Monday, 21 August 2017 00:00

Ratusan TKI Hongkong di Berikan Materi Kebangsaan

(Dok. Pemkab Purwakarta)

 

Hongkong, Laporannews - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengantarkan materi dari perspektif budaya, dalam kegiatan bertajuk Menjaga Fitrah Bangsa dari Bahaya Radikalisme dan Terorisme yang dihelat di Olympic House, Stadium Path, So Kon Po, Causeway Bay, Hong Kong. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Aliansi Kebangsaan untuk Indonesia (AKU) Indonesia bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong tersebut. Kegiatan itu, dikhususkan untuk para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di salah satu negara bagian Cina.

Dedi menjelaskan bahwa Indonesia merdeka karena banyaknya orang berkorban jiwa dan raga. Menurutnya, pengobanan itu mereka lakukan agar harga diri bangsa bisa kembali tegak dengan didukung dan dicintai oleh rakyat Indonesia. Lebih lanjut, ia menyinggung mengenai watak materialisme yang  juga turut serta mengaburkan nilai-nilai kebangsaan.

“Akibatnya manusia menjadi lupa akan jati diri bangsa,” ujar Dedy dalam ceramahnya yang disertai gerakan tubuh jongkok.

Selain itu, ia juga menyampaikan terkait empat hal manifestasi budaya. Pertama bahasa, pakaian, makanan dan kesenian. Bahasa ibu kata dia, adalah bahasa yang pertama kali diajarkan seorang ibu pada anaknya.

"Bahasa juga jadi identitas budaya. Teman-teman yang hadir mungkin rindu kampung halaman dan berkomunikasi dengan berbagai bahasa daerahnya,” tambahanya.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti senior Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo, menjelaskan, empat prinsip kebangsaan yang harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat prinsip kebangsaan tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Menurutnya, untuk mencegah radikalisme-eksktrimis dan terorisme diperlukan sikap tegas pemerintah. Dalam konteks ini, pemerintah sudah menunjukkan sikap tegas dengan menerbitkan PERPPU NO.2/2017 tentang Ormas. Ketegasan pemerintah yang membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena memiliki tujuan politik yang bertentangan dengan ideologi dan konstitusi negara perlu diapresiasi. Namun, yang perlu diantisipasi adalah pergerakan pasca pembubaran HTI.

“Upaya pembubaran dan pencabutan status badan hukum bukan berarti masalahnya selesai, karena hal ini berhubungan dengan keyakinan ideologi yang tidak mudah diredam begitu saja,” ujar Ketua DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) itu.

Oleh karena itu, ia mengusulkan, untuk mencegah radikalisme-ekstrimis dan terorisme diperlukan pula pendekatan persuasif dan edukatif. “Pentingnya revitalisasi Pancasila agar bangsa Indonesia tetap memiliki daya tahan dan tidak mudah digoyahkan,” imbuhnya.

Sementara itu, pembicara lain, Wakil Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Haerul Amri, mengajak peserta untuk mengingat sejarah gerakan Islam di Indonesia dan kontribusinya dalam memerdekakan dan mendirikan bangsa Indonesia. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika adalah capaian final perjuangan seluruh rakyat Indonesia termasuk umat Islam.

“Seluruh aspirasi umat Islam harus diletakkan dalam kerangka NKRI sebagai mu’âhadah wathaniyyah (konsensus nasional) yang harus dijaga dan pertahankan sampai kapan pun,” tutur Haerul.

Sebagai tanda kesetiaan terhadap NKRI warga Indonesia yang ada di Hong Kong, khususnya kalangan tenaga kerja, menyuarakan “Deklarasi Kebangsaan” sebagai tekad untuk menjaga keutuhan NKRI.

Dalam deklarasi tersebut, seluruh peserta yang hadir bersama-sama bertekad dan mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk dapat bahu membahu menanamkan dan mengejawantahkan jiwa dan semangat patriotik dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika dalam rangka menegakan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Ahmad Firdaus

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan