Wednesday, 05 July 2017 00:00

Indonesia Masuk 25 Besar Ketahanan Pangan Dunia

Written by  Redaksi

(Foto: Humas DPR RI)

 

Jakarta, Laporannews – Beberapa waktu lalu, The Economist Intelligence Unit (EIU) dan Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN) Foundation merilis laporan Indeks Keberlanjutan Pangan (Food Sustainability Index/FSI) dari berbagai negara. Indeks itu digunakan untuk menganalisis pertanian, nutrisi, dan sampah makanan di 25 negara yang terhitung menjadi 87 persen dari Produk Domestik Bruto dan 72 persen dari populasi dunia.

Lembaga kajian dan analisis yang berpusat di Inggris itu, menempatkan Indonesia di peringkat ke-21 dengan skor 50,77, berada di atas Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, dan India.

Ketua DPR RI, Setya Novanto pun menyambut dengan gembira, karena menurutnya Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk ke-25 besar. Hal itu, kata dia, sebagai wujud dari program Nawacita Presiden Joko Widodo.

“Hasil ini sekaligus wujud nyata Nawacita Presiden Jokowi, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, khususnya di sektor pertanian,” katanya di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/07).

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan, pada Survei Pertumbuhan Ekonomi I 2017, sektor pertanian tumbuh pesat 15,59 persen, PDB sektor pertanian naik 7,12 persen, dan memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 13,59 persen (peringkat terbesar kedua setelah sektor industri pengolahan 20,48 persen).

“Keberhasilan lain yang perlu diapresiasi bisa dilihat mulai tahun 2016 sampai dengan saat ini Indonesia tidak impor beras medium, sementara impor jagung turun hingga 67 persen. Alhamdulillah, memasuki pertengahan 2017 ini belum ada impor jagung,” imbuhnya.

Selain berbagai laporan tersebut, pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri kemarin. Ia pun mengapresiasi Presiden Jokowi yang berhasil meningkatkan kinerja berbagai Kementerian, sehingga harga kebutuhan pokok bisa stabil dan tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat.

“Sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam struktur perekonomian nasional karena menyerap tenaga kerja terbesar, sekitar 35 persen. Jika dilihat secara menyeluruh, kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional mampu mencapai 55 persen. Karena itu, saya meyakini memajukan Indonesia dimulai dengan memajukan sektor pertanian,” tuturnya.

Ia pun menambahkan bahwa DPR RI akan terus memberikan dukungan kepada pemerintah dalam memajukan sektor pertanian. Terlebih, Presiden Jokowi telah menginsturksikan seluruh jajaran Kementerian untuk refocusing anggaran dengan mengurangi belanja operasional yang meliputi perjalanan dinas, rapat, dan rehabilitasi gedung.

“Saya mendorong anggaran Kementerian Pertanian pada 2018 yang akan mencapai Rp 22,65 triliun bisa digunakan sebaik mungkin, difokuskan pada pembangunan infrastruktur pertanian dan pemberian bantuan kepada petani, berupa alat dan mesin pertanian, benih, pupuk, serta asuransi pertanian,” tutupnya.


Thariq Malaka

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan