Pemilu

(Foto: Muhammad Reza)

 

Jakarta, Laporannews – Calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mengisi masa kampanyenya dengan mengunjungi salah satu warga yang sedang sakit di kawasan Koja, Jakarta Utara. Dalam kunjungannya itu, kemeja kotak-kotak yang menjadi cirri khas tidak terlihat dikenakannya, Jum’at (24/3/2017).

Pantauan di lokasi, Ahok masih berdialog dan bertemu dengan warga. Kedatangan ini membuat warga ramai berkumpul dan berusaha bersalaman serta mengambil foto bersama cagub nomor urut dua tersebut. 

Ahok terlihat sangat dekat dan mendengar keluhan dari warga yang sakit. Pada umunya, warga yang sedang sakit menginginkan adanya Kartu Jakarta Lansia (KJL) untuk membantu meringankan biaya berobat yang sedang dijalaninya.

Melihat lawan dalam pilgub DKI putaran kedua terus mengunjungi warga yang sakit, membuat Anies Baswedan berpikir bahwa kunjungan ke warga yang sakit sudah biasa ia lakukan sejak lama. Anies juga menuturkan bahwa mengunjungi warga Jakarta yang sakit sudah termasuk dalam 23 program yang dia tawarkan. Anies mengatakan apa yang dia lakukan itu memang tidak menjadi buah perbincangan di publik.

"Sudah dari dulu," kata Anies seusai menghadiri dialog bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (24/03).

"Sudah ada dalam 23 program kita, dan sudah dari dulu, ya biasanya nggak diomong-omongin kan ya. Bedanya kita datang untuk mengunjungi, mereka yang dikunjungi yang cerita, bukan kita," kata Anies.


Indah Putri Wahyuningsih

(Sumber: Twitter Anies Baswedan)

 

Jakarta, Laporannews – Pasangan calon nomor urut 3 berciri kemeja putih dan peci hitam, Anies-Sandi, menanggapi santai persoalan tampilan baru dari lawannya, Djarot Saiful Hidayat yang memakai peci hitam di foto surat suara. Menurutnya, peci merupakan identitas nasional yang bisa dipakai oleh siapa saja untuk menjadi cirinya. Sandi juga menyebut bahwa ia menyambut baik keputusan Djarot berpeci. Sandi menilai bahwa Djarot lebih ganteng jika mengenakan peci.

“Ya, mudah-mudahan semakin banyak kepala daerah yang pakai peci. Peci representasi nusantara. Semua orang pakai peci. Bung Karno pakai peci. Saya lihat Pak Basuki juga pakai peci. Bagus, cakep lagi. Mungkin Pak Djarot juga menyadari bahwa ia lebih ganteng jika memakai peci,” ujar Sandi, Kamis (23/3/2017).

Sandi juga mengatakan, banyak tudingan yang menyebut pihaknya memainkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) saat menggunakan peci di masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Padahal menurutnya, peci adalah identitas nasional yang sebenarnya tidak terkait dengan satu agama.

“Jangan baperan (bawa perasaan) begitu lho pakai peci biar kelihatan Islamnya. Ya enggaklah. Enggak terpikir sama sekali,” ucap Sandi yang ditemui di sela-sela kegiatannya.

Anies selaku calon gubernur DKI juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengubah slogan “coblos pecinya!” di putaran kedua pilkada DKI Jakarta. Ia juga meyakini bahwa warga pun sudah mengenalnya lewat slogan andalan yang kerap ia gunakan saat berkampanye.

“Kalau kami (Anies-Sandi) brandnya enggak gonta-ganti (desain). Kita yakin enggak usah revisi (slogan). Kita tetap tampil otentik apa adanya,” ujar Anies.

Anies juga menambahkan bahwa penggunaan peci pada desain foto surat suara bersama Sandiaga karena menganggap peci sebagai lambang kebangsaan Indonesia. Dia mengatakan bahwa sebagai warga Indonesia sebaiknya menggunakan peci.


Indah Putri Wahyuningsih

(Sumber: Twitter)

 

Jakarta, Laporannews – Calon pemimpin DKI Jakarta yang berciri khas kemeja kotak-kotak kembali menyapa dengan mengunjungi salah satu warga yang sedang sakit di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Kunjungan ini dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama pada Kamis, (23/3/2017).

“Ada yang sakit stroke dan lumpuh, jadi kami jenguk. Ada keluarga tim kami juga yang sakit,” kata Ahok di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (23/3/2017).

