Regional

 

Jakarta, Laporannews - Keberadaan Suku Mante di Provinsi Aceh menjadi viral beberapa hari terakhir ini dan diperbincangkan banyak netizen di media. Akibat adanya unggahan video suku Mante yang lari saat bertemu komunitas motor trail asal Banda Aceh yang direkam oleh salah satu pengendara motor tersebut.

Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Zaini Abdullah mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk meneliti keberadaan Suku Mante dan Pemerintah juga akan melakukan pendekatan suku Mante melalui ulama untuk dapat berhubungan dengan suku Mante.

"Sudah dibentuk timnya untuk menelusuri, karena ini menyangkut sejarah Aceh sangat banyak," kata Zaini, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Ia juga mengatakan, belum pernah melihat suku yang memiliki perawakan kecil ini secara langsung. Namun, menurut Zaini banyak orang-orang tua mengatakan keberadaan Suku Mante sebagai sesuatu yang benar. 

Menurut Zaini, suku Mante yang muncul dipedalaman bisa saja disebabkan karena aktivitas illegal logging (pembalakan liar) sehingga hutan di Aceh semakin berkurang dan membuat para satwa keluar karena habitatnya hilang.

"Saya kira ini menyangkut dengan illegal loging, moratorium dengan mining. Saya kira ini bersangkutan satu sama lain, juga ini efeknya ke sana juga. Di samping satwa yang keluar, manusia juga. memang ada , kita akan coba melindunginya nanti," ujarnya. 


 Martha Reka

(Istimewa)

 

Sumatera Barat, Laporannews - Ketua DPR RI Setya Novanto bertemu Mahasiswa dan Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sumatera Barat, Pariaman, (Sabtu 25-03-2017). Pertemuanya itu untuk menghadiri acara forum seminar nasional yang membahas seputar penguatan ekonomi mikro & UMKM.

Dalam pemaparannya, ia memberikan motivasi dan berbagi pengalaman dengan para mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa kalangan muda khususnya para mahasiswa jangan takut berwirausaha. Selain belajar di kampus, mahasiswa juga sebaiknya memulai bisnis sekecil apapun. Dari pemaparanya itu, ia pun menceritakan masa mudanya saat kuliah di Surabaya, Jawa Timur.

"Saat mahasiswa, agar tidak perlu membayar kos, saya menjadi supir keluarga di tempat saya tinggal. Saya juga jadi pembantu, membersihkan rumah, dan lainnya," katanya dikampus STIE Sumatera Barat, Sabtu (25/03).

"Pagi hari sebelum menjadi supir mengantar anak-anak tuan rumah ke sekolah, jam 4 pagi saya jualan beras di pasar Surabaya. Dari situ saya mulai kumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk keperluan kuliah," imbuhnya dalam rilis yang diterima Laporannews.

Tumbuh dan besar dengan kondisi perekonomian yang kurang mampu, tidak menjadikan Novanto minder atau kehilangan kepercayaan diri. Bahkan, dirinya menceritakan pernah menjadi tukang cuci mobil di salah satu dealer di Surabaya.

"Mungkin karena melihat etos kerja saya, singkat cerita, suatu hari pemilik dealer menanyakan kepada saya bagaimana cara meningkatkan penjualan mobil dan menaikan omset perusahaan. Karena saya kuliah mengambil akuntansi, saya sedikit banyak tahu tentang perekonomian. Alhamdulillah, akhirnya saya dipercaya menjadi Ketua penjualan mobil Indonesia bagian timur di perusahaan tersebut," kenangnya.

Sampai akhirnya bisa menjadi pengusaha nasional dan Ketua DPR RI, semua itu menurutnya tidak terlepas dari semangat dan kerja keras.

"Darimanapun asal usul adik-adik mahasiswa semua, dari latar belakang keluarga yang mampu atau tidak mampu, di hadapan Tuhan, status sosial kita sama. Karena itu, jangan pernah kehilangan kepecayaan diri dan jangan pernah takut melangkah," tuturnya.

Ia mengaku kagum dengan masyarakat Minangkabau. Pasalnya, ia menilai bahwa masyarakat Minangkabau memiliki etos kerja yang tinggi, terutama dalam hal perdagangan. Semangat inilah yang akan menumbuhkan para wirausahawan dari berbagai tingkatan.

Khusus mengenai penguatan usaha Mikro dan UMKM, ia mengajak semua para pelaku usaha di tanah Minangkabau untuk memanfaatkan program pemerintah berupa pemberian subsidi bunga untuk kredit usaha rakyat (KUR).

Upaya pemerintah mendorong KUR melalui kebijakan subsidi bunga adalah langkah strategis, tidak hanya untuk memajukan UMKM, melainkan juga untuk menyelamatkan perekonomian nasional dari ancaman pertumbuhan rendah dan minimnya kesempatan kerja.


Kalam Sanjaya

 

(Foto: Humas KKP)

 

Kendari, Laporannews – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memberikan berbagai upaya kemudahan bagi nelayan, termasuk dalam pengurusan perizinan kapal dengan membuka gerai perizinan. Sedangkan untuk kapal di bawah 10 GT sudah tidak diperlukan izin lagi, serta tidak dipungut atau membayar biaya apapun. Hal itu sebagaimana Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan tanggal 7 November 2014 yang lalu.

Dalam kunjungan kerja di wilayah Kendari Provinsi Sulawesi, Jumat (24/03/2017), Menteri Susi Pudjiastuti memberikan pengarahan kepada nelayan untuk melakukan pengajuan kepengurusan perizinan kapal, agar kapal-kepal nelayan bisa terdata dengan sistematis. Adapun untuk mempermudah proses pengajuan dan pengurusan dokumen perizinan kapal perikanan tangkap diatas 30 GT, KKP akan membuka gerai perizinan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari.

"1 sampai 30 April dibuka gerai disini semua kapal harus daftar. Tapi GT nya harus benar tidak boleh bohong," kata Menteri Susi saat berbincang dengan nelayan Kendari, Jumat (24/03).

Tidak hanya proses pengurusan dokumen yang lebih dipermudah, KKP juga memastikan penerbitan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang akan dilayani di gerai perizinan PPS Kendari tidak lebih dari satu bulan, bahkan hitungan hari saja asalkan, dokumen lengkap dan membayar PHP, serta dipastikan tidak ada biaya administrasi.

Menanggapi keluhan belum bisa beroperasinya kapal ikan bantuan KKP tahun 2016 karena belum keluar SIPI-nya, hal itu menurut Menteri Susi dikarenakan pengurusan dokumen di Kementerian Perhubungan mensyaratkan harus berbadan hukum sehingga dihimbau untuk dibentuk koperasi agar pertanggungjawabnya lebih mudah.

"Perkumpulan tidak bisa, hanya perorangan atau koperasi. Kalau KUB (Kelompok Usaha Bersama) atau perkumpulan, katanya orangnya banyak tapi ternyata hanya satu orang yang punya," ujarnya dalam rilis yang diterima Laporannews.

(Menteri Susi Pudjiastuti saat berbincang dengan Nelayan Kendari)

Dalam dialog dengan nelayan di PPS Kendari, Menteri Susi juga menjelaskan bahwa Laut Banda merupakan daerah pemijahan (breeding ground) dan daerah bertelur (spawning ground) bagi seluruh ikan tuna yang ada di dunia dan di Indonesia, termasuk cakalang. Hal itulah yang mendasari mengapa nelayan Kendari tidak diizinkan menangkap ikan di WPP 714 tersebut.

"Kalau Laut Banda-nya diambil, baby tunanya kena semua, cakalang besar di atas 1 kilo tidak akan Bapak dapatkan lagi. Saya mohon maaf tidak bisa mengizinkan itu. Bapak bisa tangkap banyak di sekitar Tomini, WPP 715 itu kan dekat," jelasnya.

Menteri Susi juga mengimbau bagi pemilik purse seine tidak diperbolehkan menangkap ikan dibawah 4 mil, agar tidak  menghabiskan ikan yang seharusnya ditangkap nelayan kecil dan merusak terumbu karang. Lebih lanjut Menteri Susi menambahkan, pemerintah sudah mengasuransikan nelayan dengan ukuran kapal dibawah 10 GT.

"Bagi yang belum, dapat mendaftarkan ke kantor PPS Kendari. Tapi kalau ABK (awak kapal perikanan) itu kewajiban pemilik kapal bukan pemerintah yang bayar," pungkasnya.


A. Ainul Ghurri

 

(Foto: Humas KKP)

 

Kendari, Laporannews – Dalam melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Tenggara, selama empat hari Menteri Susi berlayar menggunakan KRI Terapang 648. Ia bersama rombongan tiba di Kendari pada Jum'at pagi (24/03/2017), setelah sebelumnya mengunjungi Kabupaten Wakatobi, Kota Baubau dan Kabupaten Kokala.

Kedatangannya disambut antusias masyarakat yang ingin menyapa dan berjabat tangan langsung, beberapa diantaranya berebut melakukan swafoto dengan Menteri Susi. Turut mendampingi, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja dan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satya.

Dalam kunjungan kerja ke Kota Kendari, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpesan kepada masyarakat nelayan untuk membantu pemerintah dalam menjaga kelestarian laut. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah bekerja keras memberantas penangkapan ikan secara ilegal dengan mengusir kapal asing, maka sudah sepatutnya nelayan juga bekerja bersama pemerintah untuk menjaga laut dan kelestarian terumbu karangnya.

Menurut Menteri Susi, kebijakan pemerintah yang sudah bagus, harus dijaga oleh nelayan dan pelaku usaha perikanan tangkap. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2016, pemerintah melarang asing untuk masuk dalam bisnis penangkapan ikan, yang artinya pengusaha-pengusaha dalam negeri yang berhak terhadap lautan Indonesia. Perpres itu pun secara tegas diutarakan Menteri Susi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kendari dan juga berdialog dengan nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Jumat (24/03/2017).

Menteri Susi mengatakan, saat ini sumber daya ikan di laut Indonesia sudah banyak karena kapal asing tidak beroperasi lagi. Untuk menjaga agar ikan terus ada, maka terumbu karangnya juga harus dijaga kelestariannya. Ia pun kembali mengingatkan untuk tidak lagi menggunakan bom ikan dan menangkap ikan hidup dengan memakai pottasium harus dilarang karena dapat merusak terumbu karang.

"Nanti kalau terumbu karangnya hilang, ikan mau berumah dimana. Ikan itu kalau sudah dewasa kepinggir, mau berkawin, tidak mau dia di gelombang yang besar, tapi di tempat yang teduh," terang Susi kepada nelayan Kendari, Jumat (24/03).

(Menteri Susi Pudjiastuti saat berkunjung ke wilayah Kendari)

Nelayan asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara memang sudah dikenal oleh nelayan di daerah lain yang katanya sering merusak terumbu karang. Menteri Susi juga menyebutkan, Pulau Sapodan Laut diketahui menjadi lokasi untuk membuat bom ikan dan menimbun bahan baku pembuat bom.

"Kirim informasi agar Danlanal, Kapolda, Kapolri, dinas tangkap itu orang yang bikin rusak karang. Masyarakat Siskamling didukung Polri, didukung Angkatan Laut, semua kerja sama-sama. tidak ada backing-backing, tidak boleh. Laporin kalau ada backing," tegasnya dalam rilis yang diterima Laporannews.

Selain itu, ia menambahkan, saat ini banyak upaya yang dilakukan kapal asing untuk bisa kembali beroperasi di perairan Indonesia. "Kalau ada kapal asing boleh dilaporkan dan ditangkap. Saat ini kapal asing sudah mencoba kembali masuk perairan kita," imbuhnya.


A. Ainul Ghurri

 

(Foto: Website ragamwisata.com)

 

Bali, Laporannews – Indonesia patut bangga untuk kesekian kalinya, karena Pulau Bali memperoleh predikat sebagai destinasi wisata terbaik di dunia 2017 versi Travellers Choice Award yang dilakukan Tripadvisor.

Destinasi Wisata Bali mengalahkan kota-kota besar di Eropa seperti London, Paris, Roma, New York, Kreta, Barcelona, Siem Reap, Praha, serta Puket. Deretan kota-kota besar di Eropa dan Asia Tenggara tersebut berada pada peringkat kedua hingga kesepuluh.

Seperti dikutip dari website Travel Provider Tripadvisor, Communications Director of TripAdvisor, Janice Lee Fang mengatakan, alasan terpilihnya Bali sebagai penerima penghargaan bergengsi tersebut, banyak travellers merasa puas saat berlibur ke Pulau Dewata tersebut.

“Bali menjadi destinasi favorit banyak travellers sepanjang tahun, 12 bulan,” ujar Janice Lee Fang, Kamis, (23/03).

Ia menjelaskan bahwa aplikasi TripAdvisor banyak digunakan para traveller untuk mencari lokasi-lokasi wisata seperti resort, hotel, restoran dan berbagai rekomendasi  pilihan destinasi terbaik lainnya.

“Website kami membantu travellers dari seluruh dunia, untuk menemukan apa saja di Pulau Bali dengan TripAdvisor. Harapan kami, mereka men-share pengalaman dan sensasi istimewa selama berlibur, untuk berbagi info dengan travellers lain, agar punya mimpi untuk datang ke Bali,” jelasnya.

Selain itu, terpilihnya Bali sebagai destinasi wisata terbaik dunia ditentukan berdasarkan hitungan algoritma dari kualitas dan kuantitas Bali yang diulas para wisatawan setelah mengunjungi pulau berpenduduk mayoritas Hindu tersebut.

Penilaian dilakukan selama satu tahun, di mana aspek penilaian yang dimunculkan antara lain hotel yang paling banyak dikunjungi, restoran dengan pelanggan terbanyak, serta atraksi yang paling sering ditonton dari masing-masing nominasi.

Namun sangat disayangkan, meskipun terpilih jadi destinasi terbaik dunia, tidak ada satu pun pantai di Bali masuk nominasi 25 pantai terbaik di dunia. Nominasi ini direbut oleh negara Brazil yakni pantai Baia do Sancho.


A. Ainul Ghurri

 

(Istimewa)

 

Cilegon, Laporannews – Kadiv Humas Polri Boy Rafli Amar mengatakan, Densus 88 Anti Teror telah menangkap terduga teroris di Cilegon, Banten, Kamis (23/03/2017). Satu orang pelaku mati dan satu orang tertembak. Ketiganya kemudian diamankan oleh pihak Densus 88.

"Empat terduga teroris adalah NK, AB, IB, dan AM. NK tewas dan AM luka tembak. Barang bukinya sebuah pistol FN," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/03).

Menurut keterangan saksi mata, kejadian tersebut pukul 12.00 WIB. Penangkapan pelaku dengan Densus 88 diwarnai baku tembak di depan Pabrik Semen PT. Merah Putih. Jl. Raya Cilegon Anyer Ciwandan, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan Kabupaten Cilegon.

Sebelum melakukan penangkapan di Cilegon, pihak Densus 88 juga menangkap satu orang terduga teroris di wilayah Menes Pandeglang.

“Mereka mencoba melarikan diri dan sempat menabrak mobil petugas. Akhirnya dilumpuhkan, dan dalam perjalanan ke Rumah Sakit satu pelaku meninggal dunia,” tuturnya.

 

(Mobil yang dikendarai terduga teroris)

 

Kelompok ini diduga terlibat dalam aksi terror di Halmahera yang menyembunyikan informasi terkait Abu Asibal yang terlibat bom Thamrin. Kelompok ini juga diduga terkait perakitan bom Gorontalo dan kasus bom Gereja di Samarinda.


A. Ainul Ghurri

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Batam, Laporannews – Presiden Joko Widodo bersama ibu Iriana Jokowi, hari ini melakukan kunjungan kerja ke provinsi Batam, Kepulauan Riau. Turut mendampingi Presiden, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki.

Presiden dan ibu Iriana menggunakan pesawat kepresidenan RJ-85, Presiden ditemani Ibu Negara Iriana Jokowi lepas landas sekitar pukul 09.25 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Rencananya, pesawat diperkirakan tiba di Bandara Hang Nadim Batam. Rombongan Presiden akan  disambut Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjend TNI, Cucu Somantri, Kapolda Kepri Irjen Pol Sambudi Gusdian.

Kunjunganya itu untuk meninjau lokasi pembangunan Bendungan Sei Gong. Tidak hanya bendungan, Presiden bakal menyempatkan berdialog dengan masyarakat serta menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di halaman kantor Camat Galang sekitar pukul 12.00 WIB.

Presiden dan Ibu Negara juga akan menyerahkan sejumlah bentuk bantuan sosial nontunai kepada masyarakat. Bantuan itu berupa Kartu Indonesia Pintar, Pemberian Makanan Tambahan, Program Keluarga Harapan dan Kartu Indonesia Sehat.

Pada sore harinya, Presiden dan rombongan berencana bertolak menuju Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.


Kalam Sanjaya

 

(Foto: Humas KKP)

 

Baubau, Laporannews - Dalam rangka kunjungan kerja ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menyempatkan diri menyapa dan berdialog langsung dengan masyarakat pembudidaya rumput laut dan mutiara di Kecamatan Palabusa. Temu dialog ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya terutama terkait permasalahan serta kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan usaha budidaya.

Sebelum berdialog dengan masyarakat Palabusa, pada pagi harinya Menteri Susi meninjau langsung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo. Ia menyampaikan hal yang sama kepada nelayan yang berada di lokasi peninjauan, yakni membuat koperasi dan mengimbau untuk tidak lagi menangkap ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) dan pottasium karena dapat merusak ekosistem terumbu karang.

Permasalahan yang utama berkaitan dengan kualitas bibit rumput laut yang rendah, sulitnya akses pasar, harga jual yang rendah, hingga kurangnya armada kapal untuk menanam atau mengangkut hasil panen. Hal itu, dikeluhkan oleh pembudidaya kerang mutiara, mereka menginginkan adanya tambahan armada kapal katinting (dibawah 3 GT) sebagai sarana penunjang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Susi mengimbau pembudidaya dan nelayan untuk membangun koperasi agar bantuan pemerintah dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran.

"Bapak dan Ibu buatlah koperasi, supaya kita (KKP) bisa bantu. Pemerintah ingin memberikan bantuan yang tepat sasaran, karena KUB (Kelompok Usaha Bersama) pertanggungjawabannya sulit," ungkap Susi dalam dialog dengan masyarakat di Kecamatan Palabusa, Kota Baubau, Rabu (22/03).

Ia memastikan, setelah bantuan diberikan, koperasi dapat dijalankan dengan baik. Koperasi juga harus betul-betul beranggotakan pembudidaya/nelayan, pengurusnya dapat berasal dari anak muda setempat lulusan SMA, serta pejabat daerah sebagai pembinanya.

"Nanti dapat bantuan harus dipakai rame-rame, hasilnya juga. Kalau berjalan bagus, rukun, nanti bisa ditambah lagi (bantuannya)," jelasnya dalam rilis yang diterima Laporannews.

Terkait permasalahan harga dan akses pasar, ia menyarankan, supaya ada kesepakatan harga yang baik antara pembudidaya rumput laut dan tengkulak. Lanjutnya, untuk mendongkrak harga, rumput laut bisa dijual sekaligus dalam jumlah besar dengan sistem lelang dan pemerintah akan membantu mendatangkan pembelinya dari luar kota. "Koperasi yang menentukan jadwal lelangnya, bisa sebulan dua kali," ujarnya.

Adapun untuk kebutuhan bibit rumput laut, KKP bersama Dinas Kelautan dan Perikanan setempat akan mendatangkan bibit berkualitas baik dari daerah lain serta membangun pusat pembibitan rumput laut di Baubau.

Terakhir, melihat banyaknya sampah di sekitar perairan yang menjadi lokasi budidaya, ia mengimbau agar tidak membuang sampah plastik ke laut. "Tidak boleh buang sampah dilaut, kualitas mutiara jadi jelek," tegasnya.


 

A. Ainul Ghurri 

(Foto: Website kpk.go.id)

 

Jakarta, Laporannews – Bupati Klaten, Sri Hartini memenuhi pemanggilan Komisi Pemeriksaan Korupsi (KPK) terkait kasus jual beli jabatan di pemerintahan kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu, (22/3/2017).

"KPK hari ini memeriksa SHT (Sri Hartini) sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Pemkab Klaten," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (22/03).

Sri Hartini tiba di gedung KPK pada pukul 10.00 WIB dengan menggunakan rompi berwarna oranye dan menumpang mobil tahanan KPK. Selain Sri Hartini, KPK juga memanggil ketua PAC PDI Perjuangan, Hartono dan Kepala Tata Usaha SMPN 1 Kebon Arum Widyastuti yang akan diperiksa sebagai saksi. Sebelumnya, wakil bupati Klaten, Sri Mulyani juga diperiksa oleh KPK sebagai saksi terkait kasus yang menyeret nama bupati Klaten.

KPK resmi menetapkan Bupati Klaten Sri Hartini sebagai tersangka kasus dugaan suap jual-beli jabatan terkait rotasi sejumlah jabatan di Pemkab Klaten.

Dalam perkembangan penyidikan, penyidik KPK menyita Rp 3 miliar di kamar anak Sri Hartini, Andy Purnomo yang juga anggota DPRD Klaten. Andy diduga sebagai pengepul uang jual beli jabatan.

Pada awalnya KPK menyita uang Rp 80 juta dari rumah pribadi Sri Hartini. Selanjutnya, ada pula uang Rp 2 miliar, USD 5.700, dan SGD 2.035, yang turut disita dari rumah dinas Sri saat operasi tangkap tangan pada 30 Desember 2016.

KPK kembali menggeledah rumah dinas Sri pada Minggu (1/1/2017) dan menemukan uang Rp 3 miliar di kamar anaknya, Andi Purnomo, serta Rp 200 juta di kamar Sri. Andi, yang juga anggota DPRD Klaten, sempat diperiksa KPK terkait dengan kasus yang menjerat ibunya. 


Indah Putri Wahyuningsih

(Foto: Website bmkg.go.id)

 

Jakarta, Laporannews – Provinsi Bali diguncang gempa sebesar 6,4 skala richter yang berpusat pada koordinat 8.88°LS dan 115.24°BT ini terjadi pada pukul 07.10 WITa. Gempa berada pada kedalaman 117 km yang lokasinya di 23 km tenggara dari Kota Denpasar. Rupanya, gempa ini tak hanya dirasakan di Bali, beberapa kota di Jawa Timur ikut merasakan.

"Dilaporkan, guncangan gempa bumi ini dirasakan oleh hampir semua orang di Provinsi Bali. Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shake map) menunjukkan bahwa wilayah selatan Bali seperti Kuta, Tabanan, Mataram mengalami guncangan dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau III-IV MMI. Kemudian Banyuwangi, Taliwang, Karangkates, Sawahan, dan Bima dengan skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI)," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (22/3/2017).

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Ade Setiawan menyatakan, getaran gempa yang terasa di 15 kecamatan Banyuwangi itu sempat membuat bangunan dan kaca-kaca gedung bergetar kuat. Namun belum ada laporan kerusakan bangunan yang signifikan.

"Dari 24 kecamatan yang ada di Banyuwangi, 15 kecamatan sudah ada laporan masyarakat merasakan tapi sampai sekarang tidak ada kerusakan signifikan," jelas Ade. 

Menurut ketua BMKG Bali, M. Taufik, gempa yang diprediksi tidak berpotensi tsunami. Namun, guncangan gempa tersebut membuat banyak warga panik dan berhamburan keluar rumah. Gempa terjadi saat warga ingin memulai aktifitasnya.

"Termasuk kategori sedang, tidak berpotensi tsunami. Kalau ada potensi tsunami pasti akan kami peringati," kata Taufik Rabu (22/3/2017).

Taufik juga menambahkan jika gempa yang terjadi di perairan selatan Denpasar diakibatkan adanya pertemuan dua lempeng bumi sehingga sangat wajar jika terjadi gempa.


Indah Putri Wahyuningsih

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan