Monday, 28 August 2017 00:00

Ini Tanggapan MUI Soal Sindikat Saracen

Written by  Redaksi

 

Jakarta, Laporannews – Majelis Ulama Indonesisa (MUI) mengapresiasi kepada Polri yang telah berhasil mengungkapkan dan meringkus tiga tersangka terkait kasus sindikat saracen yang menyebarkan ujaran kebencian atau hate speech dan SARA.

Sebagai informasi, sindikat saracen adalah kelompok yang diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian di media sosial dengan membuat propaganda di media sosial melalui postingan yang bermuatan kebencian dan SARA. Kemudian postingan tersebut disebar ke sejumlah grup baru yang dibuat oleh tersangka.

“Perbuatan tersangka disamping bertentangan dengan hukum positif, juga tidak dibenarkan secara syariah dan haram hukumnya. Hal tersebut sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial,” ucap Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, di Jakarta, Senin (28/08).

Ia menjelaskan, MUI juga mengharamkan aksi bullying, ujaran kebencian serta permusuhan atas dasar suku, agama, ras atau antargolongan. Lanjutnya, umat Muslim diharamkan yang menyebarkan hoaks serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, apalagi dengan tujuan jahat.

“Dalam Fatwa MUI disebutkan bahwa setiap Muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan melakukan gibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, namimah(adu domba), dan penyebaran permusuhan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa MUI juga melarang kegiatan memproduksi, menyebarkan dan membuat yang dapat menyebabkan konten maupun informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

“Aktivitas buzzer seperti kelompok saracen di media sosial yang menyediakan informasi berisi hoaks, gibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya,” paparnya.

Dengan ditangkapnya tiga tersangka kelompok saracen, MUI meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh jaringannya, termasuk para penyandang dananya.

“MUI meminta para pelaku dan penyandang dana diberikan hukuman yang berat untuk memberikan efek jera kepada mereka,” pungkasya.


Rizki Auliyah Bukayat

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan