Regional

(Foto: Humas KKP)

 

Buton Selatan, Laporannews - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), saat ini bukan saja berfokus terhadap memerangi penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing). Namun juga sejak setahun terakhir, KKP dengan tegas berupaya memberantas penangkapan ikan dengan cara yang merusak lingkungan (destructive fishing). Hal itu diutarakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat nelayan di Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, Selasa malam (21/03/2017).

Menurut Menteri Susi Pudjiatuti, hingga saat ini destructive fishing masih banyak ditemui dan terjadi dibeberapa daerah, dengan cara menggunakan bahan peledak (bom ikan) dan juga potasium.

"Saat keliling Indonesia, masih banyak ditemukan karang-karang yang rusak karena di bom, seperti di Maluku, NTT, NTB dan Sorong - Papua Barat", ujar Susi saat berdialog dengan warga dan nelayan, di Buton Selatan, Selasa malam (21/03).

ia pun sangat menyesalkan karena ternyata orang Buton, Bugis dan/atau Sulawesi disebut-sebut sebagai nelayan bom ikan yang telah merusak ekosistem perairan di beberapa wilayah tersebut. Untuk itu, ia meminta agar masyarakat Buton tidak lagi menggunakan bom ikan untuk menangkap ikan di laut. Padahal menurut Menteri Susi, nelayan Sulawesi dikenal dan diperhitungkan dunia atas kehebatan, kepandaian dan kepiawaiannya sebagai pelaut.

"Jadi kalau seperti itu kita harus bisa merubahnya. Jangan sampai kebesaran kemaritimannnya orang Sulawesi dan orang Buton di capnya jadi tidak baik. Saya minta dengan kesadaran penuh, sukarela, sabar, bertaubat untuk tidak akan nge-bom karang lagi," tuturnya dalam rilis yang diterima Laporannews.

Iapun meminta, peran serta pemerintah daerah serta kepolisian untuk dapat menindak tegas para nelayan nakal yang masih menggunakan bom ikan dan potasium. "Saya minta semua aparat mulai bulan April nanti tidak boleh ada lagi pengeboman atau tukang bom lagi. Dua minggu ini dipakai untuk amnesti, serahkan semua peralatan serta bahan baku (bom ikan)  portas yang ada, saya tidak mau dengar lagi," tegasnya.

Selain itu, pemerintah melalui KKP akan melakukan asistensi penggantian alat tangkap yang ramah lingkungan. "Para pemilik yang biasa menyelam (menangkap ikan) pakai dynamit, pakai portas tolong untuk (diminta) menyerahkan diri dan didaftar. Nanti dari KKP akan bantu alat tangkap yang benar," imbuhnya.

Sejalan dengan hal itu, pemerintah telah berupaya untuk memberikan perlindungan terhadap nelayan, serta membuat peraturan yang bermanfaat bagi kesejahteraan nelayan. "Saya membuat aturan bukan untuk menyusahkan nelayan, jangan berpikiran seperti itu. Peraturan dibuat, agar supaya ikan dilaut kita tetap banyak. Jika pemerintah memberikan bantuan sosial ada batasnya, akan ada habisnya," ujarnya.

Peraturan itu, tidak terlepas dari prinsip-prinsip pemerintah Presiden Jokowi yang mengutamakan kekuatan maritim, menjadikan Indonesia pusat kegiatan ekonomi kemaritiman yang dinamakan poros maritim dunia.

"Pemerintah juga ingin menjadikan laut masa depan bangsa kita, tidak hanya untuk kita saja namun juga anak cucu kita ratusan tahun kemudian. Berarti sumber daya kelautan kita harus dijaga keberlanjutan atau kelestariannya," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Susi juga mengingatkan semua nelayan yang hadir untuk mendaftarkan diri dalam program asuransi nelayan. Ia menjelaskan, nilai santunan yang akan diberikan pemerintah melalui asuransi tersebut, yakni meninggal dilaut Rp 200 juta atau didarat Rp 160 juta. "Kalau sakit ada pengobatan ditanggung asuransi Rp 20 juta. Mengalami kecelakaan dilaut dan cacat tetap Rp 100 juta. Tapi tentunya bukan kecelakaan karena bom ikan ya," tutupnya.


A. Ainul Ghurri

 

Bogor, Laporannews – Penolakan yang dilakukan oleh sopir angkutan umum terhadap adanya ojek online semakin menjadi. Hal ini dilihat dari banyaknya angkutan umum yang tidak beroperasi seperti biasanya. Warga pun kebingungan dan harus mencari moda transportasi lainnya.

Untuk membantu masyarakat, pihak kepolisian, TNI, Pemkot/Pemkab Bogor menyediakan kendaraan untuk mengangkut penumpang yang terlantar. Kendaraan operasional tersebut disiapkan di beberapa titik keramaian.

"Dari Polri 10 kendaraan baik truk maupun bus, dari TNI ada 15 truk. Kendaraan-kendaraan itu disiapkan di beberapa titik keramaian. Seperti Terminal Baranangsiang, Stasiun Bogor dan beberapa lokasi lainnya. Kendaraan itu nanti juga berkeliling mengangkut penumpang," kata Kabag Ops Polresta Bogor Kota, Kompol Tri Suhartanto, Selasa (21/3/2017).

Warga juga dihimbau agar tidak khawatir karena Polresta Bogor terus menyediakan truk dan bis yang bisa ditumpangi warga untuk beraktifitas seperti biasa.

Beberapa angkutan umum di Bogor hanya sedikit yang beroperasi, seperti angkot trayek 08 jurusan Pasar Anyar-Cibinong yang biasanya melewati Jalan Raya Bogor-Jakarta tidak terlihat beroperasi. Jalan Raya Soleh Iskandar yang menjadi jalur trayek angkot 32 jurusan Cibinong-Ciomas (Pagelaran) nampak sepi. Ratusan sopir angkot kawasan Cileungsi, Bogor memilih mogok beroperasi.

Salah satu warga pun terkena dampak dari adanya mogok angkutan yang dilakukan oleh sopir angkot di Bogor, Jawa Barat. Mereka mengaku mengalami penurunan omzet sekitar 30-40% karena tidak ada angkot yang malas pergi ke pasar.

"Mau pergi belanja ke pasar jadi susah. Bingung bawa barang belanjaan gimana. Kebanyakan yang belanja biasa pakai angkot. Enggak ada angkot ya orang juga males pergi ke pasar," kata Asep pemilik warung nasi di Jalan Malabar, Kota Bogor, Selasa (21/3/2017).


Indah Putri Wahyuningsih

(Foto: Humas KKP)

 

Kolaka, Laporannews - Dalam kunjungan kerjanya di tambak yang berlokasi di Kabupaten Kolaka, Kecamatan Pomala, Sulawesi Tenggara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyempatkan melakukan Panen Udang bersama petambak dan pembudidaya udang.

Menteri Susi menilai udang yang dihasilkan sangat bagus dan sehat. Adapun udang yang dipanen adalah jenis vaname sebanyak 13 ton yang berasal dari 5 petak tambak berukuran 300 meter persegi. "Tadi luar biasa Pak, panen besar-besar udangnya. Saya rasa vanamenya masih sehat-sehat," puji Menteri Susi kepada pemilik tambak dalam acara Dialog Bersama Pembudidaya usai panen di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (20/03).

Meski begitu, Menteri Susi mengingatkan tentang penyakit genetis pada udang vaname yang mengakibatkan kerugian luar biasa. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para petambak dan pembudidaya. Pasalnya, di beberapa negara sudah mengalaminya.

"Saya harap para pembudidaya cermat dan semoga memang tidak terjadi di Indonesia. Jangan sampai, kita tahunya setelah kecelakaan," imbuhnya dalam rilis yang diterima Laporannews.

Selain itu, Menteri Susi juga menyoroti tambak-tambak yang tidak produktif di Kolaka. Revitalisasi tambak udang di Kabupaten Kolaka akan menjadi salah satu program kerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurutnya, apabila pemerintah melalui BUMN (Perindo dan Perinus) ingin berinvestasi akan mahal sekali jika 1 hektar tambak dijual masyarakat Rp 1 Miliar.

"Tapi saya akan minta agar BNI dan BRI memberikan pinjaman kepada petambak untuk menghidupkan tambak-tambak tidak produktif. Perindo dan Perinus yang menjadi inti dari plasma petambak udang di Kolaka karena potensinya besar sekali," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi juga mengutarakan agar pembudidaya tidak boleh menggunakan bahan pemberantas hama udang secara berlebihan, karena dapat menurunkan kualitas udang dan juga merusak ekosistem. Ia juga menghimbau pembudidaya untuk dapat mengatur aliran air ke tambak udang dengan baik, harus ada tanaman bakau yang hidup di kawasan perairan. Ia pun menghimbau para pembudidaya untuk cermat dan memperhatikan kelestarian ekosistem dalam melakukan budidaya udang.

 

 

"Kalau bisa wilayah masuknya air, bakaunya harus hidup. Kalau bakaunya dihabiskan, nanti ekosistemnya yang terganggu. Tadi Pak Bupati janji tidak akan ada bangunan yang merusak bakau dekat tambak. Bakau-bakau itu untuk menjaga tambak," tuturnya.

Dalam dialog tersebut, Menteri Susi juga melarang nelayan untuk menggunakan bom ikan. Ia pun mengatakan, jika Kolaka bersih dari bom ikan, hadiah 5 ekskavator akan diberikan pemerintah melalui KKP.

Tak lupa, Menteri Susi juga berpesan untuk tidak menggunakan plastik, mengingat saat ini sudah ada jutaan ton sampah plastik yang berada di perairan Indonesia. Ia pun mengajak perusahaan BUMN di Kolaka untuk menggalakkan aksi bebas sampah plastik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kalau laut kita semua penuh dengan sampah plastik, ikan-ikan bapak juga hilang. Ini harus ditangani serius Antam, BRI, BNI ayo bikin CSR untuk Kolaka. Beli mesin recycle. Nanti takutnya, lebih banyak sampah plastiknya daripada ikannya," tutupnya.


A. Ainul Ghurri

 

(Illustrasi Hukum)

 

Jakarta, Laporannews – Polisi masih menyelidiki penyebab dan faktor utama jatuhnya lift yang ada di kawasan Blok M. Peristiwa tersebut terjadi seusai sholat Jum’at, (17/3/2017) lalu. Sebanyak 25 korban dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) dan puskesmas sekitar. Rencananya, hari ini pihak berwajib akan memanggil 7 orang saksi termasuk pengelola gedung tersebut.

"Hari ini kami akan memintai keterangan saksi-saksi, termasuk dari pengelola mal," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Hermanto, Senin (20/3/2017).

Budi juga mengatakan bahwa pihaknya akan mendalami kasus tersebut. Dalam pemeriksaan yang dilakukan pagi ini, Senin (20/3/2017), Budi juga akan meminta keterangan mengenai perawatan lift oleh pihak manajemen mall tersebut.

Selain pemeriksaan yang dilakukan, polisi juga akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari barang bukti yang ada di sekitar lokasi jatuhnya lift bermuatan 25 orang tersebut. Olah TKP pertama telah dilakukan pada Sabtu, 18/3/2017) lalu. Namun, menurut polisi, olah TKP tersebut belum maksimal karena rutinitas yang ada di mall tersebut sangat ramai dan perlu diadakannya olah TKP selanjutnya.

"Olah TKP kedua waktunya akan ditentukan nanti, yang suasananya sepi dan memungkinkan sehingga bisa dilakukan olah TKP dengan baik,” ujar Kasubbag Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Purwanto.

Purwanta menambahkan, hasil olah TKP pertama dan kedua akan dipadukan dan disimpulkan apa yang membuat lift tersebut jatuh sehingga membuat 25 orang pengunjung Blok M Square menjadi korban. 


Indah Putri Wahyuningsih

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews – Pembangunan wilayah perbatasan merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang disebut dengan Nawacita. Hal itu terdapat pada poin ketiga dari Nawacita yang berbunyi, Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Selama tiga hari, Presiden Jokowi berkunjung ke daerah perbatasan untuk meresmikan sejumlah proyek. Salah satunya meresmikan delapan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kalimantan Barat.

Ia mengintruksikan kepada jajaranya untuk membangun pasokan listrik disetiap daerah, agar kesejahteraan masyarakat terpencil bisa terpenuhi. Selain itu, para investor bisa berinvestasi diperbatasan daerah sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi penduduk setempat dan pertumbuhan ekonomi daearah melebihi rata-rata nasional.

"Supaya pertumbuhan ekonomi daerah melebihi rata-rata nasional, pasokan listrik harus terjamin. Kalau tak disiapkan, bagaimana investor mau bangun hotel, pabrik, dan industri untuk membuka lapangan kerja bagi penduduk daerah," ujar Presiden Jokowi saat meresmikan 8 PLTG di Kalimantan Barat, Sabtu (18/03).

Sebagai informasi, PLTG Bergerak Pontianak yang berkapasitas 100 MW dapat menyediakan listrik bagi 120.000 pelanggan baru. Tujuh PLTG yang beroperasi untuk memenuhi kebutuhan daerah yang selama ini defisit pasokan listrik.

Presiden Jokowi, menyempatkan diri meninjau PLTG Bergerak Pontianak yang terletak berdampingan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jungkat berdaya 2 x 50 MW dengan nilai proyek Rp 1,5 triliun yang dibangun pada 2009, tetapi tak kunjung selesai.

"Silakan diteruskan (PLTU Jungkat) supaya bermanfaat bagi masyarakat. Dikerjakan betul sehingga kapasitas nanti bisa maksimal. Jangan sampai diteruskan hanya untuk menutupi masalah. Ada yang hanya dicat baru, ada yang diberikan turbin, tetapi turbin lama. Jangan dipikir saya tidak tahu. Saya ini bekerja detail," pungkasnya.


Kalam Sanjaya

 

Bandung, Laporannews - Walikota Bandung, Ridwan Kamil, semakin mantap mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. Pencalonnya pun mendapat tanggapan baik dari berbagai pihak. Masyarakat Jawa Barat pun antusias dengan keputusan Kang Emil dan berharap ia bisa memajukan Jawa Barat seperti kota Bandung saat ia terpilih nanti.

Tak hanya masyarakat, beberapa partai politik pun sudah mendeklarasikan dukungannya untuk Kang Emil. Partai NasDem menggelar deklarasinya hari ini, Minggu (19/3/2017) yang bertempat di Monumen Bandung Lautan Api, Tegalega, Kota Bandung.

Dalam deklarasinya, Kang Emil dijemput oleh massa NasDem dari rumah pendopo, rumah dinas walikota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Minggu (19/3/2017). Massa dan simpatisan NasDem lalu mengarak Kang Emil menuju panggung deklarasi di Monumen Bandung Lautan Api. Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menyebut konsep long march Emil ini agar terasa lebih dekat dengan masyarakat. "Kang Emil langsung menyapa warga. Jadi lebih familiar, warga pun bisa interaksi dan komunikasi dengan Kang Emil," ucap Saan.

Setiba di gerbang Lapangan Tegalega atau area Monumen Bandung Lautan Api, Kang Emil dan Saan menunggangi Sisingaan menuju panggung deklarasi. Di lokasi, sudah ada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. NasDem mengakui bahwa kursi NasDem belum cukup untuk mencalonkan Kang Emil. Untuk itu, NasDem mengajak 4 partai untuk membantu dalam mendukung Kang Emil diantaranya PKB, PPP, PAN, dan Hanura.

"Kita sebagai partai yang baru ikut Pemilu 2014 lalu, suara NasDem cukup lumayan lah," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa, Minggu (19/3/2017).

Secara umum dalam ranah internal, kini NasDem sedang melakukan konsolidasi, tak hanya untuk Pilgub Jabar 2018, namun juga untuk Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. "Kondolidasi kita sampai tingkat desa dan kelurahan. Kita sudah mulai training saksi-saksi," ujarnya.


Indah Putri Wahyuningsih

Jakarta, Laporannews – Jatuhnya lift di Blok M Square, Jum’at (17/3/2017) membuat publik bertanya-tanya. Pasalnya, siapa yang harus bertanggung jawab atas musibah yang membuat 25 korban harus dilarikan ke rumah sakit? Kejadian ini murni kecelakaan atau memang ada indikasi kurangnya perawatan yang dilakukan oleh pihak pengelola mall tersebut?

Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono sebelumnya mengatakan, pihak Blok M Square akan bertanggung jawab terhadap korban jatuhnya lift. Penelusuran terkait dengan penyebab pasti jatuhnya lift tengah dilakukan.

"Tentu bahwa pihak Blok M Square sudah menyatakan bertanggung jawab untuk semua kejadian ini, dan penanganan semua korban sakit, baik yang berat, sedang, dan ringan," kata Soni saat meninjau lokasi, Jumat (17/03).

Kanit Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Hermanto sebelumnya menyebut ada 6 orang yang diperiksa. Dari empat orang dari pihak Blok M Square, dua orang mengetahui kejadian itu. Rencananya, pengelola gedung tersebut akan dimintai keterangan oleh penyidik.

"Nanti kita pasti akan memeriksa pihak pengelolanya, yang bertanggungjawab maintenencenya siapa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Sabtu (18/03).

Argo juga menambahkan jika pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab utama jatuhnya lift yang ada di kawasan Blok M tersebut. Untuk dapat memastikan, pihak kepolisian akan memeriksa beberapa pihak terkait.

"Kita akan cari tahu mantenence terakhirnya kapan, apakah sudah sesuai SOP, tali slingnya. Itu perlu kita selidiki. Pokoknya yang berkaitan akan kita periksa semua," kata Argo.


Indah Putri Wahyuningsih

 

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Pontianak, Laporannews - Presiden Joko Widodo meresmikan 8 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plant (MPP) dengan kapasitas mencapai 500 MW yang merupakan bagian dari program 35.000 MW, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (18/03/2017).

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka menjelaskan Mobil Power Plant (MPP) dipilih karena beberapa alasan, diantaranya merupakan pembangkit yang canggih untuk solusi yang cepat dan tepat, jangka pembangunan yang cepat, serta pengoperasiannya yang ramah lingkungan dan dapat dipindakan kapan saja.

ia menambahkan, delapan proyek tersebut tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat. Namun peresmian di Pontianak.

“Proyek ini dikerjakan memakan waktu enam bulan. Dari delapan MPP yang dibangun, tujuh pembangkit di antaranya mulai beroperasi berturut-turut sejak Juli hingga November 2016. Satu pembangkit lainnya berhasil beroperasi pada Desember 2016” Kata Made Sabtu (18/03).

Delapan pembangkit yang sudah beroperasi adalah MPP Jeranjang–Lombok dengan kapasitas 2 x25 MW serta mulai operasi sejak 27 Juli 2016. Kemudian, MPP Air Anyir – Bangka berkapasitas 2 x 25 MW dan beroperasi per 13 September 2016. MPP Tarahan – Lampung dengan kapasitas 4 x 25 MW beroperasi pada 29 September 2016.

MPP Nias berkapasitas 1 x 25 MW mulai operasi pada 31 Oktober 2016. MPP Pontianak berkapasitas 4 x 25 MW beroperasi per 8 November 2016. MPP Balai Pungut – Riau berkapasitas 3 x 25 MW dan beroperasi pada 13 Nopember 2016. MPP Suge – Belitung dengan kapasitas 1 x 25 MW dan beroperasi sejak 22 Nopember 2016. Terakhir, Paya Pasir Medan 3 x 25 MW yang baru masuk ke sistem kelistrikan Medan unit 1,2, dan 3 berturut-turut pada 9, 13, dan 16 Desember silam.

Selain itu, dikabarkan Sore hari setelah meresmikan PLTG MPP, Jokowi, Ibu Iriana, dan rombongan akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ-85 melalui Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.


 Martha Reka

 

Jakarta, Laporannews – Blok M Square menjadi sorotan Jum’at ini. Pasalnya, lift yang berisi pengunjung dan karyawan tiba-tiba jatuh dan membuat beberapa orang yang berada di lift tersebut terluka hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan Puskesmas Kebayoran Baru, Jum’at (17/3/2017). Salah seorang pedagang di lantai basement pusat perbelanjaan Blok M Square, Jakarta Selatan, Abdul, mengaku sempat mendengar dentuman keras. Tak disangka, ternyata sebuah lift jatuh.

"Saya awalnya lagi jalan mau ke toilet abis salat. Pas lagi jalan kebetulan lewat lokasi lift ini, langsung kedengaran suara (dentuman) kencang," kata Abdul di lantai basement Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017).

Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada sekitar pukul 12.45 WIB. Belum diketahui pasti penyebab jatuhnya lift maupun jumlah korban. Pada sekitar pukul 13.15, beberapa korban luka tampak ditandu sejumlah orang keluar gedung untuk dibawa ke rumah sakit terdekat yang berjumlah 25 orang.

Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Teguh Wibowo, mengatakan lift yang terjatuh di Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berasal dari lantai 3. Lift terjatuh hingga ke lantai ground Blok M Square.

"Lift terputus dari lantai 3 sampai ground Blok M Square," ujar Teguh kepada wartawan, Jumat (17/3/2017).

Teguh juga menambahkan, berdasarkan kesaksian pengawas petugas kebersihan Blok M Square bernama Ati (35), penyebab lift terjatuh diduga karena kelebihan muatan. Sempat terjadi alarm peringatan, tetapi tetap dipaksakan naik oleh para pengguna lift. Beberapa korban langsung dilarikan ke RSPP dan Puskesmas Kebayoran Baru guna mendapat pertolongan medis. Sebagian korban menderita patah tulang di bagian kaki, leher, tangan, dan kepala. Sebagian yang menjadi korban adalah pengunjung dan karyawan yang baru seusai waktu sholat Jum’at.


Indah Putri Wahyuningsih

 

Jakarta, Laporannews – Menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang akan dilakukan pada 2018 mendatang, beberapa partai politik mulai mempersiapkan nama calon untuk maju dalam pilkada tersebut. Partai Gerindra mengaku sudah ‘dilamar’ oleh 2 orang untuk mengisi kursi nomor 1 di Jawa Barat.

"Sampai sekarang itu sudah ada 2 calon yang juga meminta kepada Gerindra untuk dicalonkan," ujar Wakil Ketua Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Dasco menuturkan bahwa kedua nama tersebut juga bukan berasal dari Partai Gerindra. "Satu politisi di Senayan, perempuan. Tapi bukan dari Gerindra. Satunya (lagi) cowok," kata Dasco memberi teka-teki.

Ia pun menambahkan bahwa saat ini Gerindra sedang fokus pada pilkada DKI Jakarta yang mulai memasuki putaran kedua. Untuk pilkada Jabar belum terfokuskan karena yang lebih dekat adalah pilkada DKI Jakarta.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pun siap mendukung istrinya, Netty Prasetiyani untuk maju dalam pemilihan gubernur Jawa Barat 2018. Sementara itu, Netty menuturkan, dia siap menjadi sosok gubernur yang mau melanjutkan program yang sudah ada sebelumnya. Dia berharap, pendampingnya bukan orang yang anti terhadap program pembangunan dari gubernur sebelumnya.

Beberapa calon yang diprediksi akan maju dalam pilkada Jawa Barat 2018 siap bertarung untuk memperebutkan kursi nomor 1 di Jawa Barat guna membuat perubahan nyata untuk Jawa Barat.

  1. Deddy Mizwar
  2. Ridwan Kamil
  3. Netty Prasetiyani
  4. Dedi Mulyadi
    Indah Putri Wahyuningsih

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan