Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 124

Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 127

Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 925

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 658

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 658

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/plugins/system/languagefilter/languagefilter.php on line 121

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/input/cookie.php on line 87
laporannews.com - Survei SMRC: Mayoritas Rakyat Indonesia Tolak ISIS dan HTI di Indonesia
Sunday, 04 June 2017 00:00

Survei SMRC: Mayoritas Rakyat Indonesia Tolak ISIS dan HTI di Indonesia

Written by  Redaksi

(Foto: A. Ainul Ghurri)

 

Jakarta, Laporannews - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) kembali merilis hasil survei nasional terbaru terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Negara Islam Iraq dan Syuriah (ISIS) di kantor SMRC, Jl. Cisadane, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/06/2017).

Dalam survei tersebut, telah melibatkan 1500 responden. Sementara, pengambilan data dilakukan pada 14 sampai 20 Mei 2017. Survei dilakukan ‎terhadap warga yang berumur 17 tahun atau lebih atau yang sudah menikah. Responden dipilih dengan cara multiple random sampling Margin of error survei yang dilakukan SMRC sebesar 2,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari hasil survei tersebut menyebutkan, mayoritas masyarakat Indonesia masih mendukung bentuk NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Sekitar 79,3% menyatakan bahwa NKRI adalah yang terbaik di negara Indonesia. Sisanya, sangat sedikit masyarakat yang mendukung Indonesia berubah menjadi khilafah, yakni sekitar 9,2% untuk mendukung negara islam (khilafah). Sementara yang lainya, atau tidak menjawab dan tidak tahu hanya sekitar 11,5%.

“Hampir semua menyatakan bangga menjadi rakyat Indonesia. sangat bangga itu sangat besar. Dan hampir semua warga Indonesia tidak setuju dengan adanya ISIS di Indonesia,” kata pimpinan SMRC Saiful Mujani saat memberikan keteranganya di kantor, Jl. Cisadane, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/06).

Lebih lanjut, hasil survei SMRC juga menemukan bahwa 9 dari 10 (89,3%) rakyat Indonesia menganggap ISIS adalah ancaman NKRI. Selain itu, mayoritas responden tahu dengan nama ISIS. Namun, mayoritas tidak tahu saat ditanya apakah mereka tahu bahwa ISIS membawa ideologi khilafah.

"66,4 persen tahu ISIS. Sementara 33,6 persen tidak tahu. Angka ini cukup mengejutkan karena ISIS cukup populer disini. Di negara ini kan ISIS nggak resmi,” imbuhnya.

Namun, dosen Fisip UIN Syarif Hidayatullah itu mengingatkan, kesadaran (awareness) masyarakat terhadap ISIS belum di ikuti pengetahuan terkait cita-cita yang diperjuangkan ISIS. “Mayoritas warga belum aware bahwa khilafah atau negara Islam adalah cita-cita yang diperjuangkan ISIS. Kalau ditanya tahu atau tidak cita-cita ISIS adalah khilafah, mayoritas tidak tahu. Yang tahu 46,7 persen, sementara 53,3 persen tidak tahu,” tuturnya.

Sementara itu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga ditolak oleh masyarakat Indonesia. penolakan pada organisasi ini juga sangat tinggi.

“Dari 71,8% responden tidak tahu organisasi HTI dan 56,7% mengetahui HTI memperjuangkan gagasan khilafah di Indonesia. Kemudian 55,7% responden menyatakan menolak perjuangan khilafah mereka. Sementara dari 78,4% yang tahu niat pemerintah membubarkan HTI, sebanyak 78,4% menyetujuinya. Sedangkan yang menolak pembubaran HTI hanya 13,6%,” pungkasnya.


A. Ainul Ghurri

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan