Thursday, 31 August 2017 00:00

DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Lunakkan PT Freeport

Written by  Redaksi

(Foto: Biro Pers Setpres)

 

Jakarta, Laporannews - Langkah Presiden Jokowi yang berhasil melunakkan PT. Freeport Indonesia, dengan kepemilikan saham pemerintah Indonesia menjadi sebesar 51 %, mendapat apresiasi dari DPR. Meski pengolahan konsentratnya baru akan dilakukan pada 5 tahun mendatang.

Apresiasi tersebut, diungkapkan dalam diskusi dialektika demokrasi “Kemana Divestasi Saham Freeport?” bersama anggota Komisi VII DPR Kurtubi, anggota DPD dari Papua Charles Simare Mare, dan anggota Komisi XI DPR Maruarar Sirait.

“Kita mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi atas 51 % saham Freeport. Pajak pemerintah juga tidak terkurangi, dan pemerintah bisa menggunakan haknya dari KK (Kontrak Karya) ke  IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) PT. Freeport,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/08).

Bahkan kata politisi Golkar itu, Freeport siap investasi 20 miliar dollar AS sebagai bisnis tambahan termasuk untuk membangun smelter. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya rakyat papua untuk berjuang bersama kepemilikan saham Freeport sampai 100 %.

Hal yang sama juga dikatakan oleh anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, ia menyatakan bahwa keberhasilan itu perlu diapresiasi. Terutama, kesediaan Freepot meninggallan KK dan mau mengikuti UU IUPK. Namun ia mempersoalkan terhadap nilai dari 51 % tersebut.

“Itu sudah luar biasa. Sehingga KK itu tak berlaku lagi. Jangan sampai tidak mampu membayar, makanya harus dikembalikan ke Pasal 33 UUD NRI 1945, sepanjang kekayaan alam itu ada di perut bumi maka harus dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tandasnya.

Selain itu, politisi Nasdem itu menilai, pemerintah tak boleh membeli kekayaan yang ada di bumi sendiri. Menurutnya, Freeport tetap akan beroperasi dan tetap menikmati keuntungan dengan win win solution.

“Itu bisa direncanakan sekarang sampai 2041,” tambahnya.

Hanya saja, ia meminta 60 % konsentratnya diolah di Sumbawa, dan 40 % di Gresik, karena PT. Newmont siap membangun smelter di Sumbawa. “Kalau di Gresik sudah banyak industri dan dengan diolah di Sumbawa itu untuk mengatasi kesenjangan daerah. Makanya, kita dorong hilirisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPD dari Papua, Charles Simare Mare mengucapkan terima kasih atas keberhasilan Presiden Jokowi atas 51 % divestasi saham PT. Freeport tersebut. Namun, ia berharap kepada pemerintah pusat bahwa pengelolaan PT Freeport harus melibatkan rakyat Papua.

“DPD berharap pemerintah pusat tidak meninggalkan Pemda Papua dan Kabupaten Mimika untuk sama-sama terlibat dalam mengelola Freeport. Soal berapa persen untuk provinsi dan untuk Mimika itu setidaknya 20 %,” tegas Charles di tempat yang sama.

Ia melanjutkan, selama ini, pemerintah seperti tersandera dengan kontrak karya (KK) yang menjadi pegangan PT. Freeport. Tapi, saat ini dengan keberhasilan ini pemerintah pusat dan daerah bisa membicarakan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua dan Pemerintah Daerah (Pemda) Papua.

“Saya berharap Pemprov Papua dan Mimika menyerahkan masalah Freeport itu ke BUMD Papua. Karena langkah itu bisa mengurangi kertergantungan Papua terhadap dana transfer daerah,” jelasnya.

Ia pun menyebutkan, Otonomi daerah khusus (Otsus) akan selesai pada 2021. Sehingga, keterlibatan rakyat Papua dalam mengelola PT Freport dapat mengoptimalkan pembinaan sumber daya manusia (SDM) dan memberi kesempatan kepada rakyat Papua untuk merasa memiliki kekayaan alamnya sendiri.

“Jadi, dengan 51 % divestasi saham Freeport ini akan banyak sistem yang berubah. Misalnya penggajian, SDM, dan lain-lain. Saya yakin kalau ada kemauan semua pihak, divestitasi saham freeport itu bisa mencapai 100 % nantinya,” pungkasnya.


Della Manawar Lisa

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan