Thursday, 08 June 2017 00:00

IPW Desak Polri Usut Tuntas Hilangnya Selang Premium di Sejumlah SPBU

Written by  Redaksi

(Illustrasi Hukum)

 

Jakarta, Laporannews – Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane, meminta Direktorat Ekonomi Khusus (Direksus) Polri untuk segera mengusut kasus "menghilangnya" sejumlah selang dan alat pengisi bahan bakar Premium di sejumlah pompa bensin Pertamina, terutama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Ia meminta pihak kepolisian untuk mengungkap apakah hal ini merupakan permaian pengusaha pompa bensin atau ulah para spekulan untuk menimbun BBM (bahan bakar minyak) menjelang lebaran.

“Jika situasi ini dibiarkan akan muncul keresahan dan masyarakat dirugikan. Sebab akibat ulah "menghilangkan" selang dan alat pengisi Premium terjadi antrian panjang di setiap pompa bensin yang berulah,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Laporannews. Jakarta, Rabu (7/06).

Sejauh ini, pantauan IPW, hilangnya selang dan alat pengisi Premium itu terjadi mulai tanggal 1 Juni 2017. Selang dan alat pengisi Premium yang biasanya sebanyak 10 hingga 12 unit, kini mendadak tinggal tiga. Dua untuk mobil dan satu untuk pengisian Premium sepeda motor. Selang dan alat pengisi Premium dicopot dari mesin pompanya. Akibatnya, terjadi antrian panjang di setiap pompa bensin.

“Direksus Polri harus mengusut kasus ini. Bila perlu menangkap sejumlah pengusaha pompa bensin yang menjadi spekulan. Agar bisa diketahui apakah hal ini permainan pengusaha pompa bensin untuk menimbun BBM agar terjadi kelangkahan Premium,” tandasnya.

IPW menilai, ada sekitar 70 persen selang dan alat pengisi Premium yang hilang dari pompa bensin. Menurutnya, hal tersebut sebuah modus baru dalam kejahatan ekonomi. Oleh karena itu ia mendesak Direksus Polri, khususnya Direksus Polda Metro Jaya untuk segera bergerak mengusutnya.

“Sebab ulah ini umumnya terjadi dihampir semua pompa bensin di Jabodetabek. IPW mensinyalir, menjelang Lebaran banyak komoditas sengaja dipermainkan agar harganya di pasar melonjak tajam. Akibatnya, banyak konsumen yang dirugikan,” tuturnya.

IPW mensinyalir menjelang lebaran banyak komoditas sengaja dipermainkan agar harga di pasar melonjak tajam sehingga merugikan konsumen. IPW meminta pula Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia memantau pergerakan yang terjadi di tiap pom bensin. Untuk itu IPW pun meminta, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk memantau manuver yang terjadi di pompa pompa bensin.

“Sehingga Polri tidak ragu untuk menindak tegas. Bila perlu melakukan terapi kejut (shock therapy) agar pengusaha pompa bensin atau siapa pun tidak memanfaat situasi dan berulah, yang akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat dan bisa melemahkan perekonomian nasional,” tutupnya. 


Prayogo Bahamulah

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan