Regional

(Foto: Muhammad Reza. Laporannews)

 

Jakarta, Laporannews - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno  terus bermanuver politik jelang Pilkada DKI putaran kedua. Kali ini Sandiaga menyambangi mantan Panglima TNI Jenderala (Pur) Moeldoko di kediamanya Jl. Terusan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2017). Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup.

Usai pertemuan tersebut, Sandiaga menjelaskan bahwa pertemuanya itu, untuk mendapatkan wejangan dari anggota Dewan Pembina Partai Hanura itu terkait situasi sosial yang berkembang akhir-akhir ini. Sebagaimana diketahui, Moeldoko saat ini masuk dalam alat percaturan politik yakni partai Hanura sebagai Wakil Dewan Pembina Partai Hanura. Namun Sandiaga mengaku, pertemuan itu idak mengatasnamakan partai tertentu, lebih banyak membahas mengenai ketahanan nasional di Ibukota Jakarta.

“Kita membahas masalah keamanan dan situasi strategis di wilayah Jakarta karena kita ingin Jakarta yang aman tenteram dan situasinya stabil. Nggak ada, nggak membawa partai cuma sebagai sahabat saja. Ini dua sahabat bercerita intinya saya ingin mendapatkan masukan dari segi keamanan dan situasi stabilitad terkini,” katanya di kediaman Moeldoko, Menteng, Jakarta Selasa (28/02).

Cawagub nomor urut 3 itu menyampaikan bahwa Moeldoko jika ketahanan wilayah di Jakarta basisnya adalah ketahanan keluarga. "Sendi sendinya adalah pendidikan, kesehatan, narkoba, lapangan pekerjaan yang menghadirkan suasana keadilan dan yang penting harus dimulai di unit terpenting yakni keluarga," ujarnya.

Selain itu, Moeldoko sempat mengapreasi perolehan suara pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga di pilkada Jakarta putaran pertama, sehingga bisa masuk ke putaran kedua yang akan berlangsung pada 19 April 2017.

"Beliau mengucapkan selamat. Dia tidak pernah menyangka, dan bilang capaian ini sangat di luar dugaan. Kedua, isu yang kita angkat mengenai lapangan kerja dan pendidikan memang lebih dominan dibanding isu primordial. Jadi pesan-pesan itu yang disampaikan secara singkat dia ucapkan selamat berjuang,” terang Cawagub nomor urut 3 itu.


A. Ainul Ghurri

 

(Bukti pendaftaran gugatan pasangan Rano Karno-Embay M Syarief atas hasil pilkada Banten ke MK)

 

Jakarta, Laporannews – Tim Hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno -Embay Mulya Syarief yang diusung PDI Perjuangan, resmi menggugat hasil rekapitulasi KPU Banten yang memenangkan pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy ke Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (28/2/2017). Gugatan itu dilakukan pada pukul 16.17 WIB.

Ketua Tim Kampanye Rano-Embay, Ahmad Basarah menjelaskan, langkah itu ditempuh setelah tidak ditanggapi oleh KPUD maupun Bawaslu provinsi Banten, soal berbagai macam laporan kecurangan dan pelanggaran administrasi maupun pelanggaran pidana pemilu yang bersifat terstruktur, sistematis, dan massif, khususnya di Kota Tangerang dan Kabupaten Serang.

“Kami percaya MK adalah lembaga negara kredibel yang berfungsi menegakkan keadilan bagi setiap warga negara yang hak konsititusionalnya dilanggar dalam kontestasi pilkada Banten. Kami berharap MK dapat melihat sisi kebenaran dan keadilan yang diduga  dilanggar oleh pasangan calon, penyelenggara pemilu maupun aparatur pemerintah daerah,” katanya dalam rilis yang diterima Laporannews.

Sebagai informasi, rapat Pleno KPU Banten menyatakan, keputusan KPU Banten Nomor 08/Kpts/KPU-Prov.015/Tahun 2017 bertanggal 26 Februari 2017, duet Wahidin-Andika meraih 2.411.213 suara. Sedangkan pasangan Rano-Embay memperoleh 2.321.323 suara. Ada selisih 89.890 suara.

Namun, ia menegaskan, dalam rapat pleno, KPU dan Bawaslu Banten tidak menggubris data dan fakta hukum yang diajukan saksi Rano-Embay soal dugaan kecurangan. Tim Rano-Embay menyoroti dugaan politik uang dan penggelembungan suara.

"Padahal data dan fakta tersebut adalah bukti kuat yang dapat menunjukkan bahwa di Kabupaten Serang memang benar-benar telah terjadi tindak pidana politik uang yang bersifat terstruktur, sistematis dan massif yang dapat berakibat hukum pada pembatalan pasangan calon. Begitu pula di Kota Tangerang, KPUD maupun Bawaslu Provinsi mengabaikan permintaan saksi Rano-Embay untuk membandingkan data yang dimiliki saksi dengan data di kotak suara karena terdapat bukti kuat dan lengkap telah terjadi penggelembungan suara yang mencapai ribuan suara," terang Wasekjen PDIP itu.


Laelie Ali Alamsyah

 

(Foto: A. Ainul Ghurri. Laporannews)

 

Jakarta, Laporannews – Sebelum menuju persidangan terkait dugaan kasus penodaan agama, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menyempatkan diri datang ke Balai Kota Jakarta untuk mendengarkan berbagai keluhan dari warga Jakarta.

"Enggak enak orang nunggu. Banyak yang enggak tahu saya sidang. Kayak orang tua tadi kan. Kalau dia nunggu sampai siang, kasihan," katanya di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/02).

Sebetulnya, ia bisa saja langsung menuju lokasi persidangan yang bertempat di Kementerian Pertanian Jakarta Selatan. Namun ia lebih memilih menghampiri warga yang datang pagi-pagi, bahkan ketika ia datang, sudah banyak antrean pengunjung. Alasan itu ia jelaskan bahwa merasa kasihan kepada warga yang menunggu sampai usai sidang, terutama kepada orang yang sudah tua.

"Saya juga ingin langsung, lebih cepat. Tapi tiap pagi dilaporin pagi-pagi orang udah ngantri, orang tua dari jam 6 pagi. Saya mampir dululah, kasihan orang tua, ya saya mampir dulu lah," ujarnya.

Sekitar 20 menit melayani aduan masyarakat Jakarta, Ahok langsung menuju persidangan. Sebagai informasi, pada sidang ke 12 itu, saksi ahli yang hadir dalam persidangan tersebut adalah Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab. Selain Habib Rizieq, ada juga saksi dari perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Muhammad Reza

 

(Foto: Website KPU DKI Jakarta/ Illustrasi KPU)

 

Jakarta, Laporannews - Pemilihan pemimpin daerah DKI Jakarta pada putaran pertama telah dilaksanakan pada 15 Februari lalu, warga Jakarta pun menyambut pilkada dengan suka cita. Mereka menginginkan pemimpin baru dengan beragam gebrakan nyata untuk Jakarta. Menurut warga Jakarta, pilkada ini merupakan persaingan panas yang dipelopori oleh tokoh-tokoh besar pendukung pasangan calon seperti SBY, Megawati, dan Prabowo Subianto.

Dari hasil perhitungan suara yang telah dilakukan KPU, perolehan suara untuk Agus-Sylvi sebanyak 17,05 persen, sedangkan Ahok-Djarot 42,99 persen dan paslon Anies-Sandi dengan 39,95 persen. Pasangan calon Agus-Sylvi mendapat suara yang terlampau jauh dari kedua pasangan calon (Paslon) yang lain sehingga membuatnya gugur di putaran kedua pilkada DKI.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melaksanakan pilkada putaran kedua yang akan melibatkan pasangan calon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno menyatakan bahwa Pilgub DKI Jakarta berlangsung dua putaran. Pilkada putaran kedua diselenggarakan karena tidak adanya pasangan calon yang mendapat suara 50%+1.

"Sebagaimana diatur dalam pasal 36 ayat 1 dan 2 peraturan KPU No. 16 tahun 2016, jika tidak ada pasangan calon yang meraih lebih dari 50 persen maka dipastikan Pilgub DKI dilanjutkan dengan putaran kedua," ujarnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (26/02).

Putaran pertama sudah berakhir yang menghasilkan dua pasangan calon lolos ke putaran selanjutnya. Kini, kedua pasangan calon tersebut tengah menyusun beberapa strategi untuk mengambil hati warga Jakarta dalam putaran kedua. Pilkada putaran kedua ini diperkirakan akan dilaksanakan pada 19 April 2017 yang berlangsung sengit karena persaingan kedua calon yang amat ketat untuk menjadi pemimpin DKI Jakarta.


 

Indah Putri

(A. Ainul Ghurri/ Lukman Edy, Wakil Ketua Umum PKB)

 

Jakarta, Laporannews - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy mengatakan, partainya belum memutuskan langkah paska putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017. Ia menyarankan agar berbagai pihak menunggu hasil hitung resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

"Kami belum menentukan sikap karena masih menunggu ketetapan dari Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Minimal ada angka yang diyakini itu angka terakhir sebelum KPU rilis," katanya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/02).

Mantan Menteri Era SBY itu menambahkan, hasil perhitungan cepat, tidak bisa dijadikan dasar dalam mengambil sikap. Menurutnya, hasil dari beberapa lembaga survey itu bisa berpotensi salah. "Kami akan tunggu sampai data resmi dan diyakini kebenarannya," imbuhnya.

Bahkan, kata dia, untuk menentukan koalisi, partainya akan melakukan shalat istikharah. Menurutnya, istikharah adalah salat sunah meminta petunjuk Tuhan dan penting untuk dilakukan saat dilema dalam menentukan pilihan.

Shalat petunjuk itu rencananya akan dipimpin oleh ketua umum PKB Muhaimin Iskandar. Partainya juga akan mengajak sejumlah kiai yang dipercaya PKB untuk menunaikan ibadah salat istikharah.

“PKB pasti pendekatannya istikharah. Itu jelas begitu ada petunjuknya, apalagi kalau tinggal dua calon, wajib kita istikharah," tuturnya.

Sebagai informasi, di Pilkada DKI Jakarta 2017, PKB diketahui mendukung pasangan calon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Namun, pasangan itu mendapat persentase suara paling rendah dibandingkan dua pasangan calon lain berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei.

Hasil akhir hitung cepat Litbang Kompas, misalnya, menunjukan Agus-Sylvi memperoleh 17,37 persen suara. Sementara posisi pertama dan kedua masing-masing diduduki oleh pasangan calon Ahok-Djarot 42,87 persen suara. Sedangkan Anies-Sandi dengan perolehan 39,76 persen suara.

Suara partai koalisi PAN, PKB, Demokrat, dan PPP pun menjadi rebutan menjelang putaran kedua pilkada DKI pada 19 April mendatang. PAN dan PPP menyatakan akan melakukan rapat internal.


A. Ainul Ghurri

 

(Foto: A. Ainul Ghurri/ Burhanuddin Muhtadi)

 

Jakarta, Laporannews – Hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei Indikator Politik Indonesia pada Pilkada DKI Jakarta 2017 menunjukkan, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni mendapatkan jumlah suara paling sedikit diantara pasangan calon lainya. Pasangan Agus-Sylvi menempati posisi terakhir dengan perolehan suara sebesar 17,33 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menilai, menurunya elektabilitas Agus-Sylvi disebabkan kesalahan manuver politik yang diberikan Ketua umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). salah satunya adalah keluhan yang sering dilontarkan SBY di media sosial. Sehingga, keluhan itu dapat berpengaruh terhadap pasangan nomor urut 1.

"Saya merasa, terlalu masuknya urusan SBY dalam pilkada malah menjadi bumerang sendiri," katanya di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/02).

Dosen Fisip UIN Jakarta itu menambahkan, kemunculan SBY dalam konferensi pers dihadapan publik juga dapat berpengaruh merosotnya suara Agus. Dengan begitu, serangan politik terhadap Agus –Sylvi dinilai tidak mampu menentukan langkah politik yang mandiri.

"Alih-alih bisa membalikkan tren turun, sejak Desember sampai Februari, tapi yang terjadi elektabilitas Agus malah semakin turun," terangnya.


A. Ainul Ghurri

(Foto: Haris)

 

Cirebon, Laporannews – Selama 4 hari, wilayah Cirebon terus diguyur hujan lebat, hujan lebat  itu diduga terjadi karena meluapnya aliran Sungai Ciamis akibat derasnya kiriman air dari wilayah hulu. Hujan deras itu mengakibatkan ribuan rumah di sejumlah daerah di wilayah timur Kabupaten Cirebon, terendam banjir. bahkan, air bah telah memutus akses jalan utama dan merendam ribuan rumah.

Menurut warga Mertapada Kecamatan Astanajapura, hujan yang tidak kunjung reda dari jam 02.30 WIB Sampai jam 19.30 WIB Rabu (15/02), mengakibatkan sungai meluap.

Wilayah yang terkena dampak banjir, mulai dari Kecamatan Astanajapura di kelurahan: Kanci, Buntet, Mertapada, Cipeujeh Wetan. Kecamatan Lemahabang sampai kecamatan Sigong dan Sarajaya dengan ketinggian air bervariasi, Banjir tersebut, merendam jalan utama dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter, sementara di permukiman warga Kanci mencapai lebih dari 1 meter.

Banjir itu langsung menutupi jalan utama, sejumlah pengendara menuju Kabupaten Cirebon bagian timur arah Jawa Tengah langsung putar arah karena khawatir terjebak dan tidak bisa jalan.


A. Ainul Ghurri

 

(Foto: Website BMKG)

 

Jakarta, Laporannews - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi dengan kekuatan 5,2 skala Richter (SR) terjadi di Deli Serdang Sumatera Utara, Selasa (14/02/2017) Dini hari pukul 03.35 WIB.

Getaran gempa tersebut sampai dirasakan di wilayah Medan Sumatera Utara dan tidak berpotensi Tsunami. dengan skala intensitas Mercalli (MMI) di level I-II.

Keterangan resmi dari BMKG menyebutkan, Pusat gempa tersebut terjadi di Darat 27 KM Barat Daya Kabupaten Deli Serdang. Tepatnnya berada di titik koordinat 3,3 derajat Lintang Utara (LU) dan 98, 49 derajat Bujur Timur (BT). Sementara, hingga kini belum ada laporan korban jiwa atas gempa tersebut.

Sebelumnya, Gempa di Deli Serdang juga terjadi di hari yang sama pada pukul 00.11 WIB, dengan skala MMI dilevel IV.

Getaran gempa tersebut, sampai dirasakan di wilayah Sinabung dengan kekuatan 4.2 SR, yang bertitik koordinat 3.37 LU dan 98.51 derajat BT. Dengan kedalaman 10 KM yang berpusat di barat 22 KM Barat Daya Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.


Laelie Ali Alamsyah

(Foto: Website KPU DKI Jakarta/ Illustrasi KPU)

 

Jakarta, Laporannews - Pesta demokrasi di DKI Jakarta tinggal menghitung hari. Namun beberapa survey, sebelumnya melakukan prediksi bahwa tidak ada satu pun calon yang mencapai angka 50% lebih. Jika tidak terjadi mencapai 50%, maka pada 15 Februari mendatang, pihak KPU DKI tentunya akan melakukan putaran kedua.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, Sumarno menjelaskan, teknis putaran kedua akan dilaksanakan, apabila penghitungan suara kandidat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI tidak ada yang mencapai 50%.

"Jika pada Pilkada 15 Februari mendatang tidak ada calon mendapatkan suara 50 persen lebih maka akan dilaksanakan putaran kedua pada April 2017," katanya di Markas Kodam Jaya, Cililitan, Senin (13/02).

Ia menambahkan,  putaran kedua juga bisa dilaksanakan pada dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mendulang suara pemilih terbanyak.

"Kalau nanti ada calon memperoleh suara lebih dari 50%, langsung ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Tetapi kalau tidak ada calon yang lebih dari 50%, maka KPU DKI akan memutuskan ada putaran kedua, yang ikuti paslon pertama dan kedua perolehan suara terbanyak. Sehingga hanya dua paslon," imbuhnya.

Di samping itu, jika pemilihan pada hari Rabu (15/02/2017) selesai, maka pihak KPU DKI akan langsung melakukan rekapitulasi suara pada siang harinya.

"Penghitungan suara dilakukan setelah pukul 13.00 WIB. Kemudian akan dicatat dan diadministrasikan kedalam sertifikat penghitungan suara namanya C1. Selain sertifikat dan semuanya akan diberikan saksi paslon, beberapa pengawas TPS, Bawaslu, dan akan ditempelkan dan akan dikirimkan ke Kecamatan," ujarnya.

Ia juga memberikan kesempatan kepada pasangan calon, jika ada yang melakukan gugatan sengketa Pilkada ke Mahkamah Konsititusi, maka pelaksaan putaran kedua akan dilaksanalan Juni 2017.

"Kalau paslon ada hal yang mesti dipersengketakan hasil pemungutan suara bisa dilakukan gugatan ke MK paling 3 tiga hari setelah penetapan hasil penghitungan suara oleh KPU. Kalau ada gugatan di MK putaran kedua seandainya ada, maka putaran kedua dilaksanakan Juni 2017. Tapi kalau tidak ada gugatan akan dilaksanakan bulan April 2017. Insya Allah putaran kedua 19 April," paparnya.


Muhammad Reza

 


(Foto: Website BMKG)

 

Jakarta, Laporannews - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi gempa berkekuatan 5,2 skala Richter (SR) terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada Senin (13/02/2017) Pukul 15.12 WIB.

Pusat gempa berada di kedalaman 49 kilometer dan tidak berpotensi Tsunami. Gempa terjadi pada koordinat 7,94 Lintang Selatan dan 108,34 Bujur Timur dan 33 kilo meter tenggara Tasikmalaya.

Selain itu, Hingga sore ini, BMKG mencatat ada tiga aktivitas gempa yang terjadi sepanjang Senin, 13 Februari 2017. Gempa pertama terjadi di 42 kilometer Sumbawa Nusa Tenggara Barat dengan kekuatan 5,2 skala richter dan terjadi di kedalaman 207 kilometer. Gempa ini terjadi pukul 10.08 WIB.

Gempa berikutnya, terjadi di wilayah Puncak Papua. Tepatnya di 17 kilometer barat daya Puncak Papua dengan kekuatan 5,2 skala richter dan terjadi di kedalaman 156 kilometer. Dan Gempa selanjutnya terjadi di darat, menimpa wilayah Sibolangit, Deli Serdang, dengan kekuatan 4,2 skala richter di kedalaman 10 kilometer. Gempa ini terjadi sekira pukul 13.36 WIB.

Belum ada informasi terkait kerusakan yang terjadi akibat gempa itu. sampai tulisan ini dimunculkan, pihak BMKG juga belum bisa menyampaikan ada korban apa tidak.


Laelie Ali Alamsyah

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan