar semuanya," ucapnya di Yogyakarta. Jumat, (27/01).

Sebagaimana biasanya, Presiden kembali meminta sejumlah pelajar untuk maju ke hadapannya untuk menjawab pertanyaan yang ia ajukan. Sederhana saja pertanyaan dari Presiden kepada salah seorang pelajar. "Di Indonesia ini ada 34 provinsi, sebutkan 5 saja," tanyanya berdasarkan rilis yang diterima Laporannews.

Seorang siswi yang diajukan pertanyaan tersebut kemudian mampu menjawab pertanyaan Presiden dengan lancar. Riuh tepuk tangan para pelajar lainnya bergemuruh ketika mengetahui sang siswi berhasil menjawab. Sebuah sepeda pun berhasil dibawanya pulang sebagai bentuk apresiasi dari Kepala Negara.

Menutup sambutannya, Presiden mengingatkan agar para siswa belajar dengan baik. "Sekali lagi jangan lupa belajar yang baik, ibadah juga yang baik. Agar badan sehat olah raga yang baik," imbuh Presiden.

Sebelumnya, saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2017, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis, 26 Januari 2017, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa dirinya telah menargetkan sebanyak 19 juta KIP dapat didistribusikan pada tahun 2017 ini. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya yang berjumlah 16,4 juta KIP.


Kalam Sanjaya

 

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews - Presiden Joko Widodo menghadiri acara pembukaan Executive Leadership Program (ELP) bagi Direksi BUMN di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2017. dalam acara tersebut Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dalam sambutanya, Presiden mengingatkan soal rencana pembentukan holding BUMN. Terhadap proses tersebut, Kepala Negara menginginkan agar pembentukan holding BUMN dapat secara cepat diselesaikan. Namun, kecepatan tersebut tetaplah harus diiringi dengan kehati-hatian.

"Saya garis bawahi, hati-hati kalkulasinya. Cepat, tapi kalkulasinya yang matang. Jangan asal gabung, jangan asal besar. Arahnya dan tujuannya baik, tetapi prosesnya harus betul-betul hati-hati. Karena ke depan harus dikalkulasi betul mengenai manajemennya seperti apa, supervisinya seperti apa, tata kelolanya seperti apa, efisiensinya seperti apa. Betul-betul harus dihitung," jelasnya sesuai rilis yang diterima Laporannews.

Presiden juga menginstruksikan agar masyarakat dapat berperan dalam proses pembentukan holding BUMN tersebut. Beliau meminta transparansi proses agar seluruh pihak dapat memberikan masukan demi kebaikan BUMN ke depannya. Mantan Gubernur DKI itu, sangat optimis bila pembentukan holding dilakukan secara transparan. "Jadi libatkan banyak institusi, terbuka, sehingga semua orang bisa memberikan masukan yang baik untuk perbaikan BUMN kita. Saya optimis sekali kita akan menjadi baik," yakinnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara memberikan gambarannya terkait dengan sejumlah peluang bisnis yang masih belum dijajaki oleh BUMN di Indonesia. Menurutnya, masih banyak sekali peluang-peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan untuk diambil. "Contohnya BPO (business process outsourcing), tidak pernah dilirik, tidak ada yang lihat. Tapi di Filipina, yang saya baca, itu per tahun bisa mencapai turn over-nya USD 25 miliar. Dan yang bisa diangkut ke sana ada 130 ribu tenaga kerja anak-anak muda. Ini bisnis jasa," ungkapnya.

Peluang-peluang baru serupa itu ditekankan oleh Presiden agar betul-betul dilihat dan dikejar. Tentunya, peluang-peluang tersebut membutuhkan bantuan dan dukungan dari para BUMN untuk dapat lebih berkembang. "Hal-hal seperti itu yang harus mulai kita lakukan, jangan berkutat pada bisnis-bisnis konvensional yang berpuluh tahun kita geluti. Padahal ada bisnis baru yang menjanjikan yang saya kira butuh perintisan. BUMN saya kira memiliki peluang untuk masuk ke sana," terangnya.

Namun, Presiden Joko Widodo berpesan agar dalam menjalankan bisnisnya, BUMN lebih berpihak pada orientasi pengembangan usaha-usaha kecil dan menengah. Sebab, kesenjangan antara kaya dan miskin masihlah lebar, sehingga pemerintah pun berusaha berkomitmen untuk mengurangi kesenjangan tersebut. "Sekali lagi, ini adalah keberpihakan. Saya ingin mengingatkan, jangan lupa," ucapnya.

Mengakhiri arahannya, Kepala Negara menyinggung soal potensi tindak pidana di kalangan petinggi BUMN. Dengan tegas Presiden mewanti-wanti jajarannya agar berhati-hati dalam menjalankan pekerjaannya. Tentunya Kepala Negara berharap agar di masa yang akan datang tidak terdengar lagi kasus pidana yang melibatkan kalangan petinggi BUMN.

"Kenapa saya mengingatkan ini? Karena saya mencintai saudara-saudara semua, jangan sampai kena. Saya ingin BUMN kita ini bisa melompat dan saya lihat ada kesempatan dan peluang untuk itu," tutupnya.


 

A. Ainul Ghurri

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak untuk berpikir optimis dalam menghadapi perekonomian negara di tengah kondisi global yang tak menentu. Demikian disampaikan Presiden di hadapan ratusan petinggi BUMN dalam acara pembukaan Executive Leadership Program (ELP) bagi Direksi BUMN di Istana Negara, Jakarta. Rabu, 25 Januari 2017.

Kepala Negara mengawali arahannya dengan memaparkan prediksi dari berbagai pihak mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dari semua prediksi tersebut, sebagian besar menunjukkan angka pertumbuhan yang cukup baik dengan kisaran angka antara 5 hingga 5,5 persen. Maka, berdasarkan hal tersebut, tidak ada alasan bagi Kepala Negara untuk berlaku pesimis.

"Artinya apa? Di situ kita ini harusnya ada rasa optimis. Kemudian pendapatan negara di 2017 kita perkirakan akan muncul angka Rp1.750 triliun, belanja negara Rp2.080 triliun. Kalau masih ada yang pesimis, mau apa lagi? Untuk apa kerja kalau pesimis? Kerja itu harus optimis. Tapi optimisme yang realistis. Optimisme yang berpijak pada kondisi objektif," ujar Presiden dalam rilis yang diterima Laporannews.

Presiden melanjutkan, optimisme tersebut selayaknya juga dibarengi dengan peningkatan capaian. Seperti target investasi misalnya, ia menginginkan agar BUMN lebih berani dalam menetapkan target investasi. "BUMN ini harus berani meningkatkan target investasi. Saya mendapat laporan tahun 2016 Rp285 triliun, 2017 targetnya Rp450 triliun, 2018 Rp700 triliun. Ini saya ikuti terus, jangan dipikir saya tidak ikuti," imbuhnya.

Namun, yang paling penting ialah bahwa BUMN tidak boleh berpuas diri atas pencapaian selama ini. Kepala Negara meminta agar seluruh BUMN tidak terjebak pada rutinitas dan zona nyaman. "Tapi yang paling penting, bagaimana kita mengantisipasi perubahan-perubahan tadi yang sangat cepat ini dengan cara-cara yang tidak linier, tidak rutinitas, dan tidak monoton. Apalagi senang dengan zona nyaman. Ya sudah, habis kita kalau masih seperti itu, apalagi BUMN sebagai entitas bisnis," tandasnya.

Untuk itu, salah satu modal utama yang harus direngkuh dan dimiliki seperti kemampuan beradaptasi dengan dunia digital mutlak dikuasai. Sebab, di berbagai belahan dunia manapun, pemanfaatan perkembangan teknologi informasi merupakan suatu keniscayaan. "Oleh sebab itu, saya ingin menyampaikan bahwa yang namanya transformasi menuju dunia digital itu harus di semua BUMN. Kalau tidak ikuti ini, akan habis kita. Karena kalah kecepatan dan pelayanan," ucapnya.

Selain itu, riset dan pengembangan yang dilakukan oleh BUMN juga disinggung Presiden. Dengan riset dan pengembangan yang baik, Kepala Negara berharap agar seluruh BUMN mampu mengantisipasi perubahan-perubahan yang sangat cepat.

"Contoh di minyak dan gas, kita masih berkutat kepada batu bara misalnya. Di Amerika sudah ketemu shale gas, shale oil. Tapi belum itu urusan energi kita pahami, muncul lagi yang lain. Perubahan-perubahan seperti ini kalau BUMN tidak mempunyai R&D (riset dan pengembangan) yang baik ya kita masih berkutat dengan rutinitas setiap hari. Orang lain sudah kemana-mana. Sekali lagi tinggalkan yang namanya zona nyaman," tegasnya.


 

A. Ainul Ghurri

Jakarta, Laporannews - Memasuki usia ke-70, Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri merayakan ulang tahunnya dengan menggelar pagelaran teater kebangsaan "Tripikala", yang diselenggarakan di Teater Jakarta, TIM, Jakarta Pusat, Senin sore (23/1). Turut hadir menyaksikan pagelaran tersebut, Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan. Berikut foto-foto yang dirilis tim biro pers kepresidenan.

 

 

 

 

 

 

Jakarta, Laporannews - Presiden Joko Widodo meminta langkah terobosan dari para jajarannya untuk membangkitkan kembali industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang kini sedang mengalami penurunan. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo pada Selasa, 6 Desember 2016, saat memimpin rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Kerja terkait tata niaga tekstil dan produk tekstil.

Jakarta, Laporannews - Swasembada pangan sebagai harapan pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia masih terus diupayakan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengubah fokus anggaran Kementerian Pertanian untuk belanja sarana dan prasarana, yakni pada kisaran 60 persen sejak 2015. Bahkan Dalam RAPBN 2017 telah ditetapkan belanja sarana prasarana pertanian sebesar 70 persen dari total anggaran Kementerian Pertanian atau senilai Rp 16,6 triliun. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin rapat terbatas mengenai peningkatan produksi pertanian di Kantor Presiden, Selasa, 6 Desember 2016.

Jakarta, Laporannews - Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam deregulasi perizinan dan penyederhanaan birokrasi di sektor properti. Beliau mengungkapkan bahwa sudah banyak sekali langkah perizinan yang dipangkas meski diakui masih banyak hal yang harus dibenahi. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi ke-13.

Tuban, Laporannews - Presiden Joko Widodo ingin memastikan bahwa alokasi dana desa yang telah dikucurkan betul-betul berputar dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Oleh karenanya, dalam kunjungan kerjanya hari ini, Senin, 28 November 2016, presiden meninjau langsung pemanfaatan dana desa tersebut di Dusun Krajan, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Jakarta, Laporannews - Presiden Joko Widodo sekali lagi mengingatkan bahwa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang majemuk. Kemajemukan yang dimiliki Indonesia tersebut merupakan suatu anugerah dari Allah yang telah diberikan. Oleh karenanya, presiden mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawat kemajemukan Indonesia tersebut. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Kongres XVII Muslimat Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11).

Jakarta, Laporannews - Presiden Joko Widodo optimis ekonomi Indonesia akan lebih baik lagi di tahun 2017, karena dalam pandangan Presiden, sesulit apapun ekonomi dunia, masih terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan. “Kita harus bisa mengambil kesempatan sekecil apapun. Kita gunakan agar dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita,” ucap Presiden pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016 di Jakarta Convention Center, Selasa 22 November 2016.

Page 8 of 12

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan