laporannews.com - Displaying items by tag: PKB
Tuesday, 08 August 2017 00:00

PKB Rayu Intens PDIP di Pilgub Jatim 2018

 

Jakarta, Laporannews - Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan, mengatakan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan tetap menjagokan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul untuk berlaga dalam Pilgub Jawa Timur 2018 nanti. Namun hingga kini, PKB masih berusaha merayu ke beberapa partai politik untuk mengkonsolidasikan kekuatan di Pikada Jawa Timur.

"Prosesnya sudah dalam konteks mau final. Kalau di PKB sendiri kan sudah final (dukung Gus Ipul), tetapi kita sedang berkomunikasi dengan sahabat-sahabat partai lain," katanya saat berbincang dengan wartawan, di Jakarta, Selasa (8/08).

Ia menambahkan, dalam bursa pesta demokrasi lima tahunan di Jawa Timur, terdapat nama-nama tokoh yang memiliki potensi‎ besar untuk mengalahkan Gus Ipul.

Namun, hingga kini partainya masih dalam kondisi penjajakan kadernya kepada parpol-parpol lainnya, salah satunya dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, dalam rangka menggalang kekuatan.

"Yang kuat ada beberapa, tetapi yang sangat intens (komunikasi) ya dengan PDI-P. Kita masih menunggu (PDI-P) mencalonkan siapa," terangnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini PKB masih mencari sosok yang tepat untuk mendampingi Gus Ipul menjadi calon wakil gubernur. Oleh karena itu, PKB berusaha merayu PDI-P untuk‎ menyatukan kekuatan untuk memenangkan pertarungan di Pilgub Jawa Timur nanti. Lanjutnya, ia menegaskan bahwa PKB sudah dipastikan mendukung Saifullah Yusuf.

"Kita sudah bulat lahir batin dukung Gus Ipul," pungkasnya.


Della Manawar Lisa

 

Published in Parpol

(Foto: A. Ainul Ghurri)

 

Jakarta, Laporannews – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengingatkan kepada Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa agar tidak memaksakan diri untuk maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 nanti. Menurutnya, Khofifah sudah tiga kali bertarung dalam Pilgub Jatim dan tidak pernah berhasil.

“Tetap maju itu hak individual. Khofifah melakukan manufer tidak masalah. Saya ingatkan jangan memaksakan diri. Lebih baik bersatu daripada kita nanti pecah dan kalah juga dia,” katanya di Hotel Acacia, Kramat Raya, Jakarta, Senin (7/08).

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menambahkan bahwa Khofifah tidak sekuat dulu lagi. Lanjutnya, ia mengaku bahwa PKB pernah mendukung penuh Khofifah saat Pilgub Jatim 2008 dan 2013 lalu. Namun, dukungan itu tidak berhasil. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada Muslimat NU itu untuk tidak maju di Pilgub Jatim. Menurutnya, agar suara Nahdlatul Ulama (NU) atau kaum Nahdliyin di Jawa Timur tidak pecah nantinya.

“Yang penting kita sudah imbau bahwa waktu itu bertempur Khofifah melawan Saefullah Yusuf dua kali. Kita memilih Khofifah. Ya sudah saatnya tidak perlu pecah lagi, buat apa? Bersatu saja dan menjadi satu. Itu imbauan,” tandasnya.

Dalam pertarungan Pilgub Jawa Timur nanti, PKB  memastikan akan mengusung Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Dengan keputusan tersebut, PKB tidak akan mengajukan Khofifah untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Timur 2018 mendatang.

Sebelumnya, Khofifah mengklaim sudah punya tiket untuk maju ke Pilgub 2018. Soal deklarasi cagub, dirinya mengaku akan menunggu restu dari Presiden Joko Widodo karena masih menjabat sebagai Menteri di kabinet kerja.


Jamin Mina

 

Published in Pemilu

(Istimewa)

 

Sumedang, Laporannews – Dengan merawat spirit perjuangan dan melestarikan semangat tokoh pejuang perempuan asal Aceh, Cuk Nyak Dien, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyumbangkan dengan membangun Pondok Pesantren Quran “Cut Nyak Dien” di Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (5/08/2017).

Demikian diungkapkan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin usai ziarah di makam Cut Nyak Dien di Sumedang Jawa Barat dalam agenda Reses Bersama Fraksi PKB. Cucu Pendiri NU, KH. Bisri Syansuri itu menegaskan bahwa Pembangunan Pesantren Cut Nyak Dien merupakan bagian dari menghormati dan menghargai perjuangan seorang tokoh pejuang perempuan yang mempunyai semangat yang luar biasa. Dalam pembangunan itu, Cak Imin menyumbang dengan dana stimulan Rp 200 juta.  

"Dalam kondisi buta, sakit dan diasingkan Belanda,  Cut Nyak Dien mau mengajarkan Quran kepada masyarakat Sumedang. Dari Cuk Nyak Dien, kita harus belajar dari keberanian, kesabaran dan keikhlasan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara," katanya saat silaturrahmi di Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (5/08).

Pesantren Cut Nyak Dien rencananya akan dibangun di Kompleks Islamic Centre di lahan yang berada di samping gedung PCNU Kabupaten Sumedang, Jalan Kutamaya No 25 Sumedang.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Dapil Sumedang, Majalengka dan Subang, Maman Imanulhaq, sebagai tuan rumah merespon penuh keinginan Cak Imin.

"Sebuah momentum untuk meneladani spirit Cuk Nyak Dien dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menyebarkan Quran sebagai energi untuk perubahan dan perdamaian.  Madrasah Quran ini sesuai dengan anjuran Nabi, ‘sebaik-baik kalian adalah yang belajar Quran dan mengajarkannya’, tutur Pria yang akrab dipanggil Kang Maman itu.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB, Ida Fauziah, mengatakan bahwa agenda reses bersama ini diikuti para pengurus DPP PKB lainnya serta puluhan anggota DPR RI dari Fraksi PKB untuk silaturrahmi ke daerah dan memastikan kinerja Para Anggota DPR RI F-PKB serta mendorong realisasi program.


Thariq Malaka

 

Published in Parpol
Thursday, 27 July 2017 00:00

Ini Alasan HTI Temui Cak Imin

 

Jakarta, Laporannews – Perwakilan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyambangi knator DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta Pusat. Tujuan HTI itu untuk bertemu dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto mengatakan, kedatangannya diundang oleh laki-laki yang akrab dipanggil Cak Imin serta untuk berdialog secara khusus.

“Kita diajak untuk bertemu dengan Pak Muhaimin Iskandar. HTI kan dari dulu memang terbuka, bisa bertemu berdialog dengan siapa pun. Karena itu, ya kami menyambut baik tawaran itu. Ya, makanya siang ini kita datang ke kantor Pak Muhaimin,” katanya di Gedung DPP PKB. Jl. Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (27/07).

Ia menambahkan, dalam pertemuannya itu akan membahas terkait Perppu Ormas yang baru diterbitkan oleh pemerintah. Pihaknya juga ingin menyampaikan kepada Cak Imin agar mendukung langkah mereka mengajukan gugatan terhadap Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan di Mahkama Konstitusi (MK).

“Kalau dari sisi HTI kita berharap Pak Muhaimin dalam kedudukannya sebagai Ketum PKB, mendorong supaya menolak Perppu, itu mau saya sampaikan. HTI juga ingin PKB mendukung usaha kita di MK, untuk melakukan uji materi. Sampai pada hasil yang optimal, MK batalkan perppu itu,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) 2/2017. Perppu ini untuk menggantikan UU 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Dengan Perppu tersebut, pemerintah lebih mudah membubarkan organisasi masyarakat yang dinilai melanggar aturan yang sudah ditentukan.


Johanna Firdasah

 

Published in Nasional

Jakarta, Laporannews – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mendatangi Balai Kota Jakarta. Kedatanganya itu untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Ia mengaku kedatanganya itu terkait dukungan Pilkada DKI Jakarta tahap putaran ke dua. "Iya, ada omongan (dengan pilkada). Ini bagian dari komunikasi untuk memastikan beberapa aspirasi yang penting dalam konteks untuk menguatkan Jakarta yang toleran dan sejahtera," katanya usai bertemu Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (2/03).

Namun, ia menjelaskan, hingga kini PKB belum ada keputusan tetap untuk mendukung Ahok-Djarot atau Anis-Sandi. Menurutnya, dukungan akan dilakukan setelah adanya hasil rekapitulasi perhitungan suara dari KPU DKI Jakarta.

"Belum, belum tetap dukungan nunggu setelah ketetapan KPU kemungkinan besar ya minggu depan Senin (6/2), sedang mematangkan, masih terbuka terhadap segala kemungkinan,” tuturnya.

Ia menyebutkan, PKB mengajukan syarat khusus apabila pasangan Ahok Djarot ingin didukung PKB. "Ya syaratnya yang mendasar adalah tadi kita mengusulkan sebuah pemikiran secara konkrit bagaimana nanti Jakarta bisa menjadi Ibu Kota yang toleran sekaligus masyarakatnya sejahtera," ujarnya.

Hingga kini, PKB masih menjaring aspirasi soal dukungan Pilkada putaran kedua diantaranya dari Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat, basis dan struktur partai.

Selain itu, ia pun mengaku bahwa pertemuanya itu juga akan dilakukan dengan Calon Gubernur DKI nomor urut 3 Anis Baswedan. “Mungkin Siang ini (bertemu Anis),” ucapnya.

Ia menyebutkan, alasan melakukan pertemuan dengan kedua pasangan calon DKI itu bahwa program visi-misi kedua paslon itu kongkrit.

"Dari kedua calon visinya baik tapi kita punya versi program yang konkrit bagaimana membangun Jakarta yang toleran, yang sejahtera nah kita lihat dari 2 kandidat ini mana yang lebih meyakinkan," pungkasnya.


A. Ainul Ghurri

 

Published in Regional
Friday, 17 February 2017 00:00

PKB Lakukan Salat Istikharah Pra Putaran 2

(A. Ainul Ghurri/ Lukman Edy, Wakil Ketua Umum PKB)

 

Jakarta, Laporannews - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy mengatakan, partainya belum memutuskan langkah paska putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017. Ia menyarankan agar berbagai pihak menunggu hasil hitung resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

"Kami belum menentukan sikap karena masih menunggu ketetapan dari Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Minimal ada angka yang diyakini itu angka terakhir sebelum KPU rilis," katanya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/02).

Mantan Menteri Era SBY itu menambahkan, hasil perhitungan cepat, tidak bisa dijadikan dasar dalam mengambil sikap. Menurutnya, hasil dari beberapa lembaga survey itu bisa berpotensi salah. "Kami akan tunggu sampai data resmi dan diyakini kebenarannya," imbuhnya.

Bahkan, kata dia, untuk menentukan koalisi, partainya akan melakukan shalat istikharah. Menurutnya, istikharah adalah salat sunah meminta petunjuk Tuhan dan penting untuk dilakukan saat dilema dalam menentukan pilihan.

Shalat petunjuk itu rencananya akan dipimpin oleh ketua umum PKB Muhaimin Iskandar. Partainya juga akan mengajak sejumlah kiai yang dipercaya PKB untuk menunaikan ibadah salat istikharah.

“PKB pasti pendekatannya istikharah. Itu jelas begitu ada petunjuknya, apalagi kalau tinggal dua calon, wajib kita istikharah," tuturnya.

Sebagai informasi, di Pilkada DKI Jakarta 2017, PKB diketahui mendukung pasangan calon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Namun, pasangan itu mendapat persentase suara paling rendah dibandingkan dua pasangan calon lain berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei.

Hasil akhir hitung cepat Litbang Kompas, misalnya, menunjukan Agus-Sylvi memperoleh 17,37 persen suara. Sementara posisi pertama dan kedua masing-masing diduduki oleh pasangan calon Ahok-Djarot 42,87 persen suara. Sedangkan Anies-Sandi dengan perolehan 39,76 persen suara.

Suara partai koalisi PAN, PKB, Demokrat, dan PPP pun menjadi rebutan menjelang putaran kedua pilkada DKI pada 19 April mendatang. PAN dan PPP menyatakan akan melakukan rapat internal.


A. Ainul Ghurri

 

Published in Regional

Jakarta,  Laporannews - Menjelang Pilkada 2017, hiruk-pikuk persoalan politik semakin meramaikan Kota Jakarta. Kabar menarik datang dari pasangan Cagub dan Cawagub Agus Yudhoyono dan Sylviana, pasalnya hingga saat ini pasangan tersebut belum mendeklarasikan ketua tim pemenangannya di Pilkada mendatang.

Published in Regional

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan