Friday, 25 August 2017 00:00

Demi Capai Nawacita, Presiden Jokowi Didesak Lakukan Tiga Hal ini, Apa Saja?

Written by  Redaksi

(Istimewa)

 

Jakarta, Laporannews - Koordinator Nasional (Kornas) Forum Indonesia, Megel Jekson mengatakan, berjaraknya capaian pembangunan ekonomi dengan agenda Nawacita, membuat sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Indonesia meminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan sejumlah langkah-langkah percepatan. Tiga hal percepatan itu diantaranya, mendesain APBN yang lebih realistis, mengubah desain politik anggaran yang sesuai dengan Nawacita dan merombak kabinet pemerintahan di bidang ekonomi.

“Tiga hal ini penting untuk mempercepat pencapaian janji Nawacita,” ujarnya di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (25/08).

Ia menjelaskan, desain politik anggaran memang harus disesuaikan, karena disitulah agenda dan spirit Nawacita dicoba untuk direalisasikan. Menurutnya, bila itu tidak dilakukan, Nawacita akan tetap berjarak dari capaian pembangunan yang dihasilkan. Bahkan, kata dia, Nawacita semakin sulit untuk diwujudkan bila ada Menteri yang kinerjanya justru tak sejalan dengan janji prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla itu.

“Presiden Jokowi bahkan perlu merombak kabinet pemerintahan,” sambungnya.

Ia pun menambahkan, urgensi mewujudkan janji Nawacita ini karena tenggat waktu yang tersisa hanya sekitar dua tahun lagi. “Dengan waktu yang tidak lama tersebut, Presiden Joko Widodo memang harus mampu mengenali problem mendasar yang menyebabkan janji Nawacita belum terpenuhi,” tuturnya.

Senada dengan hal itu, Sekjen Kornas Forum Indonesa, Suhardin Mansyur menerangkan, angka-angka fantastis dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 tetap tak bisa membuat agenda Nawacita bakal tercapai dalam waktu dekat. Menurutnya, kondisi yang ada saat ini sudah jauh melenceng dari target ideal yang diinginkan dalam Nawacita.

“Jika tak ada upaya keras sulit merealisasikan Nawacita,” ujar suhardin ditempat yang sama.

Ia pun mencontohkan, target pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 7 persen yang jauh dari capaian perekonomian saat ini hanya pada level 5,01 persen. Terlebih, rasio yang tetap berada pada level 0,41 juga menunjukkan belum adanya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia Indonesia yang berarti semasa Presiden Joko Widodo.


A. Ainul Ghurri

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan