Friday, 10 March 2017 00:00

Berikut Nama-nama Pejabat Tinggi Indonesia Diduga Cicipi Dana Pengadaan E-KTP

(Foto: Website KPK.go.id)

 

Jakarta, Laporannews - Sidang dakwaan kasus pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik telah digelar pada Kamis kemarin, 9 Maret 2017 di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum. Sejumlah nama besar Indonesia terlihat menghadiri sidang tersebut, seperti Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Dianysah, tidak semua nama yang disebut merupakan pelaku korupsi dalam kasus e-KTP. "Tentu tidak terhindarkan penyebutan nama pihak tertentu dan perannya masing-masing. Meskipun belum tentu semuanya merupakan pelaku dalam perkara ini," kata Febri. Kasus ini juga menyeret beberapa nama penting anggota DPR. Untuk itu, KPK diharapkan bisa menuntaskan kasus ini tanpa memandang jabatannya.

Ini merupakan tantangan besar KPK dalam menjalankan tugasnya. Selama penyidikan kasus ini, ada 23 anggota DPR yang dipanggil untuk diperiksa. Dari jumlah tersebut, hanya 15 anggota DPR yang memenuhi panggilan penyidik KPK. Dari sidang tersebut, KPK telah mengeluarkan nama-nama yang diduga ikut mencicipi dana dari pengadaan E-KTP. Nama-nama ini disebutkan jaksa KPK dalam surat dakwaan. Berikut nama-nama yang disebutkan:


Gamawan Fauzi USD 4,5 juta dan Rp 50 juta

Diah Anggraini USD 2,7 juta dan Rp 22,5 juta

Drajat Wisnu Setyaan USD 615 ribu dan Rp 25 juta

6 orang anggota panitia lelang masing-masing USD 50 ribu

Husni Fahmi USD 150 ribu dan Rp 30 juta

Anas Urbaningrum USD 5,5 juta

Melcias Marchus Mekeng USD 1,4 juta

Olly Dondokambey USD 1,2 juta

Tamsil Lindrung USD 700 ribu

Mirwan Amir USD 1,2 juta

Arief Wibowo USD 108 ribu

Chaeruman Harahap USD 584 ribu dan Rp 26 miliar

Ganjar Pranowo USD 520 ribu

Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Banggar DPR USD 1,047 juta

Mustoko Weni USD 408 ribu

Ignatius Mulyono USD 258 ribu

Taufik Effendi USD 103 ribu

Teguh Djuwarno USD 167 ribu

Miryam S Haryani USD 23 ribu

Rindoko, Nu'man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz, dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II DPR masing-masing USD 37 ribu

Markus Nari Rp 4 miliar dan USD 13 ribu

Yasonna Laoly USD 84 ribu

Khatibul Umam Wiranu USD 400 ribu

M Jafar Hapsah USD 100 ribu

Ade Komarudin USD 100 ribu

Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing Rp 1 miliar

Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri Rp 2 miliar

Marzuki Ali Rp 20 miliar

Johanes Marliem USD 14,880 juta dan Rp 25.242.546.892

37 anggota Komisi II lain seluruhnya berjumlah USD 556 ribu, masing-masing mendapatkan uang USD 13-18 ribu

Beberapa anggota tim Fatmawati yaitu Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing Rp 60 juta

Manajemen bersama konsorsium PNRI Rp 137.989.835.260

Perum PNRI Rp 107.710.849.102

PT Sandipala Artha Putra Rp 145.851.156.022

PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra Rp 148.863.947.122

PT LEN Industri Rp 20.925.163.862

PT Sucofindo Rp 8.231.289.362

PT Quadra Solution Rp 127.320.213.798,36


Indah Putri Wahyuningsih

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan