Regional

 

Makassar, Laporannews – Salah satu problem besar yang dihadapi pemerintah adalah persoalan inflasi. Timbulnya inflasi berdampak sebagai sesuatu yang merugikan atau memberatkan masyarakat. Pasalnya, inflasi akan menyebabkan menurunnya investasi, mendorong kenaikan suku bunga, spekulasi penanaman modal, terhambatnya pembangunan ekonomi, defisit neraca pembayaran, ketidakstabilan ekonomi, dan menurunnya kesejahteraan masyarakat.

Bank Indonesia sendiri dengan mengamati berbagai gejolak dalam negeri, seperti anomali iklim dan kenaikan tarif listrik, mengkhawatirkan berdampak pada naiknya inflasi. Belum lagi menghadapi lonjakan kebutuhan di bulan ramadhan yang juga bisa memicu kenaikan harga bahan pokok. Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi setiap kepala daerah (pemerintahan) karena pada tingkat inflasi yang parah dan tidak terkendali akan berakibat kacaunya perekonomian.

Namun, kota Makassar justru mengalami tingkat deflasi yang cenderung stabil. Makassar menjadi tujuh kota di Indonesia yang mengalami deflasi tertinggi. Hal ini dikemukakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan Nursam Salam yang mengapresiasi kinerja Walikota Makassar Mohamad Danny Pomanto.

“Alhamdulillah, Makassar hebat, bulan ramadhan masuk tujuh  besar kota di Indonesia yang mengalami deflasi tertinggi. Selamat kepada Walikota Makassar. Warga Kota Makassar dalam persiapan bulan suci ramadhan justru deflasi, ini luar biasa,” tulisnya dalam keterangan resmi yang diterima Laporannews. Senin, (5/06).

Sebagai informasi, deflasi sendiri merupakan kebalikan dari inflasi yakni sebuah fase dimana harga barang jatuh dan nilai uang bertambah. Jika inflasi terjadi karena melonjaknya harga kebutuhan pokok di atas normal maka deflasi adalah kondisi pada umumnya harga barang mengalami penurunan.

Pada kesempatan yang berbeda, Walikota Makassar Danny Pomanto usai menggelar buka puasa bareng 5.000-an kaum dhuafa dan anak yatim se-Kota Makassar di Pantai Losari menyampaikan rasa syukur mendalam. Ia menganggap capaian itu merupakan kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat dan birokrasi lingkup Pemkot Makassar.

“Alhamdulillah, satu lagi keberkahan bulan ramadhan yang diperoleh kota ini. Hal ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan kita bersama didukung berbagai elemen masyarakat,” pungkasnya.


Kalam Sanjaya

 

 

Jakarta, Laporannews - Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar POM di Jakarta melakukan Inspeksi mendakak (sidak) terhadap pangan takjil yang dijajakan di Pasar Benhil, Jakarta Pusat (02/06/2017). Sidak tersebut, sebagai rangkaian dari intensifikasi pengawasan pangan saat bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2017. Dalam sidak tersebut, hadir Kepala Badan POM RI dan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan POM, serta dihadiri oleh Plt. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat beserta jajaran.

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, mengatakan. target sidak adalah pangan takjil yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow. Pada sidak tersebut, petugas BPOM melakukan sampling terhadap 46 pedagang dan mengambil sebanyak 52 item sampel pangan takjil. Dari hasil pengujian menggunakan rapid test kit untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan bahan berbahaya pada sampel, diperoleh temuan 2 item pangan takjil yang mengandung bahan berbahaya, yaitu kue apem mengandung bahan pewarna non-pangan Rhodamin B dan kerupuk mengandung boraks.

“Sebelum Ramadhan, Badan POM bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembinaan dan memberikan edukasi kepada pelaku usaha, terutama pedagang pangan siap saji, untuk tidak menggunakan bahan berbahaya pada produknya. Setelah pembinaan, jika nanti ditemukan masih ada pedagang yang menggunakan bahan berbahaya, kami akan langsung menindak tegas pelanggaran tersebut”, jelasnya saat hadir di Pasar Benhil, Jakarta Pusat, Jumat (2/06).

Ia menyebutkan, kegiatan sidak pangan takjil selama Ramadhan 2017 tidak hanya dilakukan di wilayah Jakarta, namun juga di seluruh wilayah Indonesia. Selama periode 2014–2016 lalu, hasil intensifikasi pengawasan pangan takjil menunjukkan masih adanya pangan takjil yang tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan berbahaya. Kandungan formalin didapati pada bakso, bubur sumsum, es buah, dan agar-agar. Kandungan boraks ditemui pada bakso, cincau, cimol, lontong, tahu, sotong, kerupuk, dan mi. Sementara kandungan rhodamin B ditemui pada bubur mutiara, pacar cina, cendol, es delima, agar-agar, kue lapis, terasi, kerupuk, dan sirup merah.

“Sekalipun masih ada, namun jumlah temuan pangan takjil mengandung bahan berbahaya terus menunjukkan penurunan selama 3 tahun terakhir. Demikian pula dengan temuan di wilayah Jakarta, yaitu 21,16% pangan takjil yang tidak memenuhi syarat di tahun 2014, lalu turun menjadi 12,46% di tahun 2015, dan kembali turun menjadi 6,23% di tahun 2016. Harapannya jumlah temuan di akhir pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan tahun ini dapat semakin menunjukkan perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya,” paparnya.

Oleh karena itu, Badan POM kembali mengingatkan kepada para pelaku usaha untuk terus menaati peraturan yang berlaku, terutama para pelaku usaha pangan agar tidak lagi menggunakan bahan tambahan non-pangan yang membahayakan kesehatan.

“Masyarakat juga diimbau agar menjadi konsumen cerdas dan lebih proaktif dalam memilih pangan yang dibeli untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Teliti sebelum membeli pangan takjil, terlebih untuk beberapa jenis pangan takjil yang seringkali ditemukan mengandung bahan berbahaya. Pangan takjil harus higienis dan aman dari bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan yaitu boraks, formalin, rhodamin B dan methanyl yellow,” tandasnya.


Johanna Firdasah

 

 

(Foto: Humas DPR RI)

 

Jakarta, Laporannews – Ketua DPR RI, Setya Novanto melakukan Safari Ramadhan ke Kabupaten Gresik, silaturahmi bersama Bupati dan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gresik, serta Tokoh Masyarakat, Kyai, Alim Ulama, dan Anak Yatim. Acara berlangsung di Pendopo Kabupaten Gresik. Acara silaturahmi tersebut, juga dilakukan santunan anak yatim dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

“Saya datang ke Gresik bersama Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Bapak Robert Kardina, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI, Bapak Roem Kono, Ketua Komisi VII DPR RI, Bapak Satya Yudha, Anggota DPR RI Bapak Adies Kadir, Bapak Gatot Soedjito dan Ibu Eni Maulani Saragih, Staff Khusus Ketua DPR RI Bapak Yahya Zaini,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Laporannews. Jakarta, Selasa (2/06).

Hadir dalam acara silaturahmi, Bupati Gresik Bapak Sambari Halim Radianto, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Bapak Abdul Hamid, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik KH. Mansyur Shadiq, serta para tamu undangan lainnya. Dalam acara yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, politisi Golkar itu menyampaikan kepada para hadirin mengenai kondisi terkini yang dihadapi Bangsa Indonesia.

“Alhamdulillah berkat kerja keras Pemerintahan Presiden Jokowi dan di dukung DPR RI, kondisi perekonomian kita terus membaik. Pembangunan infrastruktur terus dilakukan. Pemerintah dan DPR menyadari, pembangunan infrastruktur akan mampu mendorong pusat-pusat ekonomi baru dan menggerakan perekonomian daerah serta nasional,” imbuhnya.

Selain itu, melihat kondisi dunia yang kini seringkali mendapatkan teror dari ISIS, ia mengajak kepada Kyai, dan alim ulama di Gresik untuk turut menjaga umat dari hasutan teroris yang tidak bertanggung jawab.

“Saya yakin, Kyai dan Aim Ulama di Gresik dapat membentengi Umat melalui ajaran islam yang menyejukan. Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin. Karena bagi saya, teroris sesungguhnya tidak mempunyai agama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kepada para hadirin bahwa DPR beserta pimpinan lembaga negara sudah berkoordinasi dengan Presiden Jokowi serta Wapres Jusuf Kalla, untuk mencegah dan menangani terorisme.

“Kami sepakat untuk mempercepat pembahasan RUU Terorisme. Penanggulangan terorisme harus melibatkan semua pihak, baik TNI maupun Polri, dan tentunya masyarakat luas,” tutupnya.


A. Ainul Ghurri

 

(Foto: Twitter @AmienRais_)

 

Jakarta, Laporannews – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais meminta kepada semua pihak untuk menghentikan hiruk pikuk pasca pilkada DKI Jakarta 2017. Ia mengimbau kepada seluruh warga Jakarta untuk tetap fokus melihat masa depan. Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh warga Jakarta.

"Saya kira kalau sudah kemarin pilkada agak hangat sekarang ada yang namanya periode pendinginan cooling off period," katanya di gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (16/05).

Ia menambahkan, saat ini ke dua kubu pendukung juga sudah harus saling menerima. Oleh karena itu, ia menyarankan bagi pendukung pasangan yang kalah dalam pilkada harus dapat menerima dengan lapang dada.

"Makanya masing-masing kubu mendinginkan dan terutama kalau media massa cetak nggak ada masalah, media sosial memang yang luar biasa jadi hujatan fitnahan, penghinaan dan saya kira sudah lah kita sadari ini bangsa besar. Yang menang jangan jumawa yang kalah legowo itu aturan demokrasi," imbuhnya.

Ia menuturkan, peperangan di media sosial, hujatan dan makian terus berlangsung oleh sesama netizen pendukung Ahok dan Anies. Ia pun mengakui sempat adanya keterbelahan di masyarakat selama pelaksanaan pilkada tersebut. Namun kini semua harus kembali lagi seperti sediakala.

"Jadi kalau perahu sudah lewat, tadinya airnya pecah jadi dua. Kalau sudah lewat, bisa kembali lagi," ujarnya.

Mantan ketua MPR itu mememinta kepada pendukung Ahok untuk bisa menerima hasil tersebut. Dengan demikian kondisi yang kondusif bisa berlanjut di masyarakat.

"Kemudian kita harus move on, kehidupan tetap jalan, jangan berhenti karena kita menghadapi sosial ekonomi di kawasan ASEAN," tutupnya.


A. Ainul Ghurri

 

(Foto: Muhammad Reza)

 

Jakarta, Laporannews Pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menghadiri acara ulang tahun Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ke 75. Selain Anis-Sandi, beberapa kerabat JK juga hadir, turut hadir Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, Menkominfo Rudiantara, Menteri Agraria Sofjan Djalil, dan mantan Menteri Industri Saleh Husin. Acara tersebut, cukup sederhana yang dirayakan di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Kalla ditemani sang istri, Mufidah Kalla, saat menerima tamu di teras samping Rumah Dinas Wakil Presiden, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2017. Sejumlah makanan tersaji di atas meja, mulai dari nasi kuning, soto, nasi biryani, sate padang, dan panganan ringan lain.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno mengucapkan selamat ulang tahun ke JK. Selain itu, meskipun sudah duduk di pemerintahan dan juga mengurusi PMI, sifat JK tidak pernah berubah.

"Selamat ulang tahun, Pak JK," ucapnya disambut jabat tangan oleh JK.

Tidak lama kemudian, Anies juga terlihat hadir di rumah dinas Wakil Presiden dan terlibat perbincangan dengan JK.

Usai bertemu JK selama 10 menit, Sandiaga mengatakan pembicaraannya dengan JK hanya seputar obrolan ringan.

"Sudah 3 per 4 abad Pak JK masih segar tak berubah sama sekali waktu pertama menghadap beliau di grup Astra saya kerja, pengusaha waktu itu di rekanan William Soerajaya di Sulawesi sampai sekarang," kata Sandiaga.

Menurutnya, sejak dirinya mengenal JK hingga saat ini menduduki posisi sebagai wapres, JK tetap sama. "Posisi dari dunia usaha Kadin, HIPMI sampai ke pemerintahan maupun organisasi kemanusiaan seperti PMI, beliau tak berubah masih tetap hangat dan menanamkan inspirasi dan optimisme," terangnya.

Tak ada yang serius dalam pembicaraan Sandiaga dan Kalla. Sandiaga yang pulang lebih awal hanya diminta belajar memberikan hormat karena pengusaha dianggap tak terbiasa dengan hal itu.

"Apalagi saya, karena saya enggak pernah punya pengalaman menjabat, kalau pak Anies pernah," kata dia.

Sementara itu, JK berpesan agar Sandi belajar hormat kepada pasangannya Anies Baswedan. "Pesan-pesan saja untuk Jakarta, dia belajar untuk hormat. Karena kita pengusaha jarang hormat. Terutama kamu belum pernah menjabat," kata Anies Baswedan sambil menirukan JK seusai menghadiri syukuran.

Sandi juga mengakui bahwa ia diberi pesan oleh Wapres. "Dia bilang suruh hormat, kan kita pengusaha jarang hormat," ujar Sandi.


Kalam Sanjaya

 

(Foto: Muhammad Reza)

 

Manado, Laporannews – Sejumlah warga Manado menolak kehadiran wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah, penolakan tersebut, dilakukan dengan cara aksi demonstran didepan Bandara Sam Ratulangi, Manad0 pada hari Sabtu, (13/05/2017).

"Massa berkumpul di bandara, ada kumpulan massa yang tujuannya menghalangi datangnya anggota FPI dan kebetulan berbarengan dengan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Israwadi, di Manado, Sabtu (13/05).

Massa sempat tak terkendali, sehingga gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey harus turun tangan untuk menangani aksi demonstran tersebut. Warga pun sempat mengepung lokasi VVIP.

“Pukul 11.00 WIT pada saat itu datang gubernur, kemudian gubernur menenangkan massa dan sebagian massa diajak gubernur. Jadi sudah beralih ke kantor gubernur beralih ke sana, namun masih ada massa yang tertinggal yang bertahan di bandara,” imbuhnya.

Kedatangan Fahri bertujuan untuk kunjungan kerja dalam sebuah diskusi bertajuk “Kepemimpinan Muda yang Bersih dan Anti-korupsi" di kawasan Megamas, Manado. Dalam diskusi tersebut, Fahri dan Gubernur Sulut menjadi pembicara.

Dalam aksi tersebut, Fahri Hamzah dianggap sosok yang sering mengumbar pernyataan memicu tindakan intoleran. Elemen masyarakat yang menggelar aksi tersebut, membawa spanduk dan pamflet yang berisikan berbagai seruan, di antaranya bertuliskan "Usir si mulut busuk Fahri". Gelar aksi tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian.


La Ode Ali

 

(Foto: A. Ainul Ghurri)

 

Jakarta, Laporannews – Peneliti Sosial Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubaidillah Badrun mengatakan, sejak pilkada DKI digelar, isu-isu sara banyak yang mendiskreditkan oleh politisi atau golongan tertentu untuk kepentingan politiknya.

"Sebelum ini rakyat jakarta biasa saja. mengapa kemudian muncul? Saya pikir ini isu yang diproduksi elit. Pilkada ini produk demokrasi liberalistik. Itu menghadirkan head to head kontestasi. Itu menghadirkan emosi publik, penuh tafsir dan lahirlah intoleran, radikal dan sebagainya," kata Ubedillah di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/05).

Ia menambahkan bahwa elit politik telah mengakomodir yang sengaja terus dijaga demi kepentingan politiknya.

"Mereka yang terlibat dalam kontestasi. Perkara ini seharusnya terbebas dari intervensi politik," tuturnya.

Ia pun menilai, para elit politik tersebut yang harus bertanggungjawab atas munculnya emosi publik. Lanjutnya, hal tersebut akan memperkeruh atas putusan pengadilan tinggi dan berdemonstrasi  yang berkepanjangan.

"Masyarakat itu belum punya trust dalam proses peradilan. Ini ada kepentingan politik. Elit-elit itu mengikis tafsir tersebut di arena publik," ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat agar merespon segala yang terjadi dengan akal sehat. Terutama dalam merespons masalah hukum yang bersifat independen.

"Publik harus merespon secara rasional. Biarkan proses hukum berjalan.Bagian elit politik, rasionalitas publik, harus jaga emosi dalam melihat pradilan.Pergeseran prilaku pendukung terjadi sebelum dan sesudah putusan, sehingga ini mereka menduga ini ada kepentingan politik. Elit harus mengikis pemikiran ini," pungkasnya. 


Muhammad Reza

 

(Foto: A. Ainul Ghurri)

 

Jakarta, Laporannews – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipindahkan dari rumah tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat pada hari Rabu dini hari. Salah satu alasan pemindahan terpidana kasus penodaan agama tersebut adalah kelebihan kapasitas Rutan Cipinang.

“Sekitar pukul 1.30, karena situasi jadi kurang kondisif untuk warga yang mau besuk keluarga,” kata Sirra Payuna, salah satu penasihat hukm Ahok di Jakarta, Rabu (10/05)

Sementara itu, Kepala Lapas Cipinang, Asep Sutandar juga menuturkan bahwa pemindahan penahanan itu dilakukan demi menjamin semua pihak. Lanjutnya, ia menyebutkan, data sementara Rutan Cipinan berjumlah 3. 730 orang.

"Keamanan dan fasilitas di rutan sangat kurang. Belum lagi penghuni rutan itu kan sampai 3.730 orang," kata Asep di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (10/5).

Ia menambahkan, dengan banyaknya kapasitas tahanan, maka petugas Lapas akan kewalahan menghadapi konsentrasi para pendukung Ahok yang terus berdatangan. Pasalnya, dirediksikan kedatangan massapendukung Ahok akan terus berlanjut.

"Petugas pengamanan 20 orang, dikhawatirkan kalau hari-hari ada di sini sementara pedemo berkonsentasi di sini pekerjaan pasti terganggu, termasuk warga di dalam kan, tamu ke dalam sulit nantinya," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, pemindahan penahanan Ahok yang telah diajukan Kementerian Hukum dan HAM sudah didiskusikan dan dikoordinasikan dengan Kapolres Depok.

"Kita lapor kepada pimpinan di atas bahwa situasi seperti ini diskusikan dengan Kapolres seyogyanya untuk dititipkan di Mako Brimob, untuk keamanan seluruhnya," pungkasnya. 


A. Ainul Ghurri

 

 

Jakarta, Laporannews – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta dukungan dan doa restu kepada seluruh warga Jakarta untuk melanjutkan perjuangan yang selama ini telah dikerjakan bersama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok tak lagi bisa menjalankan tugas karena harus mendekam di penjara atas kasus penodaan agama. Ahok yang awalnya ditahan di Rutan Cipinang telah dipindahkan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, dengan alasan keamanan dan kelebihan kapasitas.

“Saya mohon doa restu dari kalian semua, termasuk seluruh warga Jakarta. Karena kemarin saya mendapatkan surat mandat dari Mendagri untuk melanjutkan perjuangan yang selama ini telah diletakkan. Mohon doa restunya, ini semua untuk melayani warga Jakarta” kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (10/05).

Ia menambahkan bahwa selama menjadi pengganti, ia akan terus berupaya untuk memaksimalkan kinerjanya dalam sisa lima bulan kedepan. Dengan penuh totalitas untuk membangun kota Jakarta yang modern. Lanjutnya, agar warga Jakarta bangga memiliki ibukota Jakarta.

“Perjuangan itu adalah perjuangan untuk melayani warga Jakarta dengan totalitas. Perjuangan itu adalah perjuangan membangun Jakarta supaya kita semua bangga punya ibu kota yang namanya DKI Jakarta. Ini kami mohon doa restu,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengharapkan kepada warga Jakarta, peristiwa yang dialami saat ini dijadikan sebagai motifasi untuk lebih mencintai Indonesia sehingga, keyakinan terhadap dasar negara Indonesia yaitu Pancasila menjadi lebih percaya.

“Dengan fundamen Pancasila itu, maka kita bisa merawat Bhinneka Tunggal Ika yang ada di Indonesia, yang bisa menyatukan diri bangsa Indonesia, saya bersama-sama dengan kalian semua,” pungkasnya.


Muhammad Reza

 

 

Jakarta, Laporannews – Aksi bela Islam yang akan dilangsungkan esok hari untuk menuntut Ahok dipenjarakan karena kasus penistaan agama yang menjerat gubernur non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Rencana adanya aksi tersebut, mendapat tanggapan dari wakil presiden, Jusuf Kalla. Menurutnya, aksi yang berlabel bela Islam dalam mengawal sidang vonis penistaan agama tidaklah perlu dilakukan karena kasusnya sudah di tangan pengadilan.

“Kalau urusan perlu tidak perlu, pemerintah menganggap tidak perlu lagi, dan kan pengadilan urusannya itu. Tapi sulit juga kita batasi seperti itu akibat ada di Undang-undang,” ucap JK di Jakarta, Kamis (4/05).

Undang-undang yang dimaksud ialah Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, sehingga apabila ada masyarakat yang ingin melakukan aksi 55 merupakan hak mereka.

“Ya, bagi pemerintah tentu menganggapnya tidak perlu, Cuma orang yang mau turun ke jalan merasa perlu dan ini bagian dalam kebebasan demokrasi,” imbuhnya.

JK juga menghimbau kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GPNF) yang menjadi penyelenggara agar tetap mentaati aturan yang berlaku dan tidak berlaku anarkis selama aksi berlangsung dan mengikuti arahan dari pihak berwajib.

“Ya, silahkan saja, tetapi ada aturannya. Jamnya terbatas, jalannya terbatas, juga jumlahnya harus dibatasi, gaduhnya tidak boleh, dan kalau melanggar peraturan akan ditangkap,” tuturnya.

Aksi akan berlangsung esok hari dan dihadiri oleh 5 juta umat jelang vonis yang akan dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta menuntut Ahok dipenjarakan karena kasus penistaan agama surat Al-Maidah pada 9 Mei mendatang. Aksi bela Islam 55 berlangsung di depan Masjid Istiqlal dan dilanjutkan dengan long march ke Mahkamah Agung (MA) merupakan aksi lanjutan dan ancaman untuk menuntut agar Ahok dipenjarakan.

Aksi ini bertujuan untuk menjaga keadilan hukum. Tim Advokasi GNPF MUI, Kapitra Ampera menuturkan bahwa aksi simpatik tersebut telah dilindungi oleh Undang-Undang 1945 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, dan UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang hak-hak sipil dan politik.


Indah Putri Wahyuningsih

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan