Friday, 09 June 2017 00:00

Survei SMRC: Mengapa Elektabilitas Jokowi Diatas Prabowo?

Written by  Redaksi

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews - Hasil temuan terkahir survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), menyebutkan, sebelum dan sesudah Pilkada DKI Jakarta 2017, dukungan terhadap tokoh-tokoh untuk menjadi Presiden sangat stabil. Mayoritas masyarakat terhadap dukungan Presiden Jokowi cukup tinggi dan diikuti Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto di posisi kedua juga relative stabil.

Direktur Utama SMRC, Djayadi Hanan mengatakan, dalam pertanyaan terbuka (top of mind), bila pilpres diadakan ketika‎ survei dilakukan, sebanyak 34,1% pemilih spontan mendukung Jokowi dan 17,2% mendukung Prabowo. Perbedaan elektabilitas antara keduanya sekira 17%.

“Perbedaan elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo sekarang mirip dengan perbedaan elektabilitas SBY dengan Megawati pada 2007,” katanya di kantor SMRC, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/06).

Ia menilai, perbedaan elektabilitas antara Presiden Jokowi dan Prabowo itu mirip dengan permainan politik atau persaingan politik SBY dengan Megawati pada 2007. Pada jarak waktu yangsama, dua tahun menjelang Pilpres 2009 perbedaan elektabilitas keduanya sebesar 16%.

“Dalam situasi head to head, elektabiltas Jokowi 53,7%. Sementara Prabowo 37,2% dan tidak menjawab 9,1%. Jarak antara keduanya sekitar 16.5%. Dari sisi pilihan Presiden, politik Tanah Air relatif tidak mengalami perubahan pasca Pilkada DKI Jakarta,” paparnya.

Hal ini, lanjut Djayadi, dipengaruhi oleh tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi cukup tinggi. Responden mengaku cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi dengan mencapai 67%. Selain itu, masayarakat juga meyakini atas kemampuan Presiden Jokowi dalam memimpin negara. Responden menilai 69% yakin terhadap kemampuan Presiden Jokowi.

“Jika pemilu diadakan hari ini, maka pilihanya kedua tokoh tersebut paling tinggi. Selain itu, belum ada tokoh lain. Dukungan kedua tokoh tersebut jika tidak stabil, maka peringkatnya naik,” tuturnya.

Kondisi ini juga, kata dia, tidak dipengaruhi dari hasil Pilkada DKI Jakarta 2017. Seperti yang diketahui, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih. Jokowi pun kerap dikaitkan berada di belakang Ahok. Namun, menurut Djayadi, hasil survei berkata lain.

"Jika dianggap Jokowi berada di belakang Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017, mestinya tingkat kepuasan masyarakat terhadap dia turun," sambungnya.

Demikian juga dengan pilihan partai politik (parpol). Peta dukungan pada parpol sebelum dan sesudah Pilkada DKI juga tidak banyak berubah, terutama dalam periode Januari dan Mei 2017.

“PDIP masih di posisi teratas yakni 21,7% dan disusul Gerindra sekitar 9,3%. Kedua partai tersebut, mengalami kenaikan sekitar 4% dalam 5-6 bulan terakhir. Elektabilitas partai-partai lain masih berada di bawah elektabilitas partai Demokrat dengan perolehan suara 5,2%,” ujarnya.

Ia menerangkan, perolehan suara tertinggi yang dicapai PDIP disebabkan bahwa PDIP mendapat keuntungan dari figur Presiden Jokowi yang dinilai baik masyarakat. "Sekarang figur utama di PDIP lebih lekat dengan Jokowi. Kalau Jokowi mendapat persepsi positif di masyarakat, maka dampaknya juga positif terhadap PDIP, sehingga partai yang merekrutnya pun ikut naik elektabiltasnya," ucapnya.

Ia menjelaskan, jika dibanding hasil pemilu 2014, hanya PDIP yang bisa mempertahankan atau bahkan menaikan posisinya secara elektoral lewat sikap spontan pemilih. Sejak Pemilu 2014, dukungan spontan pemilih PDIP rata-rata kurang lebih stabil.

“Partai-partai lain semuanya cenderung menurun dan banyak yang tadinya memilih mereka nampaknya bersikap belum memutuskan,” pungkasnya.

Survei SMRC yang menempatkan Jokowi pada posisi teratas itu dilakukan pada 14-20 Mei 2017, dengan melibatkan 1.350 responden. Mereka dipilih dengan teknik multistage random sampling dari total populasi nasional yang sudah memiliki hak pilih pemilihan umum. Margin of error survei itu rata-rata 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


A. Ainul Ghurri

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan