Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 124

Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 127

Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 925

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 658

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 658

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/plugins/system/languagefilter/languagefilter.php on line 121

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/input/cookie.php on line 87
laporannews.com - Presiden Jokowi Dorong Perbaikan Kinerja Polri
Print this page
Wednesday, 25 January 2017 00:00

Presiden Jokowi Dorong Perbaikan Kinerja Polri

(Foto: Kris - Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews - Presiden Joko Widodo hari ini menghadiri Rapat Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Rapim Polri) tahun 2017. Acara tersebut diselenggarakan di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Jalan Tirtayasa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam Rapim tersebut, Polri mengambil tema 'Polri yang Promoter Siap Mengamankan Pilkada Serentak 2017.

Pada acara tersebut, turut hadir seluruh Kapolda se-Indonesia, Sejumlah anggota Kabinet Kerja juga tampak hadir dalam acara tersebut, di antaranya ialah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Ketua KPK Agus Rahardjo.

Pada kesempatan itu, Presiden mengingatkan dan menekankan untuk pentingnya meningkatkan kepercayaan publik dalam pelayanan Polri. Artinya, hampir semua jajaran kepolisian Indonesia akan menghadapi tantangan yang kompleks, sehingga Polri harus betul-betul mengimplementasikan Professional, modern, dan terpercaya (Promoter)nya.

"Dalam rangka membangun sebuah public trust, membangun sebuah kepercayaan publik dan itu bisa dilakukan apabila ada perbaikan-perbaikan kinerja dari seluruh jajaran Polri," ujar Jokowi saat memberikan sambutan. berdasarkan rilis yang diterima Laporannews. Rabu, (24/01).

Pembenahan di tubuh Polri dalam rangka mencapai profesionalisme, modernisasi, dan juga mendapat kepercayaan masyarakat bukanlah suatu hal yang mustahil. Menurut Kepala Negara, semua itu dapat dicapai bila seluruh jajaran Polri dapat memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kerjanya.

"Itu bisa dilakukan apabila ada perbaikan-perbaikan kinerja dari seluruh jajaran Polri dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di negara kita," tandasnya.

Ia juga menyinggung sejumlah ancaman dan tantangan terkini yang dihadapi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh jajaran Polri untuk ikut bekerjasama dalam memberantas illegal fishing dan illegal logging. Pasalnya, kejahatan illegal tersebut masih terus berkeliaran didalam negeri yang cukup menguras kekayaan negara.

"Polri juga harus terus giat menghadapi berbagai bentuk tindak kejahatan kekayaan negara, korupsi, pencurian ikan atau ilegal fishing, ilegal logging, serta tindak pidana di bidang perpajakan," imbuhnya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menegaskan bahwa Polri harus selalu siap dalam mengatasi ancaman yang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, ancaman bukan karena kebijakan didalam negeri, namun juga dipicu soal ancaman yang bersifat lintas negara. "Situasi keamanan dalam negeri bukan hanya diwarnai dengan kebijakan konvensional, tantangan keamanan, ketertiban sudah berkembang jauh. Sejalan dengan munculnya trans nasional, terorisme, pencucian uang, penyelundupan, perdagangan manusia, kejahatan siber, dan narkoba," tegasnya.


 

A. Ainul Ghurri

Related items