Pemilu

(Foto: Website KPK.go.id)

 

Jakarta, Laporannews – Pasangan calon gubernur nomor urut 3, Anies-Sandi mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di Jalan Kuningan Persada, Jakarta guna melaporkan harta kekayaan Sandiaga Uno, Selasa (21/3/2017). Sandiaga akan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang sudah berubah sejak beberapa bulan ini. Laporan harta tersebut diserahkan sebelum penyelenggaraan pilkada DKI Jakarta putaran kedua, 19 April mendatang.

Anies dan Sandi datang pada pukul 13.00 WIB secara bersamaan. Mereka mengenakan baju putih dengan celana cokelat dan langsung menyapa wartawan dengan salam OK OCE khasnya. Menurut Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah pihak KPK memang telah mengetahui jadwal kedatangan dari Cagub dan Cawagub DKI tersebut.

"Saya baru saja menyerahkan laporan kekayaan terkait naiknya nilai dari surat berharga yang kebetulan sebagai investasi sebelum mulai usaha. Buat total dan jumlah kekayaan yang dilaporkan nanti, biar tim KPK yang sampaikan karena harus dilakukan klarifikasi dulu. Yang pasti, apa yang dilakukan saya untuk mengedepankan transparansi," kata Sandi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/03).

Sandi tidak menyebutkan berapa harta kekayaan yang mengalami perubahan. Namun, ia memastikan bahwa berubahnya kekayaan tersebut digunakan untuk kampanye pada putaran kedua ini.

"Total dana yang dikeluarkan sekitar Rp 60 miliar lebih dari kami pribadi dan sebagian sudah tercatat di LHKPN yang baru," imbuhnya.

Menurut Anies dan Sandi, pelaporan ini merupakan bentuk transparansi dalam hal keuangan. 

"Kami ingin agar tata kelola pemerintahan lebih baik. Semangat kami untuk bebas dari korupsi, bebas dari segala macam potensi masalah. Kami ingin memulai tradisi ini," kata Anies.


Indah Putri Wahyuningsih

(Foto: Muhammad Reza)

 

Jakarta, Laporannews – Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat semakin giat berkampanye guna mendulang suara dan simpatisan dari warga Jakarta. Kali ini, ia berkunjung ke Posyandu yang terletak di Kecamatan Grogol, Petamburan, Jakarta Barat. Di sana, ia mengecek keadaan posyandu yang terletak di pemukiman warga.

Djarot tiba pukul 09.45 WIB dan bergegas untuk bertanya kepada warga yang sedang membawa anaknya ke posyandu tersebut. Ia mengecek perkembangan balita di posyandu tersebut.

"Ini kalau kurang berat badan begini waktu hamil ya? Kasih vitamin kali ya?" tanya Djarot kepada petugas di Posyandu Cempaka, Jakarta Barat, Selasa (21/03).

Setelah berbincang, Djarot bertemu dengan seorang ibu yang mendengar kabar adanya penggusuran. Namun Djarot membantah tegas kabar tersebut. Menurutnya, yang harus digusur itu yang rumahnya berada di bantaran kali.

"Katanya penggusuran? Nggak bener, ngaco, yang digusur yang direlokasi yang di bantaran sungai, di kolong-kolong," jawab Djarot.

Djarot juga menyarankan untuk membuat surat tanah jika tidak mau digusur. Tak lupa, ia memperkenalkan Kartu Jakarta Lansia yang dipergunakan untuk lansia tidak mampu.

Cawagub berciri khas kotak-kotak ini menginginkan warga Jakarta tidak tinggal di rumah yang tidak layak huni. Hal ini membuatnya ingin meneruskan program yang digagas Presiden Jokowi saat masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, yaitu Kampung Deret.

"Kami ingin meneruskan Program Kampung Deret yang telah dilakukan sejak zaman Pak Jokowi, tetapi ada beberapa kendala yang kami hadapi. Daripada program pembenahan pemukiman kumuh berhenti, maka kami buat program bedah rumah," tuturnya.

Program bedah rumah pun ikut dalam sederet program yang dicanangkan oleh pasangan calon nomor 2 ini. Bedah rumah memiliki tujuan untuk memperbaiki rumah yang rusak dan tak layak huni.


Indah Putri Wahyuningsih

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews – Partai Nasdem telah mendeklarasikan diri dalam mendukung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018. Deklarasi dukungan itu sebagai langkah awal untuk mendukung Presiden Joko Widodo pada Pemilu atau Pilpres 2019. Pasalnya, saat Nasdem mendekalarasikan Ridwan Kamil di lapangan Tegal Lega Bandung, Minggu (19/03/2017). Partai Nasdem meminta Ridwan Kamil untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti.

Politisi Nasdem Jhonny G. Plate menilai, partai Nasdem akan selalu konsisten mendukung Jokowi maju dalam Pilpres 2019. Menurutnya, partai Nasdem selalu memonitor janji-janji politik Jokowi dalam Nawacita nya yang hampir terwujud dan terlaksana dengan bagus, baik dari segi nasional maupun internasional.

“Nasdem selalu konsisten untuk mendukung Pak Jokowi di pemilu Pilpres 2014, mendukung ini dalam pemerintahan selama 5 tahun konsisten dan sejauh ini monitor Nasdem dan evaluasi kami pak Jokowi cukup berhasil cukup diterima tidak hanya secara domestik dalam negeri tapi lingkungan global dan internasional,” katanya di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/03).

Ia menambahkan bahwa partai Nasdem juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap gaya politik Presiden Jokowi, sehingga Nasdem akan terus membantu dalam program-program Jokowi di Pilpres 2019.

“Yang menurut kacamata internasional cocok untuk Indonesia karenanya menjadi kewajiban kami melanjutkan meneruskan program pak Jokowi saat pilpres tahun 2019 yang akan datang,” imbuhnya.

Anggota Komisi XI DPR RI itu menjelaskan, komunikasi Nasdem dengan partai Golkar juga dilakukan sangat intens. Salah satunya kata dia, pembicaraan soal langkah-langkah yang akan memastikan kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Selain Golkar, Nasdem juga telah melakukan pendekatan secara intens dengan PDI-Perjuangan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

“Komunikasi kami cair dan dinamis dan berlangsung terus menerus Golkar PDIP itu adalah partai pendukung pemerintah saat ini, makanya komunikasi harus terus berjalan dengan baik untuk memastikan juga bahwa pemerintahan ini berjalan dengan berhasil,” tandasnya.


A. Ainul Ghurri

 

(Foto: A. Ainul Ghurri)

 

Jakarta, Laporannews – Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno akan diperiksa pihak berwajib pada Selasa, (21/3/2017). Pemeriksaan tersebut sebagai saksi terlapor atas dugaan penggelapan uang penjualan sebidang tanah yang dilaporkan oleh Fransisca pada 8 Maret lalu. Pemeriksaan kali ini dilakukan di Polda Metro Jaya sebagi saksi.

"Besok bapak itu akan diminta klarifikasi terkait pelaporan dari seorang bernama RR Fransisca," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, Sandi masih berstatus sebagai saksi terlapor. Penyidik masih meminta keterangan dari saksi dan pelapor guna melengkapi berkas pelaporan tersebut.

Sandiaga sebelumnya dilaporkan oleh Fransisca pada 8 Maret lalu. Dia dituding menggelapkan dana Rp 7 miliar yang merupakan hasil penjualan sebidang tanah milik pelapor di kawasan Tangerang Selatan pada tahun 2013 silam.

Pelapor meminta bantuan kepada Sandi dan Andreas (terlapor juga) untuk menjualkan tanahnya itu. Tanah laku dijual seharga Rp 8 miliar, tetapi uang yang diterima pelapor baru Rp 1 miliar. 

Pemanggilan Sandi ke pihak berwajib yang akan dilakukan besok, mendapat tanggapan dari Anies Baswedan selaku pasangannya dalam pilgub DKI Jakarta. Anies menganggap kasus yang menjerat kawannya ini merupakan hal yang lucu.

"Ganggu sih enggak, ini tuh (pemanggilan Sandiaga) kayak lemparan-lemparan tusuk gigi," ujar Anies dengan senyum di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Anies juga menuturkan bahwa pemanggilan Sandi ke Polda Metro Jaya tidak mengganggu jadwal kampanye di pilkada DKI putaran kedua ini. Namun Anies menyayangkan karena kasus ini baru terkuak saat detik-detik menjelang pilkada putaran kedua. Anies juga mengaku bahwa ia akan fokus kepada pilkada putaran kedua dibanding dengan kasus yang muncul baru-baru ini.

"Teman-teman sajalah yang buktiin. Kami semua jalan terus dengan pesan-pesan kampanye, dengan positif. Jadi teman-teman ngorek-ngorek saya juga saya nggak bakal ngomong soal ini," imbuh Anies.


Indah Putri Wahyuningsih

(Illustrasi)

 

Jakarta, Laporannews – Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan meminta kepada semua pihak terkait pilkada putaran kedua agar bersikap lebih jujur, professional, dan tidak memihak di antara kedua calon. Anies juga menghimbau agar masyarakat tidak mencederai demokrasi. Jika ada yang mencederai demokrasi, banyak warga yang akan kecewa.

"Saya ingin mengatakan kepada semua, jangan cederai demokrasi. Hormati aspirasi rakyat, hormati proses yang baik dan benar. Kalau demokrasi ini dicederai maka yang akan kecewa adalah rakyat. Dan yang dicederai adalah rakyat. Bukan calon yang yang lain, karena itu jangan," ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

"Kita jangan menguji kesabaran warga dengan hal-hal yang merusak demokrasi. Kita ingin demokrasi ini dijaga. Jadi saya ingin semua pihak lihat nih, anda lihat data saja, jangan lihat data kami. Di KPU kan bisa diakses datanya, terbuka, dilihat di situ, di mana saja ada angka di atas 90 persen," sambung Anies.

Di sisi lain, kasus politik uang yang menjerat Anies karena programnya tidak terbukti. Ini disampaikan oleh Muhammad Jufri selaku Komisioner Bawaslu DKI Jakarta.

"Selama itu programnya dicantumkan ke dalam visi-misi, saya kira bukan termasuk politik uang, karena itu memang program yang dicanangkan dan juga biaya yang dikeluarkan nanti kan bukan biaya pribadi mereka, tetapi program pemerintah," kata Jufri di kantornya, Senin (20/3/2017).

Dalam laporan Anies yang diduga melakukan politik uang, Anies menjanjikan program pemberian dana hingga Rp 3 miliar ke masing-masing RW yang ada di DKI Jakarta. Laporan kasus tersebut dilayangkan oleh Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI).


Indah Putri Wahyuningsih

(Illustrasi)

 

Jakarta, Laporannews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan 2 pasangan calon yang akan maju pada putaran kedua pilgub DKI. Pasangan calon ini akan kembali bertarung untuk memperebutkan kursi nomor 1 di DKI. Mereka berbondong-bondong untuk mendulang suara dari warga Jakarta dengan mensosialisasikan program andalan yang mereka canangkan.

Kedua pasangan calon tersebut ialah, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. dan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. dan Anies Rasyid Baswedan, Phd. beserta Sandiaga Salahudin Uno B.A, MBA. Keduanya sama-sama mempunyai misi untuk membangun Jakarta menjadi lebih baik.

Berdasarkan Surat Keputusan KPU DKI Jakarta Nomor 49/Kpts/KPU-Prov-010/Tahun 2017 tentang pedoman pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 putaran kedua, telah dipaparkan tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pilgub DKI putaran kedua. 

Kampanye putaran kedua ini dilaksanakan mulai tanggal 7 Maret hingga 15 April 2017. Disela-sela masa kampanye, KPU DKI Jakarta akan melaksanakan debat terbuka untuk kedua calon yang disiarkan langsung dari stasiun televisi agar warga dapat mengenali calon pemimpin DKI lebih dalam. Menurut Komisioner KPU DKI, Dahliah Umar, debat publik calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan dilaksanakan pada 12 April 2017 mendatang.

"Debatnya tanggal 12 April, malam," ucap Dahliah, Senin (20/3/2017).

Dahliah juga menuturkan bahwa dalam debat publik putaran kedua ini akan berbeda sistemnya dengan debat pada putaran pertama yang lalu. Dalam debat kali ini akan menggali dan mempertajam program dari kedua pasangan calon tersebut.

"Kalau kemarin ada tiga pasangan calon harus diatur kapan menanggapi, kalau dua bisa saling menanggapi. Mungkin ada perbedaan polar alur debat. Durasinya juga tentu lebih panjang karena tinggal dua " ujar Dahliah.

Berikut tahapan dan jadwal lengkap Pilgub DKI Jakarta 2017 putaran kedua. 

  1. Penetapan peserta pemilihan putaran kedua: 4 Maret 2017
  2. Kampanye: 7 Maret-15 April 2017
  3. Debat publik: 7 Maret-15 April 2017
  4. Kampanye melalui media massa: 9 April-15 April 2017
  5. Masa tenang: 16 April-18 April 2017
  6. Penyampaian pemberitahuan kepada pemilih untuk memilih di TPS: 12 April-18 April 2017
  7. Pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS: 19 April 2017
  8. Rekapitulasi, penetapan dan pengumuman  hasil penghitungan suara tingkat provinsi: 29 April-1 Mei 2017
  9. Penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih tanpa permohonan perselisihan hasil pemilihan (PHP): 5 Mei-6 Mei 2017
  10. Sengketa perselisihan hasil pemilihan (PHP): mengikuti jadwal dalam peraturan Mahkamah Konstitusi (MK) 
    Indah Putri Wahyuningsih

 

Jakarta, laporannews – Memasuki minggu kedua kampanye, pasangan nomor urut dua seperti tidak mengebut melakukan sosialiasasi ke masyarakat. Malahan, beberapa kali, pasangan ini terlihat santai. Apa yang sebenarnya strategi Ahok-Djarot ini?

Pasangan ini ternyata tidak ingin ngotot melakukan kampanye di putaran kedua karena di putaran pertama, kampanye sudah melewati batas ketegangan. BADJA, terminologi pasangan ini, ingin melakukan kampanye kedua ini hanya untuk mengecek sjumlah pelayanan publik yang dilakukan Pemprov DKI kepada warganya.

“Kita putuskan manfaatkan masa cuti ini buat pekerjaan,” kata Basuki Tjahaja Purnama setelah bertanding basket dengan pasangannya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin, 19 Maret 2017.

Karena itu, pasangan ini lebih banyak turun langsung ke perumahan warga untuk melihat sejauh mana perkembangan sistem yang di bangun oleh para bawahannya. Ia tidak mau, semua hal yang sudah digariskan pemerintahannya tidak dijalankan staf-stafnya.

Keduanya menginginkan Pilgub DKI pada putaran kedua ini lebih cair, santai dan menyenangkan. Ia tidak mau Pilgub putaran kedua ini sama dengan yang terjadi di putaran yang pertama, yakni dipenuhi ketegangan dan berbau SARA.


Kalam Sanjaya

(Twitter Ridwan Kamil)

 

Bandung, Laporannews – Partai Nasional Demokrat (Nasdem), hari ini secara resmi telah mendeklarasikan dukunganya kepada Ridwan Kamil untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Sebelumnya, Nasdem melakukan pembicaraan secara khusus dengan Walikota Bandung tersebut untuk maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat 2018.

Ketua umum Nasdem Surya Paloh mengatakan, salah satu alasan Partai Nasdem memberikan dukungan untuk Wali Kota Bandung tersebut, karena Ridwan Kamil dinilai memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk mempercepat roda pembangunan di Provinsi Jawa Barat.

"Setelah kita melihat gerak gerik, langkah, ucapan, tindakan, perbuatan yang terekam oleh partai ini akhirnya kita memutuskan pilihan kita. Kita mendeklarasikan pemimpin Provinsi Jawa Barat pada pilkada yang akan datang," katanya, dalam pidato saat deklarasi Ridwan Kamil di Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegalega, Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/03).

Partai Nasdem menjadi partai yang konsisten mendukung calon yang memiliki kapasitas tanpa mahar politik. Sesuai dengan prinsip yang terus menerus dikedepankan yakni melalui pendekatan profesionalitas dan moralitas.

"Kita memberi kesempatan jelas bukan politik dengan mahar, tetapi kesepakatan yang mengikat secara profesional dan moralitas," tuturnya.

Untuk itu, ia meminta kader nasdem Jawa Barat untuk member dukungan penuh kepada Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat.

Disisi lain,ia menyampaikan bahwa kang emil panggilan akrab Ridwan Kamil harus mampu menjaga ruh pancasila sebagai nilai kebangsaan Indonesia.

"Pertama, Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat nanti harus mampu menjadikan Provinsi Jawa Barat ini sebagai benteng Pancasila, yang tetap menjaga marwah dan nilai kebangsaan seutuhnya dengan semangat menjaga nilai-nilai kemajemukan, pluralisme dan toleransi rakyat dan masyarakat Jawa Barat," imbuhnya.

Sebagai kepala daerah Jawa Barat, Kang Emil harus mampu mengatur seluruh kemampuan masyarakat Jawa Barat.

"Untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat ini, Ridwan Kamil harus konsentrasi penuh. Untuk itulah Nasdem harapkan Ridwan Kamil untuk tidak memasuki satu pun parpol yang ada, termasuk Partai Nasdem," ujarnya.


Indah Putri Wahyuningsih

Page 10 of 19

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan