Print this page
Thursday, 15 June 2017 00:00

FAPP Kunjungi Markas PBNU, Ada Apa?

(Foto: Ridwan Darmawan)

 

Jakarta, Laporannews - Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) menemui Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), guna membahas langkah bersama dalam melawan radikalisme. Pertemuan ini juga membahas cara menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sekertaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal menerima kedatangan anggota FAPP secara tertutup. Namun, intinya ialah komitmen kebersamaan untuk terus menjaga Indonesia.

"PBNU kedatangan tamu dari teman-teman Advokat Pengawal Pancasila. Saya menyampaikan, jangan khawatir NU tidak sendirian mengawal Pancasila," ujarnya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (15/06).

Ia mengatakan, pertemuan itu bersifat masukan saja, sehingga ia telah menerima masukan dari FAPP terkait komitmen untuk mengawal Pancasila,.

"Ada beberapa hal yang disampaikan ke Presiden tapi sekali lagi saya tidak bisa menyebutkan karena ini bersifat tertutup tapi ini bersifat masukan-masukan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Tim Hubungan Lembaga Forum Advokat Pengawal Pancasila, Ridwan Darmawan mengatakan bahwa tujuan pertemuan ini adalah silaturahmi dan ingin bersinergi dengan PBNU.

"tentu ini hanya silaturahmi dan perkenalan bagi kami, kedepannya tentu kami akan bersinergi dalam hal penegakan hukum," ujar Ridwan.  

"NU punya pengalaman panjang bagaimana bangun masyarakat, membela masyarakat, membela orang-orang kecil, yang sebenarnya juga sama sisi advokat itu juga membela orang kecil yang tertindas, selain mereka menghidupi dirinya sendiri," imbuhnya.

Sesuai dengan tema mempertahankan Pancasila, Ridwan meyakini bahwa kunjunganya ke PBNU tidak salah. Pasalnya, NU adalah organisasi terbesar yang merupakan garda terdepan dalam membela Pancasila dan NKRI pada zaman kemerdekaan Indonesia. Lanjutnya, NU selama ini telah berdiri tegak untuk menjaga Pancasila dari rongrongan para penentang Pancasila.

"Saya yakin tidak salah kalau NU pertama yang kita kunjungi, untuk mendapat sejenis masukan lalu kemudian kita mencoba nanti mungkin ada kerjasama yang bisa kita lakukan," ujarnya.

Sementar itu, anggota FAPP, I Wayan Sudirta mengatakan bahwa pihaknya mendukung pemerintah dalam menjaga Pancasila. Lanjutnya, ia menuturkan bahwa siapapun yang mengganti Pancasila akan berurusan dengan hukum tanpa sikap represif.

"Jadi yang nomor satu Pancasila ini tegak. Mari kita hadapi siapapun yang mengganti Pancasila, mari kita sama-sama mendukung pemerintah kalau ada yang melanggar aturan, lalu siapapun yang mengganti Pancasila. Kita dorong Pancasila melalui jalur hukum tanpa bersikap represif," tegas Wayan.


A. Ainul Ghurri

 

Related items