Ahok mengatakan bahwa kedatangannya kali ini murni untuk menjenguk dan bertemu warga. Ia ingin memberi semangat kepada warga di lingkungan tersebut. Masalah pilihan dalam pilkada putaran kedua, Ahok tidak mengetahui siapa yang akan dipilih oleh warga yang dikunjunginya. Namun, ia tetap berharap jika pilihan warga jatuh kepada pasangan calon nomor urut 2, Ahok-Djarot.

Salah satu warga yang dikunjungi Ahok, Siti Kadijah mengaku bahwa Ahok hanya memberi semangat dan tidak menjanjikan apapun ke keluarganya. Ahok hanya ingin memastikan jika warganya mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal.

“Tadi nggak dijanjiin apa-apa sih. Cuma dikasih semangat, ngobrol-ngobrol saja. Nggak mencolok dan nggak minta didukung juga,” ujar Siti usai menerima kunjungan dari paslon berciri khas kotak-kotak.

Berbeda dengan Ahok, calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat tampak mengunjungi sebuah warteg untuk makan siang di wilayah Pademangan Timur, Jakarta Utara. Hal itu disambut heboh oleh warga yang ingin mengabadikan momen Djarot makan dipinggir jalan. Beberapa warga juga antusias berebut masuk ke warteg yang dipilih Djarot untuk menyantap makan siangnya kali ini.

Seorang lanjut usia (lansia) terlihat menghampiri Djarot dan mengadu bahwa rumahnya sudah rusak. Lansia ini mengaku tinggal di daerah Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Djarot pun langsung menyuruh staffnya untuk mencatat data agar rumah dari lansia tersebut segera diperbaiki dan menjadi hunian yang layak.

“Kenapa Bu? Rumahnya rusak? Ya sudah nanti didata ya Bu biar dibenerin. Tolong dicatat ini ya,” kata Djarot kepada salah satu stafnya.


Indah Putri Wahyuningsih

Jakarta, Laporannews – Surat suara pada putaran kedua pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta memiliki wajah baru. Wajah baru tersebut terletak pada foto kandidat pasangan calon nomor urut 2. Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat tampil berpeci pada surat suara pilkada putaran kedua ini. Sebelumnya, pada putaran pertama, Djarot hanya menggunakan kemeja kotak-kotak tanpa peci. Kini, di putaran kedua, peci hadir sebagai aksesoris yang Djarot gunakan selain kemeja kotak-kotak.

Tampilnya Djarot berpeci dalam surat suara menimbulkan banyak pertanyaan dan tanggapan bahwa cawagub nomor urut 2 ini meniru gaya pasangan Anies-Sandi yang selalu identik dengan kemeja putih disertai peci dan selalu mengajak calon pemilih untuk mencoblos yang ada pecinya. Apa yang menjadi pertimbangan Djarot saat memutuskan untuk mengenakan peci di foto surat suara di pilkada putaran kedua?

Juru bicara tim sukses Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni mengatakan bahwa tak ada pertimbangan khusus dari penampilan baru Djarot di surat suara pilgub DKI putaran kedua.

”Nggak ada pertimbangan khusus. Pak Djarot merasa lebih nyaman memakai kopiah ketika diambil foto. Ia juga merasa lebih ganteng kalau pake kopiah. Kumisnya lebih kelihatan kalau dipasangkan kopiah,” kata Raja Juli, Kamis (23/3/2017).

Tim sukses Ahok-Djarot pun menyambut baik penampilan baru dari kandidat yang didukungnya. Ace Hasan selaku timses mengatakan, ide penampilan baru itu muncul saat pilgub putaran kedua. Ia juga menuturkan bahwa Djarot ingin menunjukkan identitasnya.

“Ide itu muncul sejak kampanye putaran kedua. Peci itu kan nasional, jadi menunjukkan identitas Pak Djarot. Peci itu bukan milik seseorang atau identitas seseorang maupun pasangan calon. Siapapun warga Indonesia punya hak untuk memakai peci,” ujar Ace Hasan.

Sebelumnya, anggota KPU DKI, Dahliah Umar juga membenarkan adanya desain baru dalam surat suara pada pilkada DKI Jakarta putaran kedua., yakni Djarot tampil mengenakan peci hitam.

Ketua KPU DKI, Soemarno juga mengatakan bahwa pergantian foto di putaran kedua ini sangat diperbolehkan.


Indah Putri Wahyuningsih

Jakarta, Laporannews – Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta putaran kedua tinggal menghitung hari lagi. Pilkada putaran kedua yang akan diselenggarakan pada 19 April 2017 secara serentak di DKI Jakarta membuat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta mempersiapkan logistik termasuk kertas suara yang akan digunakan saat pencoblosan berlangsung.

Kertas suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta saat ini mulai dicetak oleh perusahaan percetakan yang tergabung dalam Gramedia Group di Cikarang. Ketua KPU DKI Jakarta, Soemarno membenarkan hal tersebut.

“Hari ini cetak surat suara perdana di Gramedia Cikarang,” ujar Soemarno, Ketua KPU DKI Jakarta kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Soemarno juga menambahkan bila pencetakan surat suara tersebut akan selesai dalam waktu 2-3 hari mendatang. Mengenai jumlah surat suara yang dicetak disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada.

Berdasarkan informasi dari situs resmi KPU DKI, Kamis (23/3/2017), Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada putaran kedua berjumlah 7.264.749 pemilih. Jumlah tersebut bertambah pesat sekitar 156.160 dari putaran pertama pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, 15 Februari 2017 lalu yang berkisar 7.108.589 pemilih.

Tak hanya penambahan DPS, KPU DKI Jakarta pun menambah beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Jakarta sebanyak 9 TPS. Pada putaran pertama pilgub DKI hanya ada 13.023 TPS yang tersebar di penjuru DKI Jakarta, namun pada putaran kedua ini TPS bertambah menjadi 13.032.

Jumlah DPS di Jakarta Pusat sebanyak 765.122 pemilih yang berada di 1.239 TPS. Di Jakarta Utara, jumlah DPS sebanyak 1.124.432 pemilih yang tersebar di 2.150 TPS. Di Jakarta Barat, jumlah DPS sebanyak 1.686.633 pemilih dengan 2.936 TPS. Di Jakarta Selatan, jumlah DPS sebanyak 1.627.583 pemilih yang tersebar di 2.974 TPS. Di Jakarta Timur, jumlah DPS sebanyak 2.043.221 dengan TPS sebanyak 3.694. Lalu, DPS di Kepulauan Seribu berjumlah 17.758 pemilih yang tersebar di 39 TPS.


Indah Putri Wahyuningsih

(Foto: Muhammad Reza)

 

Jakarta, Laporannews – Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat bersilaturahmi bersama Paguyuban Ketoprak Adhi Budaya, Rabu (22/3/2017). Dalam pertemuan silaturahminya tersebut, Djarot diminta untuk memperhatikan kesejahteraan dari para seniman tradisional. Djarot tiba pukul 10.30 dan langsung disambut oleh pemimpin dari paguyuban tersebut.

Pemimpin Paguyuban Adhi Budaya, Aries Sukadi berharap agar Djarot kembali terpilih dalam pilkada DKI yang akan diselenggarakan pada 19 April 2017 mendatang.

"Saya tidak begitu menganggap ini acara politik atau pilkada atau pencitraan tapi yang jelas kami ingin bertemu dengan Pak Djarot untuk menunjukan konsisten kami agar bisa sambut pada Pak Djarot dan meminta pak Djarot untuk mengasihani kami semuanya," kata Aries kepada Djarot.

"Kami akan menyampaikan harapan kami, pertama agar Pak Djarot bisa duduk di jabatan wakil gubernur lagi dan kedua tidak melupakan nasib seniman seniwati panggung wayang orang," lanjut Aries.

Djarot pun menuturkan bahwa ia tak asing lagi dengan seni wayang dan ketoprak, karena ia dulunya pernah belajar dan menjadi pecinta dari seni tradisional ini. Ia juga prihatin karena penonton dari seni tradisional ini tidak lebih dari 20 orang, padahal ini merupakan budaya yang harus dilestarikan.

"Wayang orang dan ketoprak tidak asing. Saya main wayang orang sekali, susah. Main ketoprak di Blitar sekali lebih gampang. Kita ini punya warisan nilai-nilai budaya yang sudah diberikan oleh nenek moyang. Indonesia budayanya macem-macem ini yang perlu kita syukuri tapi banyak budaya itu sudah mulai hilang luntur dilupakan kenapa? Karena tidak ada proses regenerasi penerus," ungkap Djarot.

Setelah agenda bersilaturahmi dengan Paguyuban Adhi Budaya selesai, Djarot kembali menghadiri acara Jakarta Berdzikir di kawasan GOR Mutiara Ungu, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Acara ini turut dihadiri oleh ratusan simpatisan warga dari partai NasDem, PDI Perjuangan, Hanura, dan PPP.

Djarot pun memaparkan berbagai program unggulannya, seperti Kartu Jakarta Lansia (KJL) dan bedah rumah.

“Ada program baru KJL saya minta dari PDIP, Hanura, NasDem, dan PPP untuk mengawal program ini. Ini yang dapat orang tua, sepuh-sepuh yang tidak mampu. Yang rumahnya bocor-bocor itu bisa, bagi yang tidak mampu bisa dibetulkan. Pasukan oranye yang akan membetulkan,” ujarnya.

Di akhir kunjungannya, Djarot mengingatkan kepada warga Jakarta agar tidak menghakimi dan memaki. Jangan terpancing hal-hal yang provokatif, dan jangan lagi saling menghina serta menebar fitnah.


Indah Putri Wahyuningsih

              (Illustrasi Anis-Sandiaga)

 

Jakarta, Laporannews – Program OKE OCE yang diusung oleh calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno merupakan program yang berbasis pelatihan. Pelatihan dengan tujuan melatih keterampilan warga Jakarta agar dapat berwirausaha dengan mandiri. Sandi menjanjikan akan terus bekerja sama dengan perusahaan besar dalam membangun jaringan.

Sandi menghadiri pelatihan wirausaha OKE OCE yang diselenggarakan di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017). Sandi hadir pukul 11.50 dan langsung memberi tips untuk pelatihan make up dan fashion yang diperuntukkan ibu-ibu.

"Ibu-ibu ini bisa jadi pilar perekonomian dengan usaha make up ini. Karena sekarang sudah sangat umum dan bisa dikerjakan di rumah," kata Sandiaga.

Sandi juga menambahkan akan menambahkan jaringan pada pengusaha OKE OCE, misalnya menggandeng Martha Tilaar ataupun perusahaan lainnya. Ia juga akan membina para wirausaha UMKM yang baru hingga tuntas.

Program dan visi yang dicanangkan oleh pasangan calon berciri khas kemeja putih-putih ini mendapat dukungan yang banyak dari beberapa partai, misalnya Partai Amanat Nasional (PAN). Dewan Pengurus Partai (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) siang ini resmi mengdeklarasikan dukungannya kepada Anies-Sandi di pilkada DKI Putaran kedua. Sebelumnya, PAN mengusung pasangan Agus-Sylvi pada putaran pertama.

"Kami bersyukur dan salut bahwa PAN menegaskan sikap untuk pembaruan. Bahwa Jakarta membutuhkan kebaruan dan PAN konsisten dari awal menjaga semangat kebaruan Jakarta. Jadi deklarasi ini kita sambut dan kita merasa bangga mendapatkan amanat ini," ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017).

Seperti dukungan beberapa lembaga dan partai politik lain, Anies memandang dukungan tersebut bukan sekadar memenangkan Pilgub DKI pada 19 April nanti. "Tapi amanat yang akan kami emban insyaallah," kata Anies.


Indah Putri Wahyuningsih

(Illustrasi)

 

Jakarta, Laporannews – Dokumen perkara Pilkada Kabupaten Dogiyai, Papua diduga hilang di Mahkamah Konstitusi (MK). Berkas dokumen tersebut sebagai gugatan dari pasangan calon bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, Markus Waine-Angkian Goo.

Anggota komisi III DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta kepada penegak hukum terkait untuk segera menemukan dokumen tersebut. Pasalnya, dokumen tersebut menyangkut masalah hak demokrasi rakyat.

“Hilangnya berkas dokumen sengketa Pilkada Dogiyai di MK bukanlah hal sepele, Jangan menyederhanakan masalah tersebut hanya merupakan pencurian biasa. Harus ada pengusutan yang tuntas baik oleh internal MK maupun oleh kepolisian. Bukan hanya pelakunya yang harus ditangkap, namun motif pencurian dokumen tersebut juga harus diusut tuntas,” katanya di Gedung di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/03).

Ia menilai, dokumen tersebut sebagai bukti dalam sengketa Perselisihan Hasil Pemilhan Umum (PHPU) di MK biasanya adalah dokumen C1 atau bukti rekapitulasi suara yang jumlahnnya bisa ribuan lembar. 

“Dokumen tersebut akan menjadi rujukan utama bagi MK untuk membuat putusan,” imbuhnya.

Politisi partai Gerindra itu menambahkan bahwa bila dokumen tersebut hilang atau dicuri, maka proses pembuktian dalam persidangan MK  akan sangat terganggu sehingga pada akhirnya putusan MK pun akan bermasalah.

“Padahal kita tahu putusan MK itu bersifat final, jadi kalau sudah diputus tidak bisa dikoreksi lagi,” tuturnya

 Ia mengkhawatirkan, bila dokumen tersebut belum bisa ditemukan, maka persepsi masyarakat terhadap kepercayaan MK akan hilang. Oleh karean itu, ia meminta kepada pihak terkait untuk segera menemukan berkas dokumen tersebut.

“Jika kasus ini tidak diusut tuntas maka kami khawatir persepsi masyarakat akan macam-macam dan kepercayan pada MK bisa menurun,” pungkasnya.


A. Ainul Ghurri

 

Page 9 of 19

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan