Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 124

Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 127

Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 925

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 658

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 658

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/plugins/system/languagefilter/languagefilter.php on line 121

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/input/cookie.php on line 87
laporannews.com - Presiden Jokowi Minta Maaf Atas Permasalahan E-KTP
Saturday, 11 March 2017 00:00

Presiden Jokowi Minta Maaf Atas Permasalahan E-KTP

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews - Presiden Joko Widodo meminta maaf kepada masyarakat Indonesia yang kesulitan mendapatkan hak identitasnya yakni Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP). Pasalnya, banyak masyarakat yang mengeluh karena pembuatan E-KTP tak kunjung rampung, akibat anggaran program itu dikorupsi oleh sebagian oknum pejabat.

“Ini juga ada problem juga. Kita harus buka juga kan. Karena ada masalah e-KTP ini," katanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/03).

Presiden mengaku, kasus tersebut telah membuat sejumlah pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merasa ketakutan, karena sekitar 32 pegawai Kemendagri dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan. Lanjutnya, Presiden kembali mengungkapkan kekecewaanya atas mega korupsi tersebut.

“Di Kemendagri yang dipanggil KPK itu ada 32. Bolak-balik. Jadi kalau ada kekurangan blangko, masalah hambatan itu imbas dari problem e-KTP jadi kita mohon maaf kalau masih ada problem seperti itu. Kami harus buka juga. Karena masalah e-KTP ini, di Kemendagri semuanya sekarang ragu-ragu. Resah melakukan sesuatu, karena dia takut,” tuturnya.

Presiden meyakini, jika program tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar, maka sejumlah persoalan administrasi kependudukan dan yang lain di tanah air dapat terselesaikan. Presiden pun mengharapkan kepada KPK unutk bertindak secara professional dalam mengusut E-KTP

"Kalau e-KTP jadi dan benar, kita bisa selesaikan banyak sekali itu masalah. Misal urusan paspor tanpa fotokopi KTP, SIM, perbankan, perpajakan, urusan Pilkada. Saya ingin ini diproses yang benar dan saya yakin KPK bertindak profesional terhadap kasus ini," pungkasnya.


A. Ainul Ghurri

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan