Pemilu

 

Jakarta, Laporannews – Sebanyak 57.442 warga belum terdaftar dalam DPT putaran kedua pilkada DKI Jakarta yang akan digelar pada 19 April mendatang. Permasalahan tersebut didapat dari rapat pleno KPUD DKI Jakarta. KPUD DKI Jakarta telah menargetkan hari ini untuk penetapan jumlah DPT yang akan menggunakan hak pilihnya. Namun, dalam rapat pleno KPU akan dibahas tiga usulan untuk menentukan jumlah DPT akan ditambah atau tidak.

Usulan pertama dengan menutup jumlah DPT hari ini, kedua menggunakan status quo dengan menambah jumlah DPT menggunakan surat keterangan (suket) hingga H-1 seperti pada Pilgub DKI Jakarta putaran pertama. Namun, pilihan ini justru kurang efektif dalam pendistribusian.

"Kemudian ada pandangan agak netral H-5. H-5 ini bisa setop suket supaya ada ruang bagi KPUD untuk menyebar data ini ke beberapa TPS," ucap pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumarsono ditemui di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, usai berkonsolidasi dengan KPUD dan Bawaslu, Kamis (6/4/2017).

Pihak KPU DKI Jakarta mengatakan bahwa penambahan DPT tambahan dinamakan DPT B yang akan dikeluarkan mulai tanggal 7-14 April 2017. Jam pemilihannya pun dibatasi tanggal 19 April nanti, pukul 12.00-13.00 WIB.

Sementara itu, komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi berharap, jika komunikasi harus berjalan baik dengan DPR, terutama dengan Komisi II. Pramono menganggap, hubungan tersebut menjadi kurang harmonis sejak penyusunan Peraturan KPU (PKPU) Pencalonan pada Pilkada 2017. Usai menyusun PKPU tersebut, KPU mengajukan uji materi atas pasal 9 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

"Yang penting kan sebenarnya komunikasi. Bagaimana kami punya ide kami komunikasikan sebaik-baiknya dengan DPR. Kuncinya itu," kata Pramono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Pramono juga menambahkan jika komunikasi antara KPU dan DPR harus dibangun sebaik mungkin agar semua putusan KPU dapat diterima dan ditindaklanjuti oleh DPR.


Indah Putri Wahyuningsih

(Illustrasi)

 

Jakarta, Laporannews – Tinggal 12 hari pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan digelar. 19 April 2017, warga Jakarta akan memilih pemimpin untuk lima tahun mendatang. Pemimpin yang bisa membawa Jakarta lebih baik dari sebelumnya. Masing-masing pasangan calon optimis untuk memenangkan kursi di DKI 1, termasuk Anies Baswedan, calon gubernur nomor urut 3. Anies mengatakan bahwa ia akan fokus untuk memberikan perhatian kepada warganya.

"Kita melihat bukan soal pemilihan gubernur saja. Tapi bagaimana Jakarta pemerintahnya bisa fokus pada warganya bukan hanya kotanya," ujar Anies

Sementara itu, calon wakil gubernur pasangan Anies, Sandiaga Uno juga berjanji untuk membuat Jakarta menjadi lebih baik melalui program yang dicanangkannya, seperti wirausaha, lapangan pekerjaan, dan pendidikan bagi semua lapisan masyarakat Jakarta.

"Dua belas hari lagi, kita harap masa depan Jakarta lebih baik. Warga Jakarta yang telah lelah terkotak-kotakan bisa bersatu dan menghadirkan kepemimpinan yang sejuk dan seperti OK OCE, sembako murah dan KJP Plus, untuk pendidikan tuntas, gratis, dan berkualitas," katanya.

Sandi juga menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Jalan Tanjung Sanyang, Cawang, Jakarta Timur guna menyapa warga dan berdiskusi mengenai keinginan warga Jakarta terhadap gubernur terpilih. Ia berkunjung ditemani oleh artis, Neno Warisman.

"Di sini harus menang lagi ya, mudah-mudahan besok juga menang. Ingat Tanjung Sanyang, supaya bisa berubah dan menjadi lebih maju. Jadi kampung wisata sungai," kata Neno di lokasi, Kamis (6/4/2017).

Sandi mengatakan bahwa pemerintah masa kini hanya berpihak kepada golongan yang kaya, dan lebih banyak penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah. Untuk itu, jika ia terpilih untuk mendampingi Anies dalam memimpin Jakarta, ia berkomitmen akan membantu mensejahterakan warga Jakarta, salah satunya dengan tidak melakukan penggusuran.

"Kita punya komitmen tidak melakukan penggusuran lagi. Kalau pemimpin yang sekarang hanya memihak ke yang kaya. Sehingga yang kaya makin kaya. Kaya boleh tambah kaya, tapi yang miskin harus dibantu," katanya.


Indah Putri Wahyuningsih

 

 

Jakarta, Laporannews – Saat Anies-Sandi mempunyai program rumah dengan DP 0 seharga Rp350 juta, Ahok-Djarot pun tak mau kalah. Ia juga mempunyai program empat skema hunian bagi warga Jakarta. Hal itu diungkapkan lewat twitter pribadi milik Ahok, @basuki_btp.

Dalam akun Twitter-nya @basuki_btp yang diunggah pada Selasa (4/4), ahok menjelaskan skema hunian itu diperuntukkan bagi warga DKI yang ingin membeli rumah. Ahok menyebut masyarakat kecil sampai pasangan muda bisa menikmati hunian yang nyaman, aman, dan sehat tanpa dipusingkan cicilan.

Menurut Ahok, warga Jakarta bisa menempati empat skema hunian yang aman, nyaman, dan sehat serta tak dipusingkan dengan adanya cicilan.

"Masyarakat kecil sampai pasangan muda Jakarta bisa tempati 4 skema hunian yang nyaman, aman, dan sehat. Tidak pusing cicilan. #JakartaPunyaSemua," tulis Ahok pada akun @basuki_btp, Kamis (6/4/2017).

Berikut penjelasan dari program empat skema yang dimiliki Ahok-Djarot. Empat skema dibuat untuk warga yang berpenghasilan kurang dari Rp3 juta, kelas menengah, penghasilan kurang dari Rp10 juta, dan warga pemilik tanah. Pemerintah akan memberi subsidi sewa sebesar 80% dengan Rp300 ribu/bulan (tanpa lift) dan Rp450 ribu/bulan (dengan lift) untuk warga yang berpenghasilan di bawah Rp3 juta.

Kelas menengah akan diberi subsidi sewa Rp1,5-2 juta/bulan. Kemudian skema ketiga, warga dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta/bulan akan diberi hak milik subsidi cicilan, dengan besaran cicilan Rp 2-3 juta/bulan.

Hal ini dilakukan oleh pasangan Ahok-Djarot karena menginginkan kesejahteraan warga Jakarta saat ia terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.


Indah Putri Wahyuningsih

 

Jakarta, Laporannews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta terus melakukan rekap Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pilkada putaran kedua yang akan diselenggarakan pada 19 April mendatang. KPU akan melakukan rekap terakhir pada Kamis (6/4/2017) di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Sejumlah tahapan sudah dilakukan oleh KPU, mulai dari mengajak warga untuk mengecek melalui situs resmi KPU hingga penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) di tingkat wilayah kota maupun kabupaten.

"Kami KPU Provinsi DKI akan lakukan rekap DPT, tepatnya besok pada 6 April pukul 19.00 WIB di Hotel Bidakara," kata Komisioner KPU DKI Jakarta, Moch Sidik di Gedung KPU DKI, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2017).

Menurutnya, rekapitulasi yang dilakukan KPU sangat penting guna mengetahui berapa banyak jumlah DPT yang akan mencoblos pada putaran kedua. Pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI akan berlangsung kurang lebih dua pekan lagi.

Sementara itu, KPU Kabupaten/Kota telah menetapkan jumlah DPT pada Selasa (4/4/2017). Berdasarkan data yang diunggah KPU DKI Jakarta melalui akun resmi Twitter-nya, @kpu_dki, jumlah DPT yang ditetapkan di Jakarta Utara sebanyak 1.129.494 pemilih dengan 2.150 TPS yang akan didirikan.

Jumlah DPT di Jakarta Utara ini bertambah dibandingkan dengan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) putaran kedua yang ditetapkan sebelumnya, yakni 1.124.432 pemilih. Namun, jumlah TPS yang didirikan tidak bertambah. Sementara itu, jumlah DPT di Jakarta Selatan sebanyak 1.606.921 pemilih dengan TPS sebanyak 2.974. Jumlah DPT di Jakarta Selatan ini berkurang dibandingkan DPS putaran kedua, yakni 1.627.583 pemilih. Meski begitu, jumlah TPS di Jakarta Selatan tidak berkurang.

Moch Sidik juga menuturkan bahwa perubahan jumlah pemilih dikarenakan banyaknya warga yang belum masuk dan terdaftar pada DPT dan DPS di putaran kedua.

"Itu jadi penambahan warga DKI yang memenuhi syarat jadi pemilih tetapi di putaran pertama tidak masuk ke DPT," ujar Sidik di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2017).


Indah Putri Wahyuningsih

 

Jakarta, Laporannews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah melakukan pertemuan dengan tim pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Senin, (3/4/2017). Dalam pertemuan tersebut membahas mengenai usulan tim sukses paslon untuk menambah kuota 20 kursi penonton saat debat putaran kedua berlangsung. Hal itu diungkap oleh anggota komisioner KPU DKI Jakarta, Dahliah Umar, Rabu, (5/4/2017).

"Kalau kemarin waktu rapat dengan tim pasangan calon mereka mengusulkan minta ditambah pendukungnya dari 2 pasangan calon ini. Jadi kami malah mengakomodir permintaan itu," kata Komisioner KPU DKI Dahliah Umar, Rabu (5/4/2017).

Terkait dengan usulan dari tim sukses untuk menambah kuota kursi penonton, calon wakil gubernur nomor urut 3, Sandiaga Uno justru menginginkan jika penonton saat debat terbuka dibatasi dan dikurangi. Hal itu diminta Sandi agar terciptanya suasana debat yang tertib dan produktif.

"Sangat-sangat tidak produktif kebanyakan penonton di dalam. Saya mengalami sendiri, di mana pendukung paslon itu panas, sampai harus ada Polwan yang membarikade. Saya kan di dalam, lihat sendiri. Tunjuk-tunjukkan. Juga setiap Mas Anies omong, ada penunjuk waktu di belakang itu ditutupin sama pendukung paslon," kata Sandiaga di kawasan Melawai, Jakarta Selatan.

Sandi juga menambahkan jika pembatasan penonton saat debat dapat membuat penonton di rumah memahami debat dengan lebih baik. Ia juga menuturkan jika di panggung debat banyak intimidasi jika kuota tim sukses paslon ditambahkan.

"Banyak intimidasi (di panggung), saya mengalami tiga kali. Jadi saya bilang, yuk lebih beradab. Di budaya kita kan ada tabayun, ada mengungkapkan pendapat, budaya yang sangat bersahabat, rileks. Makanya saya salut banget kalau KPUD membatasi jumlah pendukung supaya yang menikmati (debat) itu bukan pendukung di situ, tapi pemirsa yang di rumah. Karena yang di situ sangat destruktif menurut saya," katanya.

KPU DKI Jakarta telah menjadwalkan bahwa debat cagub-cawagub akan dilaksanakan pada 12 April 2017 di Hotel Bidakara Jakarta. Disiarkan langsung di 13 stasiun televisi Indonesia dengan harapan masyarakat dapat menentukan pilihannya, 19 April mendatang. Format debat putaran kedua ini hampir sama dengan debat yang dilakukan pada putaran pertama lalu. Hanya saja ditambah pertanyaan dari masyarakat kepada pasangan calon.


Indah Putri Wahyuningsih

 

Jakarta, Laporannews – Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta putaran kedua tinggal 14 hari lagi. Hal ini membuat pihak penyelenggara pemilu terus memperbaiki Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah sejak putaran pertama diselenggarakan, 15 Februari lalu. Plt gubernur DKI Jakarta, Soemarsono terus memantau beberapa lapas dan apartemen guna membenahi masalah DPT. Menurutnya, partisipan pemilih di lapas dan apartemen sangat rendah di pilkada putaran pertama lalu.

"Sangat rendah. Di apartemen 40%, di lapas juga banyak yang nggak memilih atau kita nggak tahu bagaimana kualitas pemilihannya. Jadi memastikan kepada kalapas bagaimana prosedur supaya bisa terdaftar," terang Sumarsono di pendopo Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017).

Soemarsono juga berniat mengunjungi beberapa lapas di Jakarta guna memantau apa yang menjadi penghambat DPT belum mendapatkan hak pilihnya.

Mendagri, Tjahjo Kumolo menyatakan ada 136 ribu warga DKI yang belum terdaftar e-KTP. Pemerintah lalu berusaha mengejar untuk mendata sebelum Pilgub DKI putaran pertama pada 15 Februari lalu dan kini hanya tersisa 56 ribu. Jumlah itulah yang dikejar untuk didata agar bisa masuk DPT sehingga bisa mengikuti Pilgub DKI putaran kedua.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqie juga menyoroti soal masalah DPT di DKI yang dianggapnya kurang maksimal. Ia meminta KPU melakukan perbaikan dalam persiapan putaran kedua Pilgub DKI.

"DPT-nya nggak beres, itu perbaiki, mumpung ada waktu. Contohnya saya sendiri (mengecek), waktu pemungutan suara saya ke Lapas Salemba, ada 3.861 penghuni. Sekitar 10 persen saja yang ber-KTP luar DKI. Jadi 3.500 di dalam, tapi yang milih hanya 349. Artinya, 15-an persen. Ada masalah pendaftaran pemilu," ungkap Jimmy.

Adanya kendala dalam melakukan verifikasi daftar pemilih tetap (DPT) warga binaan di lembaga permasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Jakarta sehingga mereka hanya memperoleh data berupa nama saja dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta. Hal tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, Edison Sianturi


Indah Putri Wahyuningsih

 

Jakarta, Laporannews – Pasangan calon nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno kembali memaparkan program andalannya dalam kampanye yang dilakukan hari ini, Selasa (4/4/2017). Salah satu programnya ialah memberikan hunian yang layak bagi warga Jakarta melalui program kepemilikan rumah tanpa uang muka atau DP 0%.

Anies mengatakan jika program rumah yang dijelaskannya akan mensejahterakan warga Jakarta dengan membantu warga untuk memiliki rumah sendiri. Program itu pun ternyata disambut baik warga Jakarta. Mereka diketahui telah lama menanti program kepemilikan rumah DP 0%.

"Ada aspirasi dari warga yang menginginkan rumah, dan mereka mengatakan telah mencari dengan program rumah DP Rp0. Kenapa kita siapkan program ini? Program ini adalah untuk pembiayaan, untuk membeli rumah, baik rumah datar maupun rumah susun. Nah, kita bantunya pada  mekanisme pembiayaan sehingga warga tidak terbebani dengan DP" terang Anies saat kunjungan ke kawasan Petojo, Jakarta Pusat.

Selain program rumah dengan DP 0%, Anies juga menjanjikan akan memberikan pendidikan budaya lokal melalui kegiatan di perkampungan warga.

"Justru ketika melihat muatan lokal di Jakarta ini sangat bhineka. Ada komponen Betawi dan ada juga komponen nusantara karena inilah nusantara," ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2017).

Terkait pendidikan muatan lokal di Jakarta, Anies memandang pemahaman budaya Betawi berbeda porsinya di setiap tempat. Pihaknya juga akan memberikan kepercayaan kepada para guru untuk mengelola pendidikan muatan lokal.

"Jangan sampai menyusun kebijakan simetrik di semua tempat. Saya percaya bahwa guru kita, kepala sekolah, orang tua, begitu dikasih kesempatan mengelola atau mengatur, mereka muncul dengan terobosan-terobosan," jelas Anies.


Indah Putri Wahyuningsih

(Foto: Dok. kpu.go.id)

 

Jakarta, Laporannews – Pelaksanaan debat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dalam pilkada putaran kedua tinggal menghitung hari. KPUD DKI Jakarta telah menetapkan 12 April sebagai tanggal debat yang akan dihadiri oleh pasangan calon, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Dalam persiapan debat terbuka ini, KPUD DKI juga telah memilih mantan presenter televisi swasta, Ira Koesno sebagai moderator yang akan memandu jalannya debat.

"Moderator sudah terpilih, perempuan. Kita akan debat, moderatornya Ira Koesno. Pertimbangannya karena dia sudah berpengalaman dalam debat pilkada sebelumnya," ujar Ketua KPU DKI, Sumarno di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Menurut Soemarno, Ira tampil menyita perhatian publik saat memoderatori debat terbuka pada pilkada putaran pertama lalu. Ia juga menambahkan jika Ira telah memiliki pengalaman menjadi moderator dalam debat Pilkada DKI Jakarta 2017. Meski begitu, Sumarno menyebutkan bahwa tetap ada masukan yang akan disampaikan kepada Ira untuk memperbaiki penampilannya sebagai pemandu.

"Pertimbangannya dia sudah berpengalaman dalam mengelola debat sebelumnya. Tentu ada juga masukan-masukan dan koreksi, tentu akan kami sampaikan ke yang bersangkutan," ucapnya.

Debat putaran kedua akan dibagi dalam tiga bagian, yakni pertanyaan dari tim panelis, pertanyaan dari masyarakat, dan debat terbuka kedua pasangan calon. Debat terbuka itu kemudian dibagi menjadi dua, yakni debat antar-calon wakil gubernur dan debat antar-calon gubernur.

Pelaksanaan debat pada putaran kedua bekerja sama dengan empat TV penyelenggara, yakni CNN TV, Kompas TV, Jak TV, dan SCTV. Keempat TV tersebut menjadi penyelenggara berdasarkan hasil pengundian pada 15 Maret 2017. Meski TV penyelenggara hanya empat, debat putaran kedua nanti akan disiarkan secara langsung di 13 stasiun TV.

Tema debat pada putaran kedua ini adalah mengenai kesenjangan dan keadilan sosial, penegakan hukum dan soal bonus demografi dengan durasi waktu 150 menit di Hotel Bidakara, Jakarta.


Indah Putri Wahyuningsih

Page 6 of 19

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan