laporannews.com - Displaying items by tag: Bareskrim Polri

(Istimewa)

 

Jakarta, Laporannews – Pernyataan Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat yang dianggap telah melakukan pencemaran nama baik serta menyampaikan ujaran kebencian dengan mengaitkan partai politik PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS sebagai pendukung negara khilafah di Nusa Tenggara Timur (NTT) berbuntut panjang. Selain dilaporkan ke Bareskrim Polri, Victor juga akan dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto mengatakan, melalui Barisan Muda partai Demokrat, pihaknya juga akan melaporkan Victor kepada penegak hukum dan MKD. Sehingga proses hukum Victor bisa dituntaskan baik di MKD maupun di kepolisian.

“Ada yang disampaikan di MKD, tentunya kalau di MKD akan diproses di MKD, namun yang saya tahu persis sekarang sudah disampaikan pada para aparat penegak hukum kepada Bareskrim, sehingga kita menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk bekerja dengan berkeadilan, transparan dan akuntabel,” katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/08).

Ia menambahkan, dengan adanya laporan ini, maka lengkap sudah empat partai yang dituduhkan Victor dalam melakukan proses hukum tersebut. Lanjutnya, pihaknya juga akan mengawasi kepada penegak hukum agar lebih transparan dan akuntabel.

“Tentunya kita percayakan pada penegak hukum dan marilah kita memberikan pengawasan penegak hukum, karena kami melihat bahwa banyak hal yang disampaikan saudara Victor Laiskodat dan itu bisa saja ada indikasi melanggar Undang-Undang IT atau bisa juga penistaan agama,” tuturnya. 


A. Ainul Ghurri

 

Published in Parpol
Wednesday, 15 February 2017 00:00

Bareskrim Polri Dalami Laporan Antasari

(Illustras Hukum)

 

Jakarta, Laporannews - Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono, mengatakan, pihak Bareskrim Polri akan menindak lanjuti laporan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar,

“Ya, menerima laporannya, kemarin ada laporan. Kita terima, nanti kita teliti dan kita dalami," katanya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/02).

Ia menjelaskan, setelah berdiskusi dan mengkaji dengan para penyidik, pihak Bareskrim akan memangil Antasari untuk dimintai keterangan soal isi bukti laporan di kriminalisasinya. Karena, laporan polisi (LP) yang diberikan kemarin (14/02/2017), hanya kronologi singkat dari kejadian dugaan tindak pidana.

"Kami tindak lanjuti dengan pendalaman, kita diskusi dulu, apa sih maksud laporan ini. Nanti kita minta keterangan yang bersangkutan, yang melaporkan (untuk bertanya) apa maksud laporannya, buktinya apa. Kalau kemarin LP kan hanya singkat," paparnya.

Ia menambahkan, pihak Bareskrim hanya melihat dari sisi fakta hukum laporan Antasari saja. "Kita ga lihat ini politis atau tidak. Dari sisi hukum saja. Fakta-fakta yang kita dapat," ujarnya.


Muhammad Reza

 

Published in Kebijakan/UU
Tuesday, 14 February 2017 00:00

Antasari Minta SBY Jujur Kepada Publik

(Illustrasi Hukum)

 

Jakarta, Laporannews – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, menyebutkan Ketua umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengetahui perkara pembunuhan Nasrudin Zulkarnain yang membuat dirinya terpidana. Menurutnya kasus itu merupakan kriminalisasi terhadap dirinya, oleh karena itu ia meminta kepada SBY untuk jujur kepada publik.

“Untuk itulah saya mohon kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono jujur, terbukalah pada publik, saya sudah ngalamin penjara delapan tahun, dia tahu perkara saya ini," katanya di kantor Bareskrim sementara, KKP, Jakarta Pusat, Selasa (14/02).

Ia menegaskan, inisiator dari rekayasa kriminalisasi itu SBY, lanjutnya, sebelum kematian Zulkarnain ada seseorang yang menemuinya. "Ada orang malam-malam ke saya, dia adalah Hary Tanoe, dia diutus oleh Cikeas. Beliau meminta agar saya jangan menahan Aulia Pohan," terangnya.

Dalam pertemuan itu, menurutnya mendapat isyarat buruk dari pengusaha kondang dengan inisial HT itu. "Nanti keselamatan bapak bagaimana," ungkapnya menirukan ucapan HT.

Bahkan, ia meminta kepada SBY untuk mengakui bahwa kriminalisasi itu ada kaitannya dengan perkara Aulia Pohan yang pernah dijerat KPK. Aulia Pohan yang juga besan SBY pernah dipidana karena korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Bank Indonesia.

“Beliau perintahkan siapa untuk kriminalisasi Antasari ini," pungkasnya.


Muhammad Reza

 

Published in Kebijakan/UU
Monday, 30 January 2017 00:00

Sylviana Kembali Diperiksa Sebagai Saksi

Jakarta, Laporannews – Mantan Walikota Jakarta Pusat Syliviana Murni kembali diperiksa sebagai saksi oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz. Sylviana beserta kuasa hukumnya tiba di Kantor Dittipikor Bareskrim Polri, Gedung Ombudsman RI, Jakarta pada Senin 30 Januari pukul 09.00 WIB.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi Mesjid Al Fauz telah dilakukan tim Bareskrim sejak Desember 2016. Kemudian pada Senin (23/1), penanganan kasus tersebut naik ke tahap penyidikan.

Dalam penyidikan kasus ini, Bareskrim juga menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit jumlah kerugian negara dalam kasus tersebut. Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terdapat kelebihan anggaran sebesar Rp 108 juta dari pembangunan Masjid tersebut.

Sebagai informasi, Masjid Alfauz yang berada di kantor Walikota Jakarta Pusat berlantai dua itu dibangun pada tahun 2011-2012. Pada waktu itu, Calon wakil Gubernur DKI 2017 itu menjabat sebagai Walikota Jakarta Pusat, pembangunan Masjid itu menggunakan dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2010 sebesar Rp 27 miliar. Di 2011, pembangunan masjid Al Fauz mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar.

Masjid Al Fauz akhirnya selesai pada 30 Januari 2011 dan langsung diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat itu. Sementara Saefullah kemudian menjabat Wali Kota Jakarta Pusat menggantikan Sylviana Murni yang dimutasi menjadi Asisten Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta pada 4 November 2010.


A. Ainul Ghurri

 

Published in Kebijakan/UU

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan