Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 124

Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 127

Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 925

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 658

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php on line 658

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/plugins/system/languagefilter/languagefilter.php on line 121

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/session/session.php:124) in /home/zujbetxt/public_html/libraries/joomla/input/cookie.php on line 87
laporannews.com - Megel: Ada Gap RAPBN 2018 dan Agenda Nawacita
Saturday, 19 August 2017 00:00

Megel: Ada Gap RAPBN 2018 dan Agenda Nawacita

Written by  Redaksi

 

Jakarta, Laporannews – Koordinator Nasional Forum Indonesia, Megel Jekson mengatakan, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang disampaikan Presiden Joko Widodo dinilai masih melenceng jauh dari agenda Nawacita di bidang ekonomi. Menurutnya, target-target ekonomi yang dicantumkan dalam RAPBN 2018, masih tak sesuai dengan capaian yang diinginkan dalam Nawacita.

“RAPBN 2018 masih jauh panggang dari api,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Laporannews. Jakarta, Sabtu (19/08).

Ia menambahkan, merujuk pada angka pertumbuhan ekonomi RAPBN 2018 sebesar 5,4 persen yang cukup berjarak jauh dari target ekonomi Nawacita sebanyak 7 persen. Bahkan, dengan tren pertumbuhan stagnan selama tiga tahun terakhir. Angka tersebut, kata dia, dinilai sulit untuk dicapai. 

Selain itu,  ia juga merujuk pada rasio ketimpangan masyarakat atau rasio gini yang masih tinggi di level 0,41, perekonomian dan investasi yang masih terkonsentrasi di pulau Jawa, dan kegagalan amnesti pajak menambah basis data perpajakan secara signifikan.   

“Tak ayal, dengan batas waktu sekitar 2 tahun lagi, Nawacita tampak sulit untuk direalisasikan. Pasalnya, hingga pertengahan tahun 2017, Joko Widodo belum mampu mengubah fakta-fakta perekonomian nasional secara signifikan. Di tengah perekonomian dunia yang masih lesu, sulit rasanya berharap ada kemajuan yang berarti,” paparnya.  

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara, Adi Prasetyo juga tampak pesimistis dengan RAPBN 2018. Sebab, dengan minimnya langkah efisiensi yang dilakukan Presiden Joko Widodo, tak ada jaminan kejadian pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) tidak akan berulang.

“Walaupun alokasi transfer ke daerah tampak terus mengalami peningkatan, namun siapa yang dapat menggaransi pemotongan DAU tidak akan terjadi lagi,” tutur Adi.


A. Ainul Ghurri

 

Tentang Kami

Alamat Redaksi Pusat

STC Senayan Building

Ruang 31-34, 4 Floor

Jln. Asia Afrika Pintu IX

Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270

Phone: (+62-21) 5793 1879

Fax: (+62-21) 5793 1880

redaksi@laporannews.com

 

 

Last posts

Berlangganan