Pemilu

 

Jakarta, Laporannews – Pemungutan Suara Ulang (PSU) digelar di TPS 01 Gambir, Jakarta Pusat. Ketua KPU, Soemarno, meninjau langsung pelaksanaan PSU yang ada di TPS tersebut dan menyayangkan karena partisipasi pemilih menurun drastis dibanding pilkada putaran kedua, Rabu (19/4/2017).

"Agak sayang ya, karena kemarin partisipasi bagus, sekarang menurun drastis," kata Sumarno di TPS 01, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (22/5/2017).

Soemarno juga mengatakan bahwa pihaknya akan memperbaiki aturan penggunaan formulir C6 yang harus menggunakan identitas.

"Ke depan memang perbaikannya C6 itu barangkali perlu disertai dengan identitas. Jadi mereka yang membawa C6 harus menunjukkan identitas. Misalnya KTP. Biar diverifikasi bahwa yang bawa C6 itu betul orang yang pegang identitas itu," terangnya.

“Ketika kami mau membuat ketentuan C6 disertai dengan KTP, itu setelah dikonsultasikan ke KPU RI ini dibilabg akan melampaui ketentuan. Karena di undang-undang, di peraturan KPU memang tidak ada aturan itu (penunjukan KTP dengan C6). Barangkali ke depan kejadian-kejadian di lapangan ini sebagai masukan untuk perbaikan regulasi ke depan,” tambahnya.

Selain di Gambir, pemungutan suara ulang juga dilakukan di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya pada 19 April lalu berjumlah 560 orang, sedangkan pada hari ini hanya 338 orang.

Soemarno mengatakan harus ada penataan kembali PSU, karena dengan adanya PSU akan ada banyak suara yang tidak terpakai dari hasil pemungutan pada 19 April lalu. Perolehan suara dihitung oleh pihak KPU ialah suara dari PSU yang digelar hari ini.

"Ke depan perlu ditata kembali apakah harus demikian (PSU). Karena partisipasi di pemungutan suara sebelumnya lebih berkurang. Artinya akan banyak suara yang tidak bermakna di putaran kemarin. Karena yang digunakan untuk penghitungan kan hasil PSU," kata Sumarno.


Indah Putri Wahyuningsih

 

Jakarta, Laporannews – Beberapa Lembaga Survei telah menggelar hasil hitung cepat atau Quick Count usai pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta 2017 pada putaran kedua.

Berikut hasil sementara Quick Count dari tiga lembaga survei.

  1. LSI Denny JA : Basuki- Djarot 42,33 persen, Anies-Sandi 57,67 persen
  2. Saiful Muzani Research&consuling (SMRC) : Basuki- Djarot 41,94 persen, Anies-Sandi 58,06 persen.
  3. Polmark Indonesia : Basuki-Djarot 42 persen, Anies-Sandi 58 persen.

Sebagai informasi, penghitungan suara pilkada DKI selesai pada pukul 13.00 WIB. Perbandingan hasil Quick Count tiga lembaga survei tersebut dihimpun secara bersamaan, setelah semua data sampel di lapangan terkumpul 100 persen pada Rabu sore (19/04/2017).

Perlu diketahui bahwa hasil Quick Count bukanlah hasil real count penghitungan perolehan suara pilkada DKI Jakarta, sehingga masih ada proses penghitungan rekapitulasi suara yang dilaksanakan oleh KPUD DKI Jakarta mulai 20 April sampai 1 Mei 2017.

Setelah itu, dilakukan penetapan calon terpilih tanpa sengketa yang akan dilaksanakan pada 5 Mei atau 6 Mei 2017.

Sementara itu, KPU DKI Jakarta telah menerima formulir C1 dari 12.179 TPS. Dalam penghitungan sementara, pasangan Ahok-Djarot meraih 2,2 juta suara, sedangkan Anies-Sandi meraih 3 juta suara. KPU tinggal menunggu formulir C1 dari wilayah Jakarta Timur dan penghitungan ditargetkan selesai malam ini.


 

A. Ainul Ghurri 

 

Jakarta, Laporannews – Rabu (19/4/2017), warga Jakarta akan memilih dan menentukan pemimpin untuk 5 tahun ke depan. Berbagai persiapan tengah dilakukan agar pilkada putaran kedua ini lancar dan tidak ada perselisihan antara kedua pasangan calon serta tim sukses keduanya. Kedua pasangan calon pun mengaku tak ada persiapan khusus jelang pencoblosan esok.

Calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa ia akan tetap melaksanakan rutinitasnya seperti biasa. Ia tetap bangun pagi lalu dilanjutkan dengan berolahraga. Ia pasrah dengan pilihan warga untuk 5 tahun mendatang.

“Doa saja, sudah,” ujar Ahok saat ditemui usai rapat bersama Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Ahok pun juga menanggapi soal bagi-bagi sembako yang sempat diberitakan di media. menurutnya, itu bukanlah kegiatan dari tim pemenangan dirinya. Ia juga tak pernah memerintahkan timsesnya untuk melakukan hal tersebut untuk meraih dukungan warga. Ia juga menegaskan, selama ia berkarir di dunia politik, dirinya paling anti dengan kegiatan bagi-bagi sembako.

“Saya ngga tahu. Kita sudah jelas nekankan dari dulu, saya paling tidak suka bagi-bagi sembako. Dalam karier politik, saya ngga suka baksos, ngga suka (bagi-bagi) sembako,” jelas Ahok.

Soal pencoblosan esok, Ahok meminta kepada warga agar tidak takut untuk menyalurkan hak suaranya ke TPS.

“Semua datang saja ke TPS, karena polisi dan TNI sudah menjamin keamanan semua,” ucapnya diakhir.


Indah Putri Wahyuningsih

 

Jakarta, Laporannews – Sandiaga Salahuddin Uno semakin optimis untuk memenangkan pilkada DKI putaran kedua. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey, pasangan nomor urut 3 ini selalu unggul dibanding pasangan Ahok-Djarot. Dengan begitu, Sandi berharap amanah yang diberikan dapat menjadi semangat untuk meningkatkan kesejahteraan warga ibukota.

“Saya optimis, angka-angka survey kita cukup menggembirakan. Keunggulan kita secara margin masih dalam ambang aman. Kami berharap, kecurangan politik sembako akan membuka mata warga Jakarta yang belum menentukan pilihan, agar memilih berdasarkan hati nurani,” ujar Sandi di posko pemenangan Anies-Sandi, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2017).

Menurut Sandi, adanya politik uang jelang putaran kedua ini berbeda dengan bisnis yang mencari keuntungan dengan berbagai cara. Ia juga menambahkan jika pemilu merupakan perjuangan untuk membela dan menyejahterakan rakyat ibukota.

“Ini (Pilkada DKI Jakarta) beda sama bisnis. Ini adalah perjuangan untuk membela rakyat, membela demokrasi kita. Buat saya, malahan pilkada dari putaran pertama hingga putaran kedua membawa banyak rezeki bagi saya. Ini meneguhkan hati saya. Jika menang, kompensasi, gaji, dan tunjangan saya selama 5 tahun kedepan saya sumbangkan,” ucap Sandi.

Sandi pun juga menilai jika keantusiasme warga pada putaran kedua meningkat secara drastis. Ia berharap besok akan menjadi kenangan manis dari pesta demokrasi ibukota karena menjadi momen penting bagi warga Jakarta untuk menentukan pilihannya.

“Masyarakat sangat antusias semoga besok menjadi kenangan manis bagi Jakarta untuk beberapa tahun ke depan dan menjadi tonggak sejarah bagi demokrasi di Indonesia,” kata Sandi di kediaman orang tuanya, Jalan Galuh II, Jakarta Selatan.

Sandiaga optimis jika pemilu esok hari akan berjalan lancar, aman, dan tertib meski banyak isu akan ada pengerahan massa dari beberapa daerah. Ia juga tak mau takabur dengan memperkirakan perolehan suara putaran kedua.

“Mudah-mudahanlah, nggak mau jemawa, nggak mau takabur, nggak mau lengah, nggak mau anggap enteng tapi insyaAllah hasil kerja keras dan pesan masyarakat dapat diterima. Kita ingin memastikan pemilu dapat berlangsung dengan sejuk, teduh, dan penuh kebersamaan persatuan di Jakarta,” tutup Sandi.


Indah Putri Wahyuningsih

 

Jakarta, Laporannews – Semakin dekatnya dengan pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang akan dilaksanakan 19 April 2017 membuat semakin banyaknya pelaporan terkait pelanggaran pilkada, diantaranya masalah pembagian sembako gratis yang dilakukan oleh pasangan calon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Kedua pasangan calon saling melaporkan dugaan adanya ‘politik uang’ melalui pembagian sembako secara cuma-cuma kepada warga Jakarta.

Pada Minggu (16/04/2017), tim pemenangan Anies-Sandi melaporkan timses Ahok-Djarot karena telah membagikan sembako di 10 titik. Tim Anies-Sandi, Amir Hamzah mengatakan bahwa pembagian sembako tersebut dilakukan oleh beberapa relawan yang berpakaian kotak-kotak. Minggu malam, giliran tim pemenangan Ahok- Djarot yang melapor ke Bawaslu DKI. Anggota tim advokasi Ahok- Djarot, Ronny mengatakan, mereka melaporkan pihak Anies-Sandi atas dugaan politik uang dengan membagikan sembako.

Sementara itu, tim Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) telah menyita berbagai sembako dari beberapa tempat di Jakarta. Panwaslu telah mengamankan 9 mobil box dan 11 karung berisi sembako di wilayah Jakarta Barat. Di Kalideres, Panwaslu Jakarta Barat mengamankan 6 mobil box besar berisi sembako. Selain di Jakarta Barat, Panwaslu juga menemukan ratusan paket sembako di wilayah Jakarta Timur.

Kemudian di Kelurahan Cakung Timur, Panwaslu menyita 169 karung sembako atau sekitar 845 paket yang berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir. Selanjutnya, Panwaslu juga menemukan sebuah rumah tempat penyimpanan 355 paket sembako di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tak berhenti sampai di situ, Panwaslu juga menemukan dua truk paket sembako dari kantor PPP Jakarta Selatan. Sementara itu, di Kepulauan Seribu, Panwaslu juga mengamankan 23 ekor sapi milik PDI-P.

Lalu, hari ini tim sukses dari pasangan Ahok-Djarot telah melaporkan Anies Baswedan ke Bawaslu karena telah membagikan sembako secara gratis. Pelaporan tersebut didukung dengan bukti video yang memperlihatkan Anies turun langsung dalam membagikan sembako kepada warga Jakarta.

"Kita sudah laporin dan juga sudah diterima oleh Bawaslu dan kita lampirkan video saudara Anies yang langsung turun bagi-bagi sembako dengan tas plastik merah," ujar anggota timses Ahok-Djarot bagian hukum, Ronny Talapessy, Selasa (18/4/2017).

 

Jakarta, Laporannews – Pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tinggal satu hari lagi. Pasangan calon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi kini memasuki masa tenang selepas debat terbuka yang diselenggarakan oleh KPU. Aparat kepolisian menganjurkan kepada warga agar tidak menyebarkan kebencian yang menyangkut pilkada DKI apalagi terkait pengerahan massa ke DKI saat pemungutan suara.

"Banyak di medsos yang beredar informasi bahwa ada upaya mengerahkan suasana sedemikian rupa, kami tahu upaya-upaya itu, kami coba untuk mengendalikan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017).

Ia juga mengingatkan kepada warga agar tidak membuat postingan yang menimbulkan kemarahan, kebencian, serta respon negatif dari berbagai pihak. Itu dilakukan agar pilkada DKI Jakarta dapat berjalan lancar sesuai harapan.

Tak hanya itu, polisi juga meminta kepada warga non DKI Jakarta agar tidak mengganggu jalannya pilkada 2017, Rabu (19/04/2017). Polisi juga akan mengupayakan secara maksimal demi membantu dan mendukung terciptanya suasana Jakarta yang aman.

"Diimbau masyarakat di luar Jakarta, yang tidak berkepentingan dengan pilkada untuk tidak melakukan hal yang menganggu kenyamanan masyarakat Jakarta," tutur Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat acara Coffee Morning di Kantor Divisi Humas Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017).

Adanya survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey Indonesia juga bisa memacu konflik dan juga menggiring opini publik jelang pencoblosan putaran kedua. Untuk itu, polisi berharap agar warga tidak percaya terhadap hasil survey sejumlah lembaga.

"Iya, kan mengklaim kemenangan itu kan bisa membuat suatu pandangan. Nanti kalau ternyata hasilnya beda, kan ada yang mengklaim si ini sebagai pemenang, nanti kalau ternyata kalah berarti (dianggap) dicurangi," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017).

Boy juga menyarankan kepada warga agar berlaku bijaksana terhadap hasil survey yang dilakukan lembaga terkait. Ia juga tak menampik adanya survey ini merupakan kemajuan bidang teknologi di masa sekarang.


Indah Putri Wahyuningsih

(Foto: A. Ainul Ghurri)

 

Jakarta, Laporannews – Kepolisian Republik Indonesia ikut andil dalam pilkada DKI Jakarta 2017 untuk mengamankan jalannya pilkada di sejumlah TPS. Pengamanan ini dimaksudkan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran selama pilkada berlangsung, Rabu (19/04/2017). Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku bahwa pihaknya telah siap untuk mengawal pilkada DKI 2017.

"Kami siap melakukan pengamanan dengan kekuatan lebih kurang 65.000 personel dari Polri, TNI, Pemda dan Limas. Polri dan TNI lebih kurang jumlahnya 30.000 personil," ujar Tito saat ditemui usai rapat koordinasi khusus tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

Pasukan yang akan diterjunkan lebih banyak dari pengamanan saat aksi damai karena setiap TPS yang ada di Jakarta akan dijaga oleh 1 polisi dan 1 tentara. Pengamanan tersebut akan disebar ke sejumlah titik di DKI Jakarta. Jumlah TPS pada putaran kedua ada 13.304 TPS.

"Kami perkuat pengamanan di TPS, satu polisi, satu tentara, dan linmas. Jumlah TPS ada 13.034," kata Tito.

Sementara itu, Ketua Tim Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar menuturkan bahwa tidak perlu ada pengawasan yang esktra karena Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah menerjunkan pasukannya ke sejumlah TPS-TPS.

"Mohon dipercayakan kepada aparat. Ada unsur polisi, TNI, linmas bersama KPPS. Kami jamin kepastian netralitas aparat kita," kata Boy.

Ribuan pasukan gabungan telah disiagakan untuk mengamankan pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Fokus pengamanan polri ada 2, yakni proses pemilihan serta keamanan Jakarta secara menyeluruh.

"Masing-masing daerah, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, kita sudah bagi sektor keamanan. Ada yang fokus ke TPS, ada yang fokus ke kota Jakarta," ucap Boy.

Selain itu, ada pula yang ditempatkan di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi masuknya massa yang dimobilisasi ke Jakarta. Boy meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang merugikan pihak lain dalam proses demokrasi ini.


Indah Putri Wahyuningsih

 

 

Jakarta, Laporannews - Tinggal 2 hari lagi pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan digelar. 19 April menjadi momen perhelatan politik bagi warga Jakarta. Sebanyak 7.218.280 warga akan memilih pemimpinnya untuk periode 2017-2022. Berbagai persiapan dilakukan KPUD DKI Jakarta guna meminimalisir adanya keterlambatan surat suara. Komisioner KPU, Betty Epsilon Idroos mengatakan bahwa saat ini KPUD DKI Jakarta mulai mengirimkan logistik berupa surat suara hingga tingkat kelurahan.

"Logistik pilkada sudah mulai turun hingga ke kelurahan. Selambatnya H-1 akan sudah sampai TPS (tempat pemungutan suara)," kata Betty.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) putaran kedua ini jumlahnya bertambah dari putaran pertama lalu. Penambahan jumlah DPT tersebut dikarenakan banyak warga yang belum tercantum namanya dalam DPT sebelumnya. Jumlah DPT pada putaran kedua ini sebanyak 7.218.280 orang dari putaran pertama sebanyak 7.108.589. Bertambah sekitar 109 ribu. Penambahan DPT ini juga karena adanya penyesuaian data yang dilakukan pihak KPU.

"Jumlah pada putaran kedua ini bertambah sekitar 109 ribu orang. Penambahan ini tidak hanya adanya DPTb di putaran satu yang masuk ke dalam DPT. Tapi juga ada pemilih yang memasuki usia 17 tahun sampai 19 April nanti, adanya alih status purnawirawan. Lalu dikurangi warga DKI yang meninggal dunia dan pindah dari DKI Jakarta," tuturnya.

KPUD DKI Jakarta, juga memperbolehkan penggunaan surat keterangan (suket) yang akan diterbitkan di H-1 pelaksanaan pilkada. Pihak tim sukses dari masing-masing pasangan calon juga sudah mengetahui mengenai penerbitan suket putaran kedua.

"Soal suket sudah disesuaikan. Semua timses paslon sudah bertemu dengan KPU, Bawaslu, dan Disdukcapil di rapat sinkronisasi. Jadi kedua timses juga sudah mengetahui terkait suket yang akan diterbitkan. Ada penurunan jumlah suket di putaran kedua ini," ucapnya.

Pihak KPU berharap, pada pelaksanaan putaran kedua ini tidak ada lagi kekurangan surat suara ataupun kecurangan yang terjadi di TPS-TPS. Kelancaran pilkada putaran kedua ini tentu sangat diharapkan oleh berbagai pihak agar tidak ada lagi perselisihan yang membuat pecah warga Jakarta.


Indah Putri Wahyuningsih

 

Page 4 of 19

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan