Monday, 21 August 2017 00:00

Mengapa Elektabiltas Jokowi Semakin Turun?

Written by  Redaksi

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews - Pengamat Politik Senior Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap mengatakan, elektabilitas Prsiden Joko Widodo semakin menurun menjelang Pilpres 2019. Menurutnya, penurunan angka elektabilitas Jokowi tersebut hanya karena adanya dukungan yang diberikan oleh Partai Golkar.

“Sebelum Golkar dukung Jokowi, elektabilitasnya di atas 50 persen. Tapi setelahnya, menurut survei SMRC, elektabilitas Jokowi pada Juni 2017 adalah 34 persen. Litbang Kompas, elektabilitasnya pada April 2017 hanya 42,6 persen," ucapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (20/08).

Meski begitu, ia berpendapat bahwa partai berlambang pohon beringin dalam mendukung pencalonan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang adalah sebuah kewajaran. Namun, kata dia, dukungan itu merupakan sebagai dukungan kosong.

“Artinya ada kesan kuat bahwa dukungan Golkar pada Jokowi tidak berbanding lurus dengan elektabilitas Jokowi,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menilai bahwa turunnya elektabilitas Jokowi dikarenakan status tersangka Setya Novanto yang kini menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar. Lebih lanjut, apabila ingin menang sebagai calon presiden petahana pada pilpres 2019, Jokowi harus memiliki tingkat elektabilitas di atas 60 persen.

"Angka elektabilitas Jokowi 65 persen yang diklaim Golkar itu rasional saja, tapi sebatas fiksi. Bisa disimpulkan justru dukungan Golkar ini yang membuat merosotnya elektabilitas Jokowi," pungkasnya.


A. Ainul Ghurri

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan