Monday, 15 May 2017 00:00

Komisi I DPR: Pemerintah Segera Bentuk Badan Cyber Nasional

 

Jakarta, Laporannews – Komisi I DPR RI, Dr, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan bahwa di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang cepat, yang terjadi saat ini adalah bukan lagi perang fisik, namun perang informasi dan data. Sejalan dengan itu, era TIK membuat sebagian data telah dikemas dalam format digital.

“Untuk itu, permasalahan siber nasional menjadi salah satu isu strategis yang berpotensi mengancam keamanan siber di Indonesia bahkan NKRI, mengingat Indonesia memiliki data negara termasuk data rahasia yang bersifat strategis maupun data warga negara yang sudah sepatutnya dilindungi,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Laporannews. Senin (15/05).

Ia menjelaskan, sejauh ini, penanganan dan pengawasan terhadap permasalahan siber nasional masih bersifat sektoral di lingkup Kementerian/Kelembagaan dan belum bersifat koordinatif. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan wilayah sangat luas dan pengguna internet sepertiga lebih dari jumlah penduduk. Sebagai rujukan, sejumlah negara telah memandang keberadaan Badan Cyber sebagai lembaga yang urgent dan harus ada dalam konteks pengamanan negara.

“Belum ada badan yang mampu mengkoordinasikan secara integral. sangat disayangkan belum memiliki Badan Cyber Nasional (BCN). Sebagai contoh Amerika sudah membentuk kekuatan pertahanan cyber pada tahun 2008 dan memiliki akses langsung ke Presiden. Adapun Singapura telah membentuk Badan Cyber pada tahun 2009,” tuturnya. 

Untuk itu, sehubungan dengan munculnya berbagai permasalahan siber seperti pembajakan web dan maraknya serangan virus, ia meminta kepada Pemerintah untuk segera membentuk Badan Cyber Nasional.

“Urgensi pembentukan lembaga ini, dalam berbagai kesempatan telah dibahas dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika,  Kementerian Pertahanan, BIN, dan berbagai lembaga terkait lainnya, agar Pemerintah segera membentuk Badan Cyber Nasional. Sudah saatnya, Pemerintah mempercepat berbagai persiapan untuk menuju pembentuk badan tersebut,” ujarnya.

Ia beralasan, peran dan fungsi BCN adalah untuk menghadapi cyber war dan perang digital di dunia maya serta perlindungan terhadap kemanan data negara dan warga. Lanjutnya, BCN tidak saja berfokus pada defence tapi juga public utilities.

“Untuk itu, berbagai pihak harus dilibatkan baik Pemerintah, kalangan bisnis, akademisi hingga praktisi. Sejalan dengan itu, masyarakat juga memiliki kesadaran untuk melindungan data pribadinya,” pungkasnya.


A. Ainul Ghurri

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